<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545</id><updated>2012-02-16T18:48:29.460+07:00</updated><category term='politik'/><category term='serba serbi'/><category term='keluarga'/><title type='text'>SEHAT ALAMI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>37</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-1426168545567726738</id><published>2011-05-11T14:22:00.000+07:00</published><updated>2011-05-11T14:22:11.879+07:00</updated><title type='text'>Dirubuhkan, Umat Islam Jum'atan di Reruntuhan Masjid Al Ikhlas</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Hidayatullah.com -- Umat Islam di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, tetap melaksanakan ibadah sholat Jum'at di depan bekas reruntuhan Masjid Al Ikhlas di Kelurahan Sidodadi, kemarin. Sebagaimana diketahui, telah terjadi aksi pemrubuhan Masjid Al Ikhlas di Jalan Timor Nomor 23 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur yang diduga dilakukan Kodam I/BB, Rabu (4/5) dini hari sekitar pukul 00.55 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Umat Islam tetap sholat Jum'at di masjid Ikhlas yang sudah rubuh itu. Khatibnya Ustadz Muhammad Al Khatthtath dari Jakarta," kata Ketua Umum Forum Umat Islam Sumatera Utara (FUI-SUMUT) Sudirman Timsar Zubil kepada Hidayatullah.com beberapa saat lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FUI SUmut mengutuk keras perubuhan Masjid Al Ikhlas yang dinilai menggunakan cara tidak manusiawi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"FUI akan konsolidasi dengan Ormas Islam untuk sikapi hal ini. Perubuhan Masjid Al Ikhlas ini sangat menyakiti umat Islam," kata Ketua II FUI Sumut, Affan Lubis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didampingi Ketua DPW Jam'iyah Batak Muslim Indonesia (JBMI) Sumut Aidan Nazwir Panggabean dan sejumlah ormas Islam lainnya, Rabu (4/5) di Kantor Sekretariat Dakwah Jalan Brigjen Katamso Medan, ia menyatakan aksi perubuhan masjid dilakukan dengan cara-cara yang kurang manusiawi. Sebanyak 18 jemaah saat itu yang berada di dalam Masjid Al Ikhlas sedang itikaf (ibadah) dipaksa keluar oleh oknum aparat yang mengenakan pakaian sipil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oknum aparat itu masuk tanpa melepaskan sepatunya dan menangkap jemaah untuk dipaksa keluar dari masjid, dengan cara kekerasan yakni ditendang.  Parahnya lagi, jemaah dibawa ke Polresta Medan tanpa mengenakan sandal sama sekali dan di Polresta Medan 18 jemaah tidak ada dimintai keterangan menyangkut perubuhan," sebut Affan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi peristiwa itu, sebanyak 44 orang advokat yang menjadi tim pembela Masjid Al Ikhlas, akan melakukan langkah hukum terkait di hancurkannya masjid Al Ikhlas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Tim 44 Pembela Masjid Al Ikhlas HMK Aldian Pinem SH MH mengatakan akan melakukan gugatan terkait penghancuran masjid tersebut. Pihaknya akan mengadukan tindakkan proses perusakan itu ke Polda, selanjutnya akan mengadukan ke Presiden, gugatan ke PTUN, dan ajukan gugatan Pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aldian mengatakan, pihaknya mempersiapkan berkas penghancuran masjid dan saksi–saksi. Setelah berkas-berkas tersebut Final, mereka secara bersamaan langsung melakukan empat langkah hokum tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Secepatnya. Setelah fix berkas dan saksi, kita lakukan langkah-langkah gugatan tadi dan semalam ketika pembongkaran langsung ku perintahkan menyiapkan bukti-bukti,” terangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menilai penghancuran masjid yang dilakukan pengembang dan Kodam I Bukit Barisan merupakan bukti mereka tidak menghargai proses hukum. Pasalnya, saat penghancuran proses hukum sedang berjalan &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-1426168545567726738?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/1426168545567726738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=1426168545567726738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1426168545567726738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1426168545567726738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2011/05/dirubuhkan-umat-islam-jumatan-di.html' title='Dirubuhkan, Umat Islam Jum&apos;atan di Reruntuhan Masjid Al Ikhlas'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-333385060543781481</id><published>2010-03-29T14:57:00.002+07:00</published><updated>2010-03-29T15:00:27.614+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?ref=profile&amp;amp;id=1789611864"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-333385060543781481?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/333385060543781481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=333385060543781481&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/333385060543781481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/333385060543781481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2010/03/blog-post.html' title=''/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8870658681278989738</id><published>2009-08-27T16:27:00.000+07:00</published><updated>2009-08-27T16:28:26.768+07:00</updated><title type='text'>EKONOMI ISLAM SEBAGAI SOLUSI</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;M. Dahlan Monoi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depresi ekonomi pada 2008 telah menyeret sistem finansial dan ekonomi dunia menuju situasi tidak menentu. Situasi yang tak mungkin bisa menariknya kembali ke belakang dan meniscayakan perlunya perubahan dalam sistem keuangan dan perekonomian dunia. Sejumlah pemimpin Eropa bahkan telah mengumumkan berita kematian era liberalisme yang melahirkan sistem kapitalis. Para politisi dan pakar ekonomi yang paling liberalis sekalipun memfatwakan bahwa pemerintah mesti campur tangan mengatasi krisis keuangan, hal yang selama ini dianggap tabu dalam ekonomi liberal.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum krisis ekonomi Amerika Serikat, yang juga menjadi pemicu krisis perekonomian global terjadi, Alex Callinicos—Profesor Politik di Universitas York, Inggris —memprediksikan bahwa di awal abad ke-21 liberal kapitalisme akan menjadi “lebih liar” dan sulit dikendalikan. Ternyata Callinicos benar, dibanding krisis sebelumnya, krisis ekonomi 2008 memberikan dampak yang lebih mengkhawatirkan seluruh dunia. Pemerintah AS terpaksa menggelontorkan dana talangan sebesar 700 miliar dollar dan diprediksikan akan terus bertambah, negara-negara Eropa juga turut mengambil langkah serupa untuk menyelamatkan bangunan perekonomian mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anjloknya saham di berbagai pasar bursa, investor yang panik, krisis kepercayaan pasar, dan liarnya persebaran aliran modal berkonsekuensi pada rapuhnya perekonomian global yang selama ini dikendalikan liberalisme. Kritik terhadap liberalisme lantas bermunculan dari sana-sini, kapitalisme dan sistem ekonomi liberal dianggap “gagal” membidani kesejahteraan kehidupan umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegagalan Ekonomi Liberal&lt;br /&gt;Ekonomi liberal adalah teori ekonomi yang diuraikan oleh tokoh-tokoh penemu liberal klasik seperti Adam Smith atau French Physiocrats. Sistem ekonomi liberal mempunyai kaitan dengan kebebasan alami yang dipahami oleh tokoh-tokoh ekonomi liberal klasik tersebut. Konsep dari ekonomi liberal ialah bergerak kearah suatu sistem ekonomi pasar bebas dan sistem berpaham perdagangan bebas. Ciri utama ekonomi liberal adalah adanya  kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi, pemerintah tidak ikut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi, Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja, serta Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.&lt;br /&gt;Dampak negative dari penerapan ekonomi liberal adalah terjadinya kesenjangan antara pemilik modal dan buruh, serta atara si kaya dan si miskin. Pernahkah kita membayangkan, 3 orang terkaya di dunia, kekayaannya lebih dari gross domestic product (GDP) 48 negara termiskin dunia, yang berarti setara dengan seperempat jumlah total Negara di dunia, demikian hasil penelitian Brecher dan Smith pada tahun 2005. Tidak kalah hebatnya, menurut penelitian Noam Chomsky, 1% penduduk dengan pendapatan tetinggi dunia setara dengan 3 miliar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indonesia sendiri tidak luput dari penerapan ekonomi liberal. Pakto ’88 dapat dianggap sebagai titik tonggak kebijakan liberalisasi ekonomi di Indonesia. Menjamurnya industri perbankan di Indonesia, yang selanjutnya diikuti dengan terjadinya transaksi utang luar negeri perusahaan - perusahaan swasta yang sangat pesat, mewarnai percaturan ekonomi liberal saat itu. Masa pembangunan ekonomi Orde Baru pun akhirnya berakhir. Puncak kegagalan dari pembangunan ekonomi Orde Baru ditandai dengan meledaknya krisis moneter, yang diikuti dengan ambruknya seluruh sendi – sendi perekonomian Indonesia. Pasca krisis moneter, memasuki era reformasi, ternyata kebijakan perekonomian Indonesia semakin liberal. Dengan mengikuti garis – garis yang telah ditentukan oleh IMF, Indonesia benar – benar telah menuju liberalisasi ekonomi. Hal itu paling tidak dapat diukur dari beberapa indikator utama,yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dihapuskannya berbagai subsidi pemerintah secara bertahap dan diserahkannya harga barang  barang strategis ke mekanisme pasar&lt;br /&gt;2. Nilai kurs rupiah diambangkan secara bebas (floating rate) sesuai dengan kesepakatan dalam Lol dengan pihak IMF, artinya harus dikembalikan pada mekanisme pasar.&lt;br /&gt;3. Privatisasi BUMN, yaitu dengan menjualnya kepada pihak swasta, baik swasta nasional maupun asing.&lt;br /&gt;4. Peran serta Pemerintah Indonesia dalam kancah WTO dan Perjanjian GATT, yang semakin memperjelas komitmen Indonesia untuk masuk dalam lingkaran liberalisasi ekonomi dunia atau kapitalisme global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah ekonomi, penerapan ekonomi liberal juga menyebabkan terjadinya krisis ekonomi dunia. Bahkan krisis demi krisis ekonomi terus berulang tiada henti.. Krisis itu terjadi baik di Amerika Serikat, Eropa, Amerika Latin, dan terparah di Asia. Diantara krisis ekonomi yang pernah melanda dunia adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Depresi Berkepanjangan 1873 – 1896&lt;br /&gt;Sesuai namanya, depresi ini menelan waktu 23 tahun sejak 1873 hingga 1896. Runtuhnya Bursa Efek Vienna menyebabkan depresi ekonomi yang menyebar ke seluruh dunia. Ini sangat penting dicatat dimana pada periode ini, produksi industri global meningkat pesat. Di Amerika Serikat misalnya, pertumbuhan produksi mencapai empat kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Depresi Besar 1929&lt;br /&gt;Depresi yang paling besar dan dikenang sepanjang sejarah. Terjadi selama 10 tahun sejak 1929 hingga 1939. Pasar saham di seluruh dunia saat itu berjatuhan dan bank-bank di Amerika Serikat mengalami kebangkrutan. Jutaan pengangguran bermunculan dan kemiskinan merajalela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Depresi Ekonomi 2008&lt;br /&gt;Depresi yang saat ini tengah melanda dunia. Hal ini disebabkan beberapa faktor diantaranya naiknya harga minyak yang menyebabkan naiknya harga makanan di seluruh dunia, krisis kredit dan bangkrutnya berbagai investor bank, meningkatnya pengangguran sehingga menyebabkan inflasi global. Bursa saham di beberapa negara terpaksa ditutup beberapa hari termasuk di Indonesia, harga-harga saham juga turut anjlok. Diperkirakan depresi ekonomi kali ini separah/ lebih parah dari depresi besar ekonomi 1929.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam Sebagai Solusi&lt;br /&gt;Krisis demi krisis tersebut semakin mengukuhkan rapuhnya sistem ekonomi liberal. Dalam menganalisa penyebab utama timbulnya krisis ekonomi, banyak para pakar ekonomi berkonklusi bahwa kerapuhan fundamental ekonomi (fundamental economic fragility) adalah merupakan penyebab utama munculnya krisis ekonomi. Hal ini seperti disebutkan oleh Michael Camdessus pada tahun 1997, saat sebagaian besar negara Asia dilanda krisis keuangan,  Direktur International Monetary Fund (IMF) dalam kata-kata sambutannya pada Growth-Oriented Adjustment Programmes sebagai berikut: "Ekonomi yang mengalami inflasi yang tidak terkawal, defisit neraca pembayaran yang besar, pembatasan perdagangan yang berkelanjutan, kadar pertukaran mata uang yang tidak seimbang, tingkat bunga yang tidak realistik, beban hutang luar negeri yang membengkak dan pengaliran modal yang berlaku berulang kali, telah menyebabkan kesulitan ekonomi, yang akhirnya akan memerangkapkan ekonomi negara ke dalam krisis ekonomi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakar manajamen tingkat dunia, Peter Drucker, menyebut gejala ketidak seimbangan antara arus moneter dan arus barang / jasa sebagai adanya decopling, yakni fenomena keterputusan antara maraknya arus uang (moneter) dengan arus barang dan jasa. Fenomena ketidak seimbangan itu dipicu oleh maraknya bisnis spekulasi (terutama di dunia pasar modal, pasar valas dan properti), sehingga potret ekonomi dunia seperti balon, inilah kemudian dikenal istilah bubble economy. Disebut ekonomi balon, karena secara lahir tampak besar, tetapi ternyata tidak berisi apa-apa kecuali udara. Ketika ditusuk, ternyata ia kosong. Jadi, bublle economy adalah sebuah ekonomi yang besar dalam perhitungan kuantitas moneternya, namun tak diimbangi oleh sektor riel, bahkan sektor riel tersebut amat jauh ketinggalan perkembangannya. Timbulnya ekonomi balon juga sebagai dampak dari kegagalan ekonomi liberal dalam menjaga stabilitas perekonomian dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran sederhana dari fenomena decoupling tersebut, misalnya sebelum krisis keuangan global melanda dunia, dalam satu hari, dana yang gentayangan dalam transaksi maya di pasar modal dan pasar uang dunia, diperkirakan rata-rata beredar sekitar 2-3 triliun dolar AS atau dalam satu tahun sekitar 700 triliun dolar AS. Padahal arus perdagangan barang secara international dalam satu tahunnya hanya berkisar 7 triliun dolar AS. Jadi, arus uang 100 kali lebih cepat dibandingkan dengan arus barang. Dalam ekonomi Islam, jumlah uang yang beredar bukanlah variabel yang dapat ditentukan begitu saja oleh pemerintah sebagai variabel eksogen. Dalam ekonomi Islam, jumlah uang yang beredar ditentukan di dalam perekonomian sebagai variabel endogen, yaitu ditentukan oleh banyaknya permintaan uang di sektor riil atau dengan kata lain, jumlah uang yang beredar sama banyaknya dengan nilai barang dan jasa dalam perekonomian&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam ekonomi Islam, sektor finansial mengikuti pertumbuhan sektor riil, Inilah perbedaan konsep ekonomi Islam dengan ekonomi liberal. Ekonomi liberal memisahkan antara sektor finansial dan sektor riil. Sedangkan ekonomi Islam mengaitkan sektor moneter dan riil secara ketat, sehingga kegiatan ekonomi dan bisnis benar-benar riil, dan tidak ada spekulasi dan transaksi maya lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ekonomi Islam sangat bertolak belakang dengan liberal kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada warganya serta komunis yang ekstrim, ekonomi Islam menetapkan bentuk perdagangan serta perkhidmatan yang boleh dan tidak boleh di transaksikan. Ekonomi dalam Islam harus mampu memberikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha.  Maka, dengan sistem ekonomi Islam, ekonomi dunia dan negara akan jauh lebih stabil dan tentunya jauh lebih adil. Mudharat dan bahaya sistem ekonomi liberal telah terbukti nyata di berbagai belahan dunia. Dengan demikian dapat dipastikan bahwa sistem ekonomi Islam adalah solusi dan terapi mujarab krisis ekonomi dunia serta solusi terbaik atas kegagalan ekonomi liberal untuk kesejahteraan yang adil dan merata. Wallahu a'lam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Pustaka:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agustianto, Akar krisis keuangan global, Pesantrenvirtual.com&lt;br /&gt; Didin S Damanhuri, Problem Utang dalam Hegemoni Ekonomi, Gramedia &lt;br /&gt; Hofmann Murad,  Menengok Kembali Islam Kita. Pustaka Hidayah 2002&lt;br /&gt; Id.wikipedia.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8870658681278989738?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8870658681278989738/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8870658681278989738&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8870658681278989738'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8870658681278989738'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/08/ekonomi-islam-sebagai-solusi.html' title='EKONOMI ISLAM SEBAGAI SOLUSI'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8788342733131152264</id><published>2009-08-27T16:22:00.001+07:00</published><updated>2009-08-27T16:24:17.967+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Renungan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku,&lt;br /&gt;bahwa sesungguhnya ini hanya titipan&lt;br /&gt;Bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya,&lt;br /&gt;bahwa hartaku hanya titipan Nya...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, mengapa aku tidak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku?&lt;br /&gt;Untuk apa Dia menitipkan ini padaku?&lt;br /&gt;Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini?&lt;br /&gt;Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yg bukan milikku?&lt;br /&gt;Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh&lt;br /&gt;Nya?&lt;br /&gt;Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah,&lt;br /&gt;kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka,&lt;br /&gt;kusebut dengan panggilan apa saja yang melukiskan bahwa itu adalah derita&lt;br /&gt;Ketika aku berdoa, kuminta titipan yg cocok dengan hawa nafsuku,&lt;br /&gt;aku ingin lebih banyak harta, lebih banyak mobil, lebih banyak rumah,&lt;br /&gt;lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan.&lt;br /&gt;Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku&lt;br /&gt;Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika:&lt;br /&gt;"aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku,&lt;br /&gt;dan nikmat dunia kerap menghampiriku&lt;br /&gt;Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih&lt;br /&gt;Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku" dan&lt;br /&gt;menolak keputusan Nya yang tak sesuai keinginanku,&lt;br /&gt;Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk&lt;br /&gt;beribadah...&lt;br /&gt;"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja"&lt;br /&gt;WS Rendra&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8788342733131152264?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8788342733131152264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8788342733131152264&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8788342733131152264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8788342733131152264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/08/renungan.html' title='Renungan'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8368720204359880468</id><published>2009-08-27T16:17:00.002+07:00</published><updated>2009-08-27T16:21:55.753+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Politisir Dakwah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Oleh : Mamak Ihul&lt;br /&gt;Politik  (as-Siyasah) adalah sebuah upaya dan kegiatan yang dilakukan dengan cara-cara tertentu untuk mencapai tujuan atau misi tertentu. Apabila dia seorang da'I, maka politik baginya adalah cara bagaimana agar pesan-pesan keagamaannya dapat terima dan menjadikan masyarakat tercerahkan.&lt;span class="fullpost"&gt; Begitu pula seorang karyawan. Politik bagi  seorang karyawan adalah bagaimana menemukan cara-cara atau metode-metode tepat agar dapat menjalankan fungsinya dan meraih keberhasilan. Oleh karenanya, setiap individu pada hakekatnya tidak mungkin terlepas dari politik sesuai dengan kadar dan kualitasnya. Politik bagi kaum Muslimin merupakan suatu kebutuhan dan keniscayaan karena politik sangat berkaitan dengan semua bidang dan dimensi kehidupan. Islam boleh jadi merupakan agama yang paling kaya dengan pemikiran politik. Antony Black dalam bukunya ) menjabarkan bahwa pemikiran politik Islam terentang mulai masalah etika politik, filsafat politik, agama, hukum, hingga tata negara. &lt;br /&gt;Politik dan Dakwah, Sebuah Persinggungan.&lt;br /&gt;Sebagaimana pada pengertian politik diatas bahwa tidak mungkin kita terlepas dari  politik. Hukum, Pendidikan, Ekonomi dan lain sebagainya akan tergantung perkembangannya dengan kebijakan-kebijakan politis yang menyertainya. Bahkan mungkin tidak akan berjalan tanpa ada kemauan politik dari semua stakeholderss-nya. Dengan demikian, politik sesuai dengan fungsinya adalah sebagai alat untuk mencapai tujuan yang direncanakan. &lt;br /&gt;Sedangkan dakwah sebagaimana dalam firman Allah Swt dalam surat An Nahl ayat 125 :&lt;br /&gt;Artinya : "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah  ) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk".&lt;br /&gt;Dakwah merupakan kewajiban seorang Muslim apapun profesinya dan dimanapun dia berada sesuai dengan kapasitas masing-masing. Dakwah merupakan salah satu bentuk ketaatan kepada Allah Swt dan Rasul-Nya, dengan tujuan memberikan pencerahan kepada manusia seluruhnya tentang ketauhidan Allah Swt dan taat kepada syariat-Nya.&lt;br /&gt;Kaitannya dengan politik, maka politik adalah alat untuk mencapai tujuan dakwah, yakni memberikan pencerahan. Sebagai alat, politik harus memposisikan diri dan diposisikan dengan tepat dan tidak boleh malah beralih fungsi menjadi tujuan dan dakwah menjadi alat. Kalau ini terjadi, maka sudah pasti akan adanya distorsi nilai-nilai agama. Ini terjadi apabila politisi yang da'i telah terkekang oleh ambisi sesaat dan terjerembab kepada rayuan syaithon yang menyesatkan. &lt;br /&gt;Inilah yang kita hadapi saat sekarang ini. Dakwah dan politik menjadi sebuah persinggungan yang saling mengalahkan. Ketika dakwah mulai kalah dan disinggirkan fungsinya menjadi alat menggapai keinginan politik (political wiill), maka disinilah sebenarnya telah terjadi penodaan dan penghinaan terhadap Agama. Kenapa demikian? karena dakwah hanya sebagai pemanis bibir saja (lip service) dalam arti menjual nilai-niali agama untuk ambisi tertentu. &lt;br /&gt;Artinya : "Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir". (QS. Al Maidah : 44).&lt;br /&gt;Baru saja kita melewati satu pesta demokrasi, pemilihan presiden dan wakil presiden periode 2009-2014. Terlepas dari polemik yang berkembang mengenai indikasi-indikasi kecurangan, kita tentu dapat melihat dengan mata telanjang dan mengambil pelajaran minimal sekedar persepsi terhadap kecondongan-kecondongan politik para elite politisi Islam (partai Islam). Apakah benar tujuannya adalah dakwah? kalaupun ia, apakah benar jalan yang ditempuh? tentu kita masih ingat ketika panasnya hawa persaingan politik dan setumpuk kepentingan-kepentingan duniawinya (jauh dari kepentingan dakwah) memancing pernyataan-pernyataan bodoh dan kotor, "apalah arti selembar kain". na'uzubillah.&lt;br /&gt;Penulis tidak dalam posisi ber Su'uzhon (buruk sangka). Bisa jadi jauh dilubuk hati yang paling dalam pernyataan itu tidaklah sesuai dengan hati nurani mereka. Namun yang perlu dicatat bahwa bila politik sudah menjadi tujuan dan mengabaikan etika berpolitik ala Islam dengan hakekat kepada nilai ibadah, maka segala sesuatunya akan sulit untuk di kontrol. Simaklah salah satu komentar dalam salah satu dialog; "Agama ya Agama Politik ya politik jika agama masuk dalam lingkungan politik dan politiknya jadi jahat agamanya akan tercela secara umum politik itu cenderung jahat…." &lt;br /&gt;Hakekat kemenangan dalam perpolitikan Islam bukanlah semata mengumpulkan sebanyak mungkin pendukung (recrutmen) dan menggapai kekuasaan meskipun harus berkoalisi dengan orang-orang yang tidak tepat melalui kesepakatan pembagian kekuasaan. Akan tetapi, hakikat kemenangan adalah ketika kita berpihak pada nilai-nilai keislaman tersebut walaupun secara kasat mata belum banyak kekuasaan yang dicapai dan diraih. Tetapi, ketika para dai yang politisi ini mendapatkan jabatan dan kekuasaan tersebut dengan cara-cara yang baik dan benar, maka itulah sejatinya hakikat kemenangan.&lt;br /&gt;Pelajaran dari Perang Uhud&lt;br /&gt;Perang uhud sangat terkenal. Pada kali pertama kaum Muslimin diberikan kemenangan oleh Allah karena semua tentara kaum Muslimin memiliki kedisiplinan yang tinggi pada aturan dan ketentuan. Semuanya merasa ikhlas dan memiliki motivasi yang sama, yakni berjuang serta berjihad di jalan Allah SWT. Akan tetapi, ketika terjadi perebutan ghanimah (rampasan perang) dan adanya tentara yang tidak disiplin pada aturan, yakni ketika pasukan pemanah ( ar-Rummah) diperintahkan untuk tetap pada posisinya dalam kondisi apa pun, tetapi karena mereka (pasukan pemanah) tergoda dengan banyaknya ghanimah yang diperebutkan oleh para tentara yang lain, mereka turun meninggalkan posisinya untuk ikut memperebutkan ghanimah tadi. Hal itu dimanfaatkan oleh musuh untuk menyerang balik pasukan kaum Muslimin. Maka terjadilah musibah itu. Banyak para sahabat yang mati syahid .&lt;br /&gt;Kekhawatiran penulis tentu beralasan bila melihat penomena sekarang ini dan mengambil ibroh dari perang ihud. Syahwat-syahwat politik politisi kita yang terkadang lari dari kerangka nilai-nilai politik Islam justru akan menghancurkan dan merusak cintra poitik Islam itu sendiri. Dan ini mungkin telah terjadi, orang-orang diluar Islam menganggap bahwa politik Islam ya seperti PKS, PPP, PKB dan lain-lain. Alangkah malunya apabila itu benar terjadi. Karena apa bedanya kita dengan mereka?. Penulis tidaklah sampai kepada kesimpulan salah seorang fungsionaris sebuah ormas, bahwa sebenarnya merekalah yang mengobok-obok dan merusak citra dan hazanah politik Islam (baca:PKS). Mungkin karena melihat politisinya yang dianggap sudah nyeleneh (menyimpang). Kalau begitu, (sempat terlintas dalam benak penulis) apa sebaiknya dilarang saja ada politisi yang mendirikan partai yang mengusung jargon-jargon atau simbol-simbol Islam, agar apapun prilaku partai tidak identik dengan Islam itu sendiri. Bukankah di Masyarakat Madinah tidak ada Partai Politik Islam? lalu, kemana syahwat politik kita disalurkan? bukankah fungsionaris kita juga doyan? He..he..&lt;br /&gt;Dari pada ngelantur terus, mari kita simak kembali pernyataan Ir. Soekarno, Presiden pertama kita, Indonesia. "Agama apabila dimasukkan kepada sistem pemerintahan maka akan mejadi alat untuk menindas dan menghukum dengan kejam" . Mungkin pernyataan-pernyataan itu adalah akibat langsung daripada image yang telah tertanam dan menjadi berkembang di tangan orang-orang Islam sendiri melalui prilaku-perilaku politiknya.&lt;br /&gt;Misi Politis dalam Bingkai Hijrah Rasullah Saw &lt;br /&gt;“Dan orang-orang yang berhijrah karena dan untuk Allah, sesudah mereka dizalimi, pasti Kami akan memberikan tempat dan posisi yang baik kepada mereka di dunia. Dan sesungguhrtya pahala di akherat adalah lebih besar, kalau mereka mengetahui” (An Nahl/16:41) &lt;br /&gt;Hijriyah mengandung makna yang mendalam berkaitan dengan peristiwa bersejarah yang dijadikan tonggak penetapan tahun Hijriyah. Peristiwa bersejarah itu tidak lain dan tidak bukan adalah peristiwa hijrah dari Mekkah ke Madinah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya, dengan berbagai peristiwa yang menyertainya. &lt;br /&gt;Jika kita tilik kembali sejarah hijrah Rasulullah SAW tersebut, paling tidak ada dua hal yang semestinya bisa kita pungut untuk kemudian kita reaktualisasikan dalam dakwah kekinian. Pertama, hijrah tidak bisa dilepaskan dari situasi dan kondisi yang melatarbelakanginya. Situasi dan kondisi yang dimaksud adalah adanya intimidasi tak terhentikan—dalam berbagai bentuknya—dari kaum kafir Quraisy terhadap Rasulullah SAW dan para sahabatnya. Jika kita telaah lebih jauh, intimitasi itu terjadi, terutama, karena umat Islam dalam posisi politik yang lemah. &lt;br /&gt;Padahal dengan intimidasi itu umat Islam tidak memiliki perlindungan yang berarti dalam pelaksanaan hak-hak keagamaan dan kemanusiannya. Lebih dari itu misi kerasulan (rahmatan lil alamin) yang diemban Muhammad SAW sulit untuk tercapai. Mengingat misi itu bersifat mendasar dan mengandung implikasi perubahan besar, tepatnya penghancuran, terhadap ideologi sesat yang dianut oleh mayoritas elit dan massa Mekkah waktu itu. &lt;br /&gt;Kedua, dalam rangka membangun kekuatan politik itulah Rasulullah SAW melakukan hijrah ke Madinah. Tak heran jika akhirnya terbentuk negara Madinah, yang berbasis sepenuhnya pada ideologi Islam; yang memiliki pranata politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pertahanan-keamanan sendiri. &lt;br /&gt;Dengan negara Madinah itulah akhirnya Rasulullah SAW memiliki kekuatan politik untuk melindungi hak-hak keagamaan dan kemanusiaan, bukan saja bagi umat Islam sendiri melainkan juga bagi warga non-Islam. Yang penting juga untuk dicatat, dengan kekuatan politik itu pula Rasululah SAW dan para sahabat berhasil kembali ke Mekkah secara damai (fathul makkah).&lt;br /&gt;Umat Islam kini tersebar di berbagai belahan bumi. Sebagian mereka menjadi penduduk mayoritas dan sebagian lagi menjadi penduduk minoritas. Ironisnya, baik dalam kemayoritasan maupun keminoritasan, umat Islam hampir selalu menjadi bulan-bulanan pihak-pihak lain. Kasus pembantaian Muslim Maluku beberapa tahun silam adalah contoh nyata yang tak bisa dilupakan. Dalam kemayoritasannya di Indonesia, ternyata umat Islam tidak mampu membendung berbagai bentuk intimitasi dan penghancuran terhadap bagian dirinya sendiri. &lt;br /&gt;Itu semua terjadi karena komunitas umat Islam di banyak negara berada dalam posisi politik yang lemah. Lemahnya posisi politik itu bukan saja dalam berhadapan dengan kekuatan politik lokal dalam sebuah wilayah negara, melainkan juga, ketika berhadapan dengan kekuatan politik global. &lt;br /&gt;Tak terbantahkan bahwa saat ini dunia, termasuk dunia Islam; sedang dikuasai oteh sivilasi Barat dengan konsep kapitalisme, liberalisme, dan demokrasi. Pascaperang dingin, Barat yang dimotori Amerika menjadi satu-satunya pemegang hegemoni politik (dan ekonomi) dunia. Mereka menjadi “polisi dunia” yang tidak mau lepas dari semua aspek perubahan dinamisme bangsa di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali negara-negara yang di dalamnya komunitas terbesarnya adalah Muslim. &lt;br /&gt;Kenyataan seperti ini tentu memprihatinkan, sekaligus menjadi pemicu kesadaran kita, betapa umat Islam harus memiliki posisi politik yang kuat. Dalam perspektif inilah hijrah menemukan relevansinya. Pertama, hijrah telah mengajarkan bahwa dalam posisi politik yang lemah, umat Islam tidak akan bisa melaksanakan hak-hak keagamaan dan kemanusiaannya, apalagi menjalankan misi ke-rahmatan lil alamian-annya. Apa yang dialami oleh Nabi SAW di Mekkah dan apa yang kini menjadi realitas umat Islam adalah pelajaran berharga, betapa marginaiisasi umat Islam lebih disebabkan oleh lemahnya posisi politik. &lt;br /&gt;Kedua, hijrah mengajarkan agar umat Islam membapgun kekuatan politiknya sendiri agar mampu melindungi hak¬-haknya sendiri dan menjalankan misi keagamannya. Apa yang dilakukan Nabi SAW di Madinah menjadi pelajaran berharga bahwa kekuatan politik sangat penting bagi penegakan nilai-¬nilai. &lt;br /&gt;Ketiga, hijrah tidak mengajarkan eksklusifisme. Meskipun secara fisik Rasulullah SAW dan para sahabat berpindah dari Mekkah (yang penuh intimidasi dan kesesatan) menuju Madinah (yang menawarkan kedamaian) tetapi hijrah bukan dimaksudkan untuk mengisolasi diri medan pertarungan (ideologi). Terbukti setelah Rasulullah SAW memiliki kekuatan politik yang solid, beliau kembali lagi untuk menyampaiakn misinya di Mekkah. Jadi hijrah bukan sebuah pelarian, cuci tangan, menghindari tanggungjawab, atau lari dari kenyataan. Hijrah justru cara menyongsong tanggungjawab yang lebih berat. &lt;br /&gt;Demikianlah misi langkah politis yang di bangun oleh Rasulullah Saw. Dalam kondisi yang tidak memungkinkan memang sangat diperlukan terobosan dan kepemimpinan yang berkarakter kuat dan nalar spiritual yang mumpuni. Tidak selalu dibutuhkan langkah-langkah komprontatif dalam berdakwah. Terkadang kita harus keluar dari pertempuran untuk menyiapkan pasukan yang lebih baik dan kemudian mengalahkan musuh tampa peperangan sedikit pun (Fathul Makkah).&lt;br /&gt;Politik Islam dalam Realitas Ke-Indonesiaan&lt;br /&gt;Masyarakat madani atau dikenal juga dengan Negara Madinah adalah cermin dan rujukan sepanjang masa bagaimana model politik islam (Negara Islam). Dibawah komando Rasulullah Saw dan para sahabatnya madinah kala itu mampu mengakomodir kepentingan-kepentingan semua golongan, lintas etnis dan lintas ideologis. Segala sesuatu menyangkut kehidupan bermasyarakat diatur dan diputuskan dengan konsep ajaran islam yang rahmatan lil 'alamin. Ajaran Islam benar-benar mulya dan dimulyakan kala itu, karena dijalankan oleh orang-orang yang benar dan tepat. Tidak hanya masyarkat muslim yang ikhlas dengan aturan islam, tetapi juga non muslimpun nyaman dan aman olehnya. Negara benar-benar menyatu dengan Agama.&lt;br /&gt;Melihat keadaan Indonesia dan para politisinya yang mengusung jargon politik Islam hari ini, penulis melihat telah banyak nilai-nilai agama yang ditunggangi untuk kepentingan politis, sehingga justru agama menjadi sumber kekerasan dan keributan. Islam adalah sebuah agama dan politik adalah komponen (alat) terkecil dari nya. Namun, sebagian kalangan justru menyeret Islam sebagai kendaraan politik. Islam yang rahmatan lil 'aalmin dengan segala kehebatan-kehebatan semua sisi syariatnya menjadi kabur dan ternodai oleh penafsiran yang salah. Segala sesuatu yang terjadi berkaitan dengan kekerasan sudah pasti dialamatkan kepada wajah Islam. &lt;br /&gt;Memang, agama lainpun seperti kristen dan yahudi memiliki dua sisi tersebut . Kita kenal dengan istilah kristen Evangelical, golongan fundamentalis yang berfungsi untuk merusak, mempitnah citra islam baik di politik maupun ekonomi dan segala aspek kehidupan. Kita ingat sabotase 11 september yang menghancurkan WTC? itulah salah satu propaganda evangelical dalam merusak citra politik Islam. Politik Islam identik dengan pengboman bunuh diri, terorisme dan lain sebagainya. Ironisnya, di Indonesia (di Negara lain juga) justru umat islam sendiri yang kemudian menjadi tokoh-tokoh yang berperan aktif merusak cintra Islam lewat berbagai macam kesempatan dan kepentingannya. &lt;br /&gt;Indonesia, melihat peraturan perundang-undangan yang berlaku di dalamnya, sebenarnya banyak sekali aturan-aturan yang diadopsi dari nilai-nilai Islam. Undang-undang pernikahan adalah salah satu yang menonjol dengan nuansa Islamnya. Tetapi masalahnya adalah ketika Sistem atau nilai-niali Islam yang tidak dijalankan dengan sempurna atau dijalankan oleh orang yang tidak paham ideologinya, ditambah lagi sistem perusak yang telah lama menjadi panutan kita saat ini, justru menurut hemat penulis hal ini membahayakan Islam sendiri. Jika agama tidak lagi dipakai dengan benar dan tidak ada lagi orang benar yang siap memakainya, lalu apa masih layak ajaran islam ini disandingkan dengan Konsep negara seperti ini (politik)?&lt;br /&gt;Sebuah pemandangan yang sangat memilukan kita saksikan di Indonesia. Tokoh-tokoh yang dikenal sebagai orang-orang yang taat beragama, setidaknya demikianlah kesaksian orang-orang disekelilingnya, seperti Noordin M Top misalnya, justru disinyalir sebagai dalang terorisme. Belum lagi tingkah polah politisi Islam yang kita lihat. Apa sebenarnya indikasi seperti ini? distorsi pemahaman terhadap ideologi-kah atau ada muatan-muatan politik yang sangat kuat untuk menggiring opini bahwa islam itu adalah Noordin M Top, PKS, PKB dll?. &lt;br /&gt;Penulis sempat berpikir sedikit sekuler terhadap keadaan ini. Sempat terpikir bahwa sebaiknya untuk keadaan Indonesia saat ini, dalam rangka menghindari penodaan dan pencitraan buruk terhadap politik islam, bagaimana kalau kita menganut sebagian aliran sekularisme yang memberikan batas-batas yang sangat jelas secara proporsional antara hubungan agama dan politik. Agama berfungsi sebagai pengatur hubungan sosial masyarakat dengan Tuhan sedangkan negara befungsi melahirkan tatanan kehidupan politis yang terpisah.&lt;br /&gt;Sudah pasti pemikiran seperti ini akan mendapat penolakan dari berbagai kalangan. Disamping memang agama dan politik saling membutuhkan. Agama dan ajarannya sangat membutuhkan politik (Negara) untuk mengawal dan mengawasi agar keberlangsungan nilai-nilai ajaran dapat berjalan dengan baik. Demikian juga dengan politik (negara) amat sangat memerlukan Agama sebagai ruh dari aktivitasnya, karena tidak semua dapat dibuat  dan dipikirkan oleh akal sehat manusia.&lt;br /&gt;Memang tidak ada perintah dari Al Qur'an dan Hadist untuk menggabungkan Agama dan Politik (Negara) , tetapi juga tidak ada larangan untuk menggabungkan keduanya. Tetapi penulis sepakat dengan KH. Muh. Natsir, dengan pertimbangan segala macam baik dan mudhoratnya, akan lebih baik bila agama dan politik menjadi satu, karena urusan dunia dan akherat tentu tidak bisa saling meninggalkan, satu sama lain saling terikat. Tetapi menurut hemat penulis untuk kondisi dimana agama justru menjadi objek penderita atau alat bukan subjek, maka untuk menghindari "penistaan" dan distorsi ideologis sebaiknya memang harus terpisah secara proporsional sampai batas waktu yang memungkinkan. &lt;br /&gt;Tetapi, setelah melakukan perenungan yang lebih mendalam penulis berpikir bahwa tidaklah mungkin Agama dapat dipisahkan dengan politik (Negara). Sama tidak mungkinnya apabila menganut paham sekulerisme ala kafir, na'uzubillah. Kita hanya perlu berjuang keras untuk memberikan  pendidikan politik yang sehat dan islami kepada masyarakat khususnya para da'i dan politisi. Itulah tugas mulia kita, kembali kepada Hijrah Ala Rasulullah Saw.&lt;br /&gt;Dengan demikian, maka benarlah arah yang diambil oleh lembaga yang kita cintai ini, Hidayatullah, tidak terlibat secara aktif dalam politik praktis khususnya, tetapi tetap memberikan kontribusi politis yang efektif dan terukur. Buktinya apa? salah satunya dalam pilpres kemaren Hidayatullah memilih salah satu calon, JK-Win. Sebenarnya Hidayatullah sudah tahu sejak awal, bahkan mungkin sebelum berkembang isu-isu "satu putaran" kalau JK-Win pasti kalah dan SBY pasti menang. Tetapi dari tinjauan ideologis tentu pilihan harus dijatuhkan kepada yang paling sedikit mudhorotnya, meskipun harus kalah. Inilah karakter Da'i. Kalah menang bukanlah persoalan, tetapi menjaga, dan meletakkan ideologi dan ketaatan kepadanya adalah sesuatu yang harus tetap dijaga. Penulis bangga dengan Hidayatullah, meski memang harus terus komitmen dan dilakukan perbaikan-perbaikan. Bravo Hidayatullah!!. &lt;br /&gt;Ormas  Islam, Negara dalam Negara&lt;br /&gt;Hidayatullah adalah salah satu organisasi besar yang ada di Indonesia saat ini. Muhammadiyah dan NU dengan corak dan arah pemikirannya masing-masing telah lama menjadi icon kehidupan beragama di Indonesia. Penulis memperkirakan berdasarkan informasi yang diterima, jaringan tiga organisasi besar ini telah eksis dan mengakar kuat sampai di setiap desa di seluruh pelosok negeri ini. Muhammadiyah dan NU memang beberapa dekade ini terlihat berkurang tensi pergerakannya dalam penyebaran da'i, tetapi penyebaran da'i tidak berhenti karena telah diteruskan oleh Hidayatullah.&lt;br /&gt;Dilihat dari segi kemapanan organisasi bila tolak ukurnya adalah SDM dan perangkat peraga (Sekolah dari semua jenjang,posisi sosial pengurus, sumber-sumber ekonomi) ketiga organisasi ini dapat dibilang mumpuni walaupun memang harus terus ditingkatkan, khususnya ormas Hidayatullah yang baru seumur jagung bila dibandingkan 2 organisasi sebelumnya. Tetapi, Hidayatullah memiliki militansi kader yang telah teruji dan inilah salah satu kelebihan organisasi ini dengan yang lain.&lt;br /&gt;Dalam tulisan singkat ini penulis hanya ingin mengutarakan satu pemikiran strategis tentang potensi besar Organisasi Islam Indonesia. Apabila organisasi-organisasi ini bisa membangun komunikasi dengan baik, sebenarnya sudah cukup KUAT untuk menggerakkan roda pemerintahan sendiri (hubungan antar ormas) dengan memanfaatkan jaringan organisasi yang telah ada. Kita bisa membangun ekonomi, politik  kehidupan sosial sendiri tanpa menginduk kepada rezim sekuler saat ini. Tentu kita tidak bisa lepas seluruhnya dengan pemerintahan yang telah ada, tetapi apabila ini berjalan dengan sempurna penulis yakin 10-15 kedepan Indonesia bisa menjalankan syariat Islam dengan Kaffah di Indonesia.&lt;br /&gt;Masalahnya adalah pada tingkat  elite organisasi apakah bisa menyatukan hati, bersinergi  dan  membuang jauh jauh ego masing-masing untuk membangun satu kekuatan alternatif saat ini? lalu apakah para elite organisasi saat ini masih cukup didengar petuahnya? atau sudah menjadi ompong karena hilang karismanya oleh pergulatan dunia? sebab dua faktor inilah, elite organisasi dan massa pendukung yang berperan penting.&lt;br /&gt;Tetapi, penulis melihat Hidayatullah telah membangun jaringan yang kuat dan tahun demi tahun semakin solid dengan arah perjuangan yang semakin jelas dan terukur. Andaikan bisa istiqamah terhadap progress yang telah dicapai, Hidayatullah tahun 2015 siap melakukan revolusi kepemimpinan Indonesia. Allahu Akbar!!&lt;br /&gt;Wallahua'lam.  Astaghfirullahil Adzim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8368720204359880468?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8368720204359880468/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8368720204359880468&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8368720204359880468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8368720204359880468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/08/politisir-dakwah.html' title='Politisir Dakwah'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-7464337503522923017</id><published>2009-03-23T11:24:00.001+07:00</published><updated>2009-03-23T11:25:38.083+07:00</updated><title type='text'>Kesaksian Injil Tentang Nabi Muhammad Saw</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;PERTEMUAN BESAR PERTAMAKU&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Terangkanlah kepadaku, bagaimana-kah pendapatmu jika A1-Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani lsrail mengakui (kebenaran) yang seru-pa dengan (yang disebut dalam) Al-Qur’an…’ “(QS. Al-Ahqaaf: 10). Saudara ketua, ibu-ibu dan bapak-bapak, Tema pembicaraan sore ini “Apa Yang Dikatakan In-jil Tentang Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam-tiada keraguan hal ini tentu mengejutkan kebanyakan Anda kare-na pembicara adalah seorang Muslim. Bagaimana bisa ter-jadi seorang Muslim menjelaskan secara terperinci ramalan kitab orang Yahudi dan Kristen?&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak muda, sekitar 30 tahun yang lalu, saya menghadiri serangkaian ceramah keagamaan oleh seorang ahli ilmu agama kristen, yang terhormat Pendeta Hiten, pada “Theatre Royal”, Durban. Paus atau Kissinger? Pendeta yang terhormat ini, menjelaskan secara terpe-rinci ramalan-ramalan Injil. Ia terus membuktikan bahwa kitab Injil meramalkan kebangkitan Sovyet Rusia dan hari akhir. Pada satu tahap ia melanjutkan pembuktian lebih luas bahwa kitab sucinya tidak menghilangkan Paus dari ramalan-nya. Dengan penuh semangat ia berbicara panjang lebar untuk meyakinkan pendengarnya bahwa “Beast 666″ yang disebutkan dalam kitab wahyu tersebut -kitab terakhir dari Perjanjian Baru- adalah Paus, pendeta Kristus dibumi. Tidak pantas bagi kita umat Islam untuk ikut dalam pertentangan anfara Katholik Roma dan Protestan ini. Tetapi, penjelasan terakhir orang Kristen mengatakan bahwa “Beast 666″ pada kitab Injil adalah Dr. Henry Kissinger.&lt;br /&gt;Sarjana-sarjana Kristen berlakujujur dan tak kenal le-lah dalam usahanya membuktikan kasus mereka. Ceramah Pendeta Hiten membuat saya bertanya jika kitab Injil meramalkan banyak hal -bahkan termasuk “Paus” dan “Israel”- maka tentunya harus ada sesuatu yang menga-takan tentang kedermawanan terbesar dari umat manusia-Nabi suci Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam-. Sebagai pemuda saya mulai mencari jawabannya: Saya menemui banyak pendeta, menghadiri ceramah dan membaca segala sesuatu yang dapat saya hubungkan dengan ramalan Injil. Malam ini saya akan menceritakan kepada Anda satu dari tanya jawab-tanya jawab ini dengan seorang dominee dari Gereja Reformasi Belanda.&lt;br /&gt;Angka Keberuntungan 13 Saya diundang ke Transvaal untuk berbicara pada pe-ringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Saya mengetahui bahwa di propinsi tersebut bahasa Afrika digunakan secara umum, bahkan oleh bangsa saya sendiri, saya merasa harus sedikit belajar bahasa ini, sehingga dapat merasa sedikit seperti di rumah sendiri dengan masya-rakat tersebut. Saya membuka buku petunjuk telepon dan mulai menelpon para pembicara gereja Afrika. Saya menya-takan maksud saya kepada para pendeta bahwa saya tertarik berdialog dengan mereka, tetapi mereka semua menolak per-mintaan saya dengan permohonan maaf yang dapat diteri-ma. Angka 13 adalah angka keberuntungan saya. Telepon ke 13 membuat saya merasa senang dan lega. Van Heerden, seorang dominee, setuju untuk bertemu saya di rumahnya pada Sabtu siang, sehingga saya harus pergi ke Transvaal.&lt;br /&gt;Dominee menerima saya di Beranda dengan sambutan yang bersahabat, dan berkata jika saya tidak keberatan, ia akan senang jika ayah mertuanya yang berasal dari Free State (seorang pria tua berumur 70-an) bergabung dengan kami dalam diskusi. Saya tidak keberatan. Kami bertiga duduk di perpustakaannya. . Mengapa Tidak Ada? Saya mengajukan pertanyaan, “Apakah yang dikata-kan Injil tentang Muhammad?” Tanpa ragu-ragu ia menjawab, “Tidak ada!” Saya bertanya, “Mengapa tidak ada? Berdasarkan penafsiran Anda Injil mengatakan banyak hal tentang ke-bangkitan Soviet Rusia dan tentang hari akhir, bahkan ten-tang Paus dari Katholik Roma?”&lt;br /&gt;Dia berkata, “Ya, tetapi tidak ada tentang Muham-mad!” Saya bertanya lagi, “Mengapa tidak ada? Muhammad seorang yang bertanggungjawab membawa jutaan pengikut-nya menjadi sebuah komunitas yang mendunia, yang dengan pengaruhnya, percaya pada: 1. Keajaiban kelahiran Yesus, 2. Bahwa Yesus adalah Mesias, 3. Bahwa dengan izin Tuhan, Ia dapat menghidupkan orang mati, menyembuhkan orang buta sejak lahir dan penderita kusta. Tentunya kitab tersebut (Injil) mengatakan sesuatu ten-tang pemimpin besar manusia ini, yang berkata sangat baik tentang Yesus dan ibunya Maryam?” (Kesejahteraan untuk mereka berdua).&lt;br /&gt;Orang tua dari Free State menjawab, “Anakku, saya telah membaca Injil selama 50 tahun lebih danjika terdapat sesuatu yang menyinggung tentang Muhammad, saya akan mengetahuinya.” Tidak Ada Nama Itu Saya bertanya, “Menurut Anda, bukankah di dalam Perjanjian Lama terdapat ratusan ramalan sehubungan de-ngan kedatangan Yesus”. Dominee menyela, “Bukan ratusan, bahkan ribuan!” Saya berkata, “Saya tidak akan memperdebatkan 1001 ramalan di Perjanjian Lama sehubungan dengan kedatangan Yesus Kristus, karena umat Islam di seluruh dunia telah me-nerimanya tanpa perlu pembuktian dari ramalan Injil mana pun. Kami umat Islam secara defacto telah menerima Yesus dengan pengaruh Muhammad saja, dan saat ini di dunia ter-dapat tidak kurang dari 900.000.000 pengikut Muhammad yang mencintai, memuliakan dan menghormati utusan Tu-han yang besar ini -Yesus Kristus-tanpa perlu diyakinkan oleh umat Kristen melalui arti Injil dalam dialek bahasa mereka. Dari ribuan ramalan tersebut, dapatkah Anda menunjukkan satu saja ramaian yang menyebutkan nama Yesus? Istilah Mesias yang diterjemahkan Kristus adalah bukan nama teta-pi sebuah sebutan. Adakah sebuah ramalan yang mengata-kan bahwa nama Mesias akan menjadi Yesus dan nama ibunya akan menjadi Maria; bahwa yang seharusnya menjadi ayahnya adalah Yusuf si tukang kayu; bahwa ia akan lahir pada masa pemerintahan raja Hero dan lain-lain?&lt;br /&gt;“Tidak! Tidak ada perincian seperti itu!” jawab Do-minee. Saya bertanya, “Lalu bagaimana Anda menyimpulkan bahwa ribuan ramalan tersebut mengacu kepada Yesus?” Apakah Ramalan Tersebut? Dominee menjawab, “Perhatikan, ramalan adalah ka-ta-kata yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ketika hal itu terjadi, kita lihat secara nyata pemenuhan atas apa yang telah diperkirakan di masa lalu dalam ramalan-ramalan tersebut.” Saya berkata, “Apa yang sebenarnya Anda lakukan adalah bahwa Anda menyimpulkan, mencari alasan, me-nempatkan dua dan dua bersama-sama.”&lt;br /&gt;Dia berkata, “Ya.” Saya berkata, “Jika ini yang Anda lakukan dengan ribuan ramalan untuk membenarkan pendapat Anda tentang keaslian Yesus, mengapa kita tidak melakukan sistem yang sama untuk Muhammad? Dominee setuju hal tersebut adalah argumen yang adil, alasan yang dapat diterima dalam memperlakukan masalah tersebut. Saya memintanya untuk membuka Ulangan, pasal 18, ayat 18 (kitab kelima dari kitab Yahudi dan Kristen). Saya membaca ayat tersebut berdasarkan ingatan dalam versi Afrika, dengan tujuan sedikit berlatih bahasa yang digunakan bangsa di Afrika Selatan tersebut.&lt;br /&gt;‘N Profeet Sal Ek Vir Hulle Verwek Uit Die Midde Van Hulle Broers, Soos Jy Is, En Ek Sal My Woorde In Sy Mond Le, En Hy Sal Aan Hulle Se Alles Wat Ek Hom Beveel Deut. 18:18 Terjemahannya sebagai berikut: “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan mena-ruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya.” (In-jil-Ulangan 18: 18) Nabi Seperti Musa Saya meminta maaf karena pelafalan yang tidak jelas dalam membacakan versi tersebut dalam bahasa Afrika. Do-minee meyakinkan saya bahwa saya melakukannya dengan baik. Saya bertanya, “Kepada siapa ramalan tersebut dituju-kan?”&lt;br /&gt;Tanpa keraguan sedikit pun dia menjawab, “Yesus!” Saya bertanya, “Mengapa Yesus, namanya tidak dise-but di sini?” Dominee menjawab, “Karena ramalan adalah kata-ka-ta yang menggambarkan sesuatu yang akan terjadi pada masa yang akan datang, kita temukan kata-kata dalam ayat ini cukup melukiskannya. Anda lihat, kata yang paling pen-ting dari ramalan ini adalah Soos Jy Is (like unto thee), -seperti kamu- seperti Musa, dan Yesus seperti Musa. Saya bertanya, “Dalam hal apa Yesus seperti Musa?”&lt;br /&gt;Jawabannya adalah; “Pertama, Musa adalah seorang Yahudi dan Yesus juga seorang Yahudi; Kedua, Musa adalah seorang nabi dan Yesus juga seorang nabi -karena itu Yesus seperti Musa dan itu tepat sekali seperti yang dikatakan Tu-han kepada Musa- Soos Jy Is. “Dapatkah Anda pikirkan persamaan-persamaan lain antara Musa dan Yesus?” tanya saya. Dominee mengatakan ia tidak dapat memikirkan yang lain. Saya membalas, “Jika hanya dua kriteria ini saja untuk menentukan calon dalam ramalan pada Ulangan 18: 18, ma-ka untuk kasus ini kriteria dapat dipenuhi oleh setiap tokoh setelah Musa pada kitab Injil: -Solomon, Yesaya, Ezekiel, Daniel, Hosea, Yoel, Malachi, Yohanes Pembaptis dan lain–lain, karena mereka semua juga seorang “Yahudi” dan “Na-bi”. Mengapa tidak menerapkan ramalan tersebut kepada salah satu nabi-nabi ini, dan mengapa harus Yesus? Mengapa kita harus menganggap yang satu ikan sementara yang lainnya unggas?” Dominee tidak menjawab. Saya meneruskan, “Perhatikan, kesimpulan saya adalah Yesus hampir tidak seperti Musa, dan jika salah, saya akan senang jika Anda meluruskan saya.”&lt;br /&gt;Tiga Ketidaksamaan Sambil berkata, saya memberi alasan kepadanya: Pertama, Yesus tidak seperti Musa, karena, menurut Anda “Yesus adalah Tuhan”, tetapi Musa bukanlah Tuhan. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee. Dominee menjawab, “Ya.” Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!” Kedua, menurut Anda “Yesus Mati Untuk Dosa-dosa Dunia”, tetapi Musa tidak mati untuk hal tersebut. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.&lt;br /&gt;Dia menjawab lagi, “Ya.” Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa!” Ketiga, menurut Anda “Yesus Pergi Ke Neraka Selama Tiga Hari”, tetapi Musa tidak masuk ke sana. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee. Dia menjawab tanpa perlawanan, “Ya.” Saya menyimpulkan, “Karena itu Yesus tidak seperti Musat” “Tetapi.:.,” kata Dominee menyela. Saya lanjutkan dulu, kataku, “ini semua bukanlah fakta yang sukar, kokoh dan nyata. Hal ini adalah persoalan keyakinan belaka di mana seorang awam dapat tersandung dan jatuh. Marilah kita diskusikan sesuatu yang sangat seder-hana, sangat mudah, yang jika orang awam diundang untuk mendengar diskusi tersebut mereka tidak akan kesulitan mengikutinya, bagaimana?” Dominee sangat senang dengan usulan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DELAPAN ARGUMEN YANG TAK TERBANTAH&lt;br /&gt;1. Ayah dan Ibu Musa mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Mu-hammad juga mempunyai seorang ayah dan seorang ibu. Tetapi Yesus hanya mempunyai seorang ibu, dan ayahnya bukan seorang manusia. Apakah hal ini benar?” Dia berkata, “Ya.” Saya berkata, “Daarom is Jesus nie soos moses nie, maar Muhummed is soos moses!” artinya: “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa!” (Sejak saat ini pembaca akan menyadari bahwa saya menggunakan bahasa Afika hanya bertujuan untuk latihan. Saya harus menghentikan penggunaannya dalam penjelasan ini).&lt;br /&gt;2. Kelahiran Ajaib Musa dan Muhammad lahir secara normal dan alami-ah, yaitu melalui percampuran fisik antara seorang pria dan wanita, tetapi Yesus diciptakan dengan sebuah keajaiban isti-mewa. Dalam Kitab Matius 1: 18 “… sebelum mereka (Yusuf dan Maria) hidup sebagai suami istri, ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus …” Dan, Lukas mengatakan bahwa ketika berita gembira atas kelahiran anak suci tersebut diberitahukan kepada Maria, dia memberi alasan: “… bagai-mana hal itu mungkin terjadi, sedangkan aku belum bersuami? Jawab malaikat itu kepadanya, “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Maha Tinnggi akan me-naungi engkau….” (Lukas l: 34-35).&lt;br /&gt;Kitab Suci Al-Qur’an menegaskan kelahiran Yesus yang ajaib tersebut dalam istilah yang mulia dan luhur dalam menjawab pertanyaan yang logis dari Maria: “Ya Rabbku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh seorang laki-kipun?”Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril): “Demikianlah Allah mencipta-kan apa yang dikehendaki Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepa-danya: “Jadilah” lalu jadilah dia.”(QS. Ali Imran: 47). Bukanlah menjadi keharusan bagi Allah untuk menanam benih pada seseorang atau binatang. Jika Dia menghendaki-nya itu pasti akan terjadi. Ini adalah konsep umat Islam pada kelahiran Yesus. (Ketika saya rnembandingkan versi Al–Qur’an dan Injil tentang kelahiran Yesus kepada pendeta Dunkers, pemimpin masyarakat penginjil, di kota terbesar kami ini, dan ketika saya bertanya, “Versi mana yang lebih Anda sukai untuk diberikan kepada anak perempuan Anda, Al-Qur’an atau Injil?”&lt;br /&gt;Pria tersebut menundukkan kepalanya dan menj awab, “Versi Al-Qur’an.” Dengan cepat saya berkata kepada Doominee, “Apakah benar kelahiran Yesus yang ajaib berlawanan dengan kelahiran Musa dan Muhammad yang alami?” Dia menjawab dengan bangga, “Ya!” Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa tetapi Muhammad seperti Musa”. Dan, Tuhan berkata kepada Musa pada Ulangan 18: 18 “Like unto thee” (Seperti kamu, seperti Musa) dan Mu-hammad seperti Musa. 3. Ikatan Perkawinan Musa dan Muhammad menikah dan mempunyai anak, tetapi Yesus tetap menjadi seorang bujangan selama hidupnya. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.&lt;br /&gt;Dominee menjawab: “Ya.” Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa” 4.Yesus Ditolak Oleh Kaumnya Musa dan Muhammad diterima sebagai nabi oleh kaumnya dalam kehidupan mereka. Tidak ada keraguan bahwa orang-orang Yahudi terus menerus memberi kesulitan kepada Musa, tetapi sebagai bangsa secara keseluruhan, mereka mengetahui bahwa Musa adalah utusan Allah yang dikirim untuk mereka. Orang-orang Arab juga membuat kehidupan Muhammad menjadi menderita. Beliau sangat menderita akibat ulah mereka. Setelah 13 tahun berda’wah di Makkah, beliau harus pindah dari kota kelahirannya.&lt;br /&gt;Tetapi sebelum kematiannya, bangsa Arab secara kese-luruhan telah menerimanya sebagai utusan Allah. Tetapi berdasarkan Injil - “Dia (Yesus) datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerimanya.” (Yohanes 1: 11). Dan bahkan sampai hari ini, setelah 2000 tahun, kaumnya -orang-orang Yahudi, secara keseluruhan telah menolaknya. “Apakah hal ini be-nar?” saya bertanya kepada Dominee. Dominee berkata, “Ya.” Saya berkata; “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.”&lt;br /&gt;5. Kerajaan “Dunia Lain” Musa dan Muhammad adalah nabi dan juga raja. Nabi berarti seorang manusia yang menerima wahyu untuk me-nunjuki manusia dan menyampaikan petunjuk ini kepada ciptaan Allah seperti yang diterimanya tanpa ada penambah-an atau pengurangan. Raja adalah seorang manusia yang mempunyai kekuasaan atas hidup dan mati rakyatnya. Tidaklah penting apakah orang tersebut mengenakan mah-kota atau tidak, atau apakah dia mengenakan pakaian raja; Jika seseorang mempunyai hak untuk memberikan hukuman mati -Dia adalah raja-. Musa memiliki kekuasaan tersebut. Ingatkah Anda orang Israel yang pada hari Sabbath ditemu-kan sedang mengumpulkan kayu bakar, dan Musa menghu-kum mati orang tersebut dengan dilontari batu? (Bilangan 15: 36). Terdapat tindakan kejahatan lainnya yang disebutkan dalam Injil yang karenanya Musa memberikan hukuman mati pada orang-orang Yahudi tersebut. Begitujuga Muham-mad, beliau memiliki kekuasaan atas hidup dan mati kaum-nya. Pada Injil terdapat beberapa contoh orang-orang yang hanya diberi kenabian, tetapi tidak dalam posisi untuk mene-rapkan petunjuk mereka. Beberapa orang suci Tuhan yang tidak berdaya menghadapi penolakan yang keras atas pesan yang disampaikan mereka ini adalah nabi Lot, Jonah, Daniel, Ezra dan Yohanes Pembaptis. Mereka hanya dapat menyampaikan pesan, tetapi tidak dapat memaksakan hukuman. Sayangnya nabi suci Yesus juga termasuk kategori ini. Para penginjil Kristen dengan jelas membenarkan hal ini: Ketika Yesus diseret sebelum Gubernur Roma (Pontius Pilate) menuduhnya sebagai pendusta, Yesus membuat sebuah pernyataan meyakinkan dalam pembelaannya untuk menyangkal tuduhan yang salah:&lt;br /&gt;“Jawab Yesus, ‘Kerajaanku bukan dari dunia ini; Jika kerajaanku dari dunia ini, pasti hamba-hambaku telah melawan, supaya aku jangan diserahkan kepada orang orang Yahudi, akan tetapi kerajaanku bukan dari sini. ” (Yohanes 18: 36). Hal ini meyakinkan Pilatus (seorang penyembah berhala) dengan pemikiran bahwa Yesus tidak sepenuhnya berkuasa atas kemampuan ruhaninya, dia tidak menganggapnya orang yang membahayakan pemerintahan-nya. Yesus hanya menuntut sebuah kerajaan spiritual, dengan kata lain dia hanya menyatakan sebagai seorang nabi. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee.&lt;br /&gt;Dominee menjawab, “Ya.” Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa.” 6. Tak Ada Hukum Baru “Musa dan Muhammad membawa hukum dan aturan baru untuk kaumnya. Musa tidak hanya memberi 10 perintah Allah kepada orang-orang Israel, tetapi hukum-hukum per-ibadatan yang sangat luas sebagai petunjuk kaumnya. Mu-hammad datang kepada sebuah kaum yang sangat bodoh dan biadab. Mereka menikahi ibu tirinya, menguburkan anak perempuannya hidup-hidup, mabuk-mabukan, berzina, menyembah berhala dan berjudi dari hari ke hari. Gibbon melukiskan orang-orang Arab sebelum Islam dalam Decline and Fal 1 of the Roman Empire (artinya: Kemunduran dan Keruntuhan Kekaisaran Romawi.), “Kebrutalan manusia, hampir tanpa perasaan, sulit dibedakan keburukannya dari sisa-sisa penciptaan hewan.” Sukar mendapatkan sesuatu yang membedakan antara manusia dan hewan pada saat itu. Mereka adalah hewan dalam wujud manusia. Dari kebiadaban yang hina ini, Muhammad mengangkat mereka, dalam kata-kata Thomas Carlysle, “Menjadi pembawa obor penerangan dan pelajaran. Bagi bangsa Arab ini adalah kelahiran dari kegelapan menjadi cahaya. Untuk pertama kalinya Arab menjadi hidup karenanya. Masyarakat penggembala yang miskin, mengembara tidak dikenal di padang pasir sejak penciptaan dunia. Perhatikan, tidak dikenal menjadi terkemuka di dunia, yang kecil telah tumbuh menjadi dunia besar. Dalam satu abad kemudian Granada telah berada di tangan bangsa Arab dan Delhi di tangannya yang lain. Pandangan sekilas dalam keberanian, kemegahan, dan cahaya kecerdasan, Arab menyinari bagian yang besar dari dunia… ” Kenyataannya adalah Muhammad memberi-kan kaumnya sebuah hukum dan peraturan yang belum pernah dimiliki mereka sebelumnya.&lt;br /&gt;Mengenai Yesus, ketika orang-orang Yahudi merasa curiga terhadapnya bahwa ia mungkin seorang penipu de-ngan tujuan menyesatkan ajaran mereka, Yesus mengambil penderitaan untuk meyakinkan mereka bahwa dia tidak datang dengan agama baru. Tidak ada hukum baru dan tidak ada peraturan baru. Saya kutip kata-katanya: “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau meniadakan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu, ‘Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi’. “(Matius 5: 17-18).&lt;br /&gt;Dengan kata lain, dia tidak datang dengan hukum atau aturan baru. Dia datang hanya untuk menggenapi hukum lama. Hal inilah yang diberikannya kepada orang-orang Yahudi untuk dimengerti. Kecuali jika ia sedang mencoba menggertak orang-orang Yahudi, agar menerimanya sebagai utusan Allah dan dengan dalih mencoba memasukkan aga-ma baru kepada mereka. Tidak! Utusan Tuhan ini tidak akan pernah berusaha dengan curang untuk menumbangkan aga-ma Tuhan. Dia dengan sendirinya mematuhi hukum. Dia mematuhi perintah-perintah Musa, dan menghormati hari Sabbath. Tidak ada kesempatan seorang Yahudi menunjukkan jari padanya dan berkata, “Mengapa kamu tidak puasa” atau “Mengapa kamu tidak mencuci tanganmu sebelum membelah roti”. Yesus menuduh mereka selalu mengatakan bertentangan dengan muridnya, tetapi tidak pernah berten-tangan dengannya. Hal ini karena sebagai seorang Yahudi yang baik, ia menghormati hukum-hukum nabi yang men-dahuluinya. Singkatnya, ia tidak menciptakan agama baru dan tidak membawa hukum baru seperti Musa dan Muham-mad. “Apakah hal ini benar?” Saya bertanya kepada Domi-nee.&lt;br /&gt;Dan, ia menjawab, “Ya.” Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa.” 7. Bagaimana Mereka Pergi Musa dan Muhammad meninggal dalam kematian yang wajar, tetapi menurut agama Kristen, Yesus dengan kejam dibunuh di tiang salib. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee. Dominee menjawab, “Ya.” Saya menegaskan, “Karena itu Yesus tidak seperti Mu-sa, tetapi Muhammad seperti Musa.” . 8. Surga Sebagai Tempat Kediaman Musa dan Muhammad terbaring dikubur dalam bumi, tetapi menurut Anda, Yesus beristirahat di surga. “Apakah hal ini benar?” saya bertanya kepada Dominee. Dominee setuju. Saya berkata, “Karena itu Yesus tidak seperti Musa , tetapi Muhammad seperti Musa.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BUKTI LEBIH LANJUT&lt;br /&gt;Ismail Anak Pertama Sejak Dominee tanpa daya menyetujui setiap permasa-lahan, saya berkata, “Dominee, sejauh ini yang saya lakukan hanya membuktikan satu point (masalah) dari keseluruhan ramalan. Membuktikan rangkaian kata Like Unto Thee (Seperti kamu - Seperti Musa). RamaIan tersebut lebih ba-nyak dari sebuah ungkapan berikut: “Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperli engkau ini…” Penekanannya pada kata-kata “Dari antara saudara mereka.” Musa dan kaumnya, orang-orang Yahudi, di sini ditujukan sebagai satu kesatuan ras, dan sebagai ’saudara’ mereka tanpa ragu-ragu adalah bangsa Arab. Perhatikanlah, kitab suci Injil menyata-kan Ibrahim (Abraham) sebagai “Sahabat Tuhan”. Ibrahim mempunyai 2 orang istri, Sarah dan Hajar. Hajar melahirkan seorang anak Ibrahim, putra pertamanya. “… dan Ibrahim menamai anak yang dilahirkan Hajar itu Ismail. “(Kejadian 16:15). “Dan, Ibrahrim memanggil Ismail, anaknya…. ” (Ke-jadian 17: 23). “Dan, Ismail, anaknya, berumur 13 tahun ketika dikerat kulit khatannya. “(Kejadian 17: 25). Sampai usia 13 tahun Ismail adalah satu-satunya anak dan benih Ibra-him, ketika perjanjian disahkan antara Tuhan dan Ibrahim. Tuhan memberi Ibrahim anak laki-laki melalui Sarah, yang dinamakan Ishak, yang sangat muda dibandingkan Ismail.&lt;br /&gt;Bangsa Arab dan Yahudi Jika Ismail dan Ishak adalah anak dari ayah yang sama (Ibrahim), maka mereka adalah kakak beradik. Karena itu, anak dari salah seorang mereka adalah saudara dari anak yang lain. Keturunan Ishak adalah bangsa Yahudi dan ketu-runan Ismail adalah bangsa Arab jadi mereka bersaudara satu sama lain. Injil menegaskan “…Dan, dia (Ismail) akan menentang semua saudaranya.” (Kejadian 16: 12). “Dan, dia (Ismail) wafat dan dikumpulkan kepada kaum leluhurnya.” (Kejadian 25: 17). Anak-anak Ishak adalah saudara dari keturunan Ismail. Dengan cara yang sama Muhammad ber-asal dari saudara bangsa Israel, karena dia adalah keturunan anak Ismail putra Ibrahim. Hal ini tepat sekali dengan ra-malan tersebut: “… dari antara saudaramu” (Ulangan 18: 18). Ramalan itu dengan jelas menyebutkan nabi yang akan datang yang seperti Musa, harus tidak berasal dari anak-anak Ismail atau di antara mereka sendiri, tetapi berasal dari antara saudara mereka. Karena itu Muhammad berasal dari saudara mereka.&lt;br /&gt;Firman dalam Mulut Lebih jauh ramalan mengatakan, “… dan Aku akan menaruh fuman-Ku dalam mulutnya…” Apakah artinya jika dikatakan, “Saya akan menaruh firman saya dalam mulut Anda?” Perhatikan, ketika mula-mula saya meminta Anda (Dominee) untuk membuka Ulangan 18: 18 dan jika saya meminta Anda untuk membacanya, lalu Anda telah mem-bacanya, apakah itu berarti saya telah menaruh firman saya dalam mulut Anda?” Dominee menjawab, “Tidak.” Tetapi, saya melanjutkan, “Jika saya mengajari Anda sebuah bahasa yang Anda tidak mempunyai pengetahuan tentangnya, seperti bahasa Arab, dan bila saya meminta An-da untuk membaca atau mengulangi sesudah saya, apa yang saya ucapkan; yaitu:&lt;br /&gt;“Katakanlah, ‘Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula dlperanak- kan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia.’ (QS. Al-Ikhlas: 1-4). Tidakkah saya sedang menaruh kata-kata asing yang belum pernah didengar dan telah kamu ucapkan, ke dalam mulut Anda?” Dominee tentu saja setuju. Dengan cara yang sama, saya berkata; “Kata-kata kitab suci Al-Qur’ an, wahyu yang diberikan oleh Tuhan Yang Ma-ha Kuasa kepada Muhammad diungkapkan.”&lt;br /&gt;Sejarah menyatakan bahwa Muhammad ketika itu ber-usia 40 tahun. Ia berada dalam sebuah gua kira-kira 3 mil ke utara dari kota Makkah. Hari itu adalah malam ke 17 bulan Ramadhan (dalam buku aslinya yang berbahasa Inggris di-tulis: “malam ke 27 bulan Ramadhan). Dalam gua malaikat Jibril memerintahkannya dalam bahasa daerahnya: “`Baca!” atau ‘nyatakan!’ atau ‘bawakan!”‘ Muham-mad ketakutan dan dalam keadaan kebingungan menjawab: “Saya tak dapat membaca!” Malaikat memerintahkan untuk kedua kalinya dengan hasil yang sama. Pada yang ke-tiga kalinya malaikat melanjutkan:&lt;br /&gt;Barulah Muhammad mengerti apa yang harus dilakukannya hanyalah mengulangi untuk berlatih. Dan dia mengulangi kata-kata yang ditaruh dalam mulutnya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari se-gumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah YangMaba Pemurah. Yang mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketabuin,ya.” (QS. Al-’Alaq: 1-5). Ini semua adalah ayat pertama yang diwahyukan kepa-da Muhammad, yang sekarang merupakan permulaan surat ke 96 (Al-’Alaq) dari Al-Qur’an.&lt;br /&gt;Kesaksian Orang-orang Yang Beriman Segera setelah malaikat pergi, Muhammad berlari ke rumahnya. Dengan ketakutan dan berkeringat seluruh tubuhnya, beliau meminta istri tercintanya, Khadijah, untuk menyelimutinya. Beliau berbaring, dan istrinya meman-danginya. Ketika telah tenang kembali, Muhammad menje-laskan kepada istrinya apa yang telah dilihat dan didengar-nya. Khadijah meyakinkannya bahwa ia percaya kepada Muhammad dan bahwa Allah tidak akan membiarkan hal mengerikan seperti itu terjadi padanya. Apakah ini semua adalah pengakuan seorang penipu? Apakah penipu mengaku bahwa ketika seorang malaikat mendatangi mereka dengan pesan dari Yang Maha Tinggi, mereka menjadi kuatir, keta-kutan dan berkeringat seluruh tubuhnya, lari ke rumah menu-ju istrinya? Setiap kritikus dapat melihat bahwa reaksi dan pengakuannya ini adalah dari seorang yang jujur dan tulus, manusia kebenaran -Al Amin- yang jujur, yang tulus dan yang dapat dipercaya.&lt;br /&gt;Selama 23 tahun berikut dalam hidup kenabiannya, kata-kata tersebut ‘ditaruh dalam mulutnya’ dan beliau mengucapkannya. Kata-kata tersebut memberi pengaruh yang tak terhapuskan dalam hati dan pikirannya; dan ketika jumlahnya bertambah, kata-kata suci tersebut dicatatnya pa-da daun, kulit dan tulang belikat hewan, serta di dalam hati murid-murid yang tekun. Sebelum kematiannya, kata-kata ini disusun dalam urutan seperti yang dapat kita temukan saat ini dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Kata-kata wahyu tersebut benar-benar ditaruh di dalam mulutnya; tepat seperti dikatakan dalam ramalan pada diskusi, “Dan Aku akan menaruh Firman-Ku dalam mulutnya.” (Injil - Ulangan 18: 18)&lt;br /&gt;Nabi Yang Ummi Pengalaman Muhammad di dalam gua Hira, kemudi-an dikenal sebagai Jabal Nur, dan reaksinya terhadap wahyu pertama benar-benar memenuhi ramalan Injil yang lain. Pada kitab Yesaya 29:12, kita baca: “Dan apabila kitab itu” (Al-kitab, Al-Qur’an - ‘pembacaan’, ‘pembawaan’) “diberi-kan kepada seorang yang tidak dapat membaca” Nabi yang ummi, Al Qur’an surat Al-A’raf ayat 158, dengan mengatakan, “Baiklah baca ini, Saya berdo’a untuk kamu” (Kalimat: “Saya berdo’a untuk kamu” tidak ada dalam nas-kah Yahudi, bandingkan dengan Katholik Roma “versi Douay” danjuga dengan “versi standar yang sudah direvisi”, Revised Standard Version) “Dan ia akan menjawab, ‘Aku tidakdapatmembaca’. ” “Aku tidak dapat membaca!” adalah terjemahan yang tepat dari kata-kata yang di-ucapkan 2 kali oleh Muhammad kepada Roh Kudus, Malaikat Jibril, ketika dia memerintahkan (”Baca!”).&lt;br /&gt;Izinkan saya mengutip ayat tersebut secara lengkap tan-pa terpotong seperti pada “versi King James” atau “versi yang telah disahkan” yang lebih terkenal: “Dan, apabila kitab itu diberikan kepada seorang yang tidak dapat membaca dengan mengatakan, ‘Baiklah baca ini, saya berdo’a untuk kamu’, maka ia akan menjawab, ‘Aku tidak dapat membaca’.” (Injil - Yesaya 29: 12) Yang perlu diperhatikan adalah belum ada Injil berba-hasa Arab pada abad 6 Masehi, ketika Muhammad hidup dan berda’wah. Disamping itu beliau benar-benar tidak dapat membaca dan menulis. Tak ada seorang manusia pun yang pernah mengajarinya sebuah kata. Gurunya adalah pencipta-nya :&lt;br /&gt;“Dan, tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) me-nurut kemauan hawa nafsunya. Ucapan itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). Yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat. ” (QS. An-Najm: 3-5) Tanpa pengajaran dari seorang manusia pun, ia mem-buat malu orang-orang yang berpengetahuan. Peringatan Penting “Perhatikan!” Saya berkata kepada Dominee, “Bagai-mana ramalan tersebut cocok sekali dengan Muhammad. Kami tak perlu menjabarkan ramalan agar terpenuhi dalam diri Muhammad.”&lt;br /&gt;Dominee membalas, “Semua penjelasan Anda terde-ngar sangat baik, tetapi itu semua tidak mempunyai konse-kuensi yang nyata, karena kami umat Kristen memiliki Yesus Kristus sebagai reinkarnasi Tuhan, yang menyelamatkan kami dari perbudakan dosa!” Saya bertanya, “Tidak penting?” Tuhan tidak menganggap demikian! Dia mengalami banyak kesulitan agar peringatannya diingat. Tuhan tahu bahwa akan ada orang-orang seperti Anda yang dengan ke-pandaian berbicara, dengan senang akan mengurangi kata–katanya, sehingga dia melanjutkan Ulangan 18:18 dengan peringatan yang menakutkan: ayat terdekat berikutnya, “Dan, ha1 tersebut akan terjadi”. “Orang yang tidak mende-ngarkan segala Firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, daripadanya akan Kutuntut pertanggungja-waban.” (Pada Injil Katholik kata-kata terakhirnya adalah –”Aku akan menjadi pembalas dendam”- Aku akan memba-las untuknya - Aku akan membalasnya!) “Apakah hal ini tidak menakutkanmu? Tuhan Yang Maha Kuasa sedang, mengancam pembalasan dendam! Nafas kita terengah-engah jika beberapa penjahat mengancam, tidakkah kamu takut pada peringatan Tuhan?”&lt;br /&gt;“Ajaib dari keajaiban-keajaiban!” Pada Ulangan 18:19 kita mendapatkan pemenuhan lebih jauh pada diri Muhammad! Perhatikan kata-kata, “… firman-Ku yang akan diucapkan Nabi itu dengan nama-Ku,” “Atas nama siapa Muhammad berbicara?” Saya membuka Kitab Suci Al-Qur-’an -terjemahan Ustadz Yusuf Ali, pada surat 114, Surat An-Naas, atau ‘Manusia’- surat terakhir, dan menunjukkan pada Dominee formula di atas, surat tersebut: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Dan di atas surat 113: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Dan setiap surat sebelumnya 112, 111, 110, . . . . . formula dan artinya sama untuk setiap halaman, karena akhir surat-surat akhir adalah pendek dan masing–masingnya kira-kira hanya satu halaman. “Dan apa yang diinginkan ramalan tersebut?’… yang akan diucapkan dia (nabi itu) dengan nama-Ku’ dan atas nama siapa Muhammad berbicara? ‘Dengan nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.’ Isi ramalan tersebut terpenuhi dalam diri Muhammad.&lt;br /&gt;“Setiap surat dalam Al-Qur’an kecuali surat ke 9 (At-Taubah) dimulai dengan formula: “De-ngan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.” Umat Islam memulai setiap kegiatan yang sah menurut hukum dengan formula suci. Tetapi umat Kristen memulai: “Dengan nama Bapak, Anak dan Roh Kudus.” Memperhatikan Ulangan bab 18; saya telah memberi-kan kepada Anda lebih dari 15 alasan bagaimana ramalan tersebut ditujukan kepada Muhammad bukan Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJANJIAN BARU JUGA MEMBENARKAN&lt;br /&gt;Baptis Bertentangan Dengan Yesus Pada Perjanjian Baru, kita temukan bahwa orang–orang Yahudi masih mengharapkan terpenuhinya ramalan “Seorang seperti Musa”, lihat Yohanes 1:19-25. Ketika Ye-sus menyatakan sebagai Mesias dari orang-orang Yahudi, mereka mulai bertanya dimana Elia? Orang-orang Yahudi mempunyai sebuah ramalan paralel bahwa sebelum keda-tangan Mesias, Elia harus datang terlebih dahulu pada keda-tangannya yang kedua. Yesus menyatakan kepercayaan Yahudi ini:&lt;br /&gt;“… Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu dan Aku berkata kepadamu, ‘Elia sudah datang, tetapi orang tidak mengenal dia’,… Pada waktu itu mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.” (Injil - Matius 17: 11-13) Menurut Perjanjian Baru, bangsa Yahudi bukanlah orang-orang yang menerima begitu saja kata-kata siapa pun yang akan menjadi Mesias. Dalam penyelidikannya mereka mengalami kesulitan yang hebat dalam menemukan Mesias yang benar. Dan, kitab Yohanes menyatakan, “Dan inilah kesaksian Yohanes,” (pembaptis) “Ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia, ‘Siapakah engkau?’ Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya, Aku bukan Mesias’.” (Hal ini wajar karena tidak mungkin ada 2 Mesias pada saat bersamaan. Jika Yesus adalah Mesias maka Yohanes tidak mungkin Mesias!)&lt;br /&gt;Dan, mereka bertanya kepadanya, “Kalau begitu, sia-pakah engkau? Elia?” Dia menjawab, “Bukan!” Di sini Yohanes Pembaptis bertentangan dengan Yes-us! Yesus menyatakan bahwa Yohanes adalah Elia dan Yohanes menyangkal bahwa dia adalah yang dimaksud oleh Yesus. Satu dari dua (Yesus atau Yohanes) dilarang Tuhan! Benar-benar tidak berbicara kebenaran. Pada kesaksian Yesus sendiri, Yohanes Pembaptis adalah nabi terbesar bangsa Israel: Aku berkata kepadamu, “Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis….” (Injil - Matius 11: 11)&lt;br /&gt;Kita umat Islam mengetahui bahwa Yohanes Pembap-tis adalah Nabi Yahya Alaihis-salam. Kita memuliakannya sebagai nabi yang benar dari Allah. Nabi Suci Yesus, kita kenal sebagai Isa Alaihis-salam, dia juga dimuliakan sebagai utusan yang hebat dari Yang Maha Kuasa. Bagaimana kami umat Islam menyatakan salah satu dari mereka berbohong? Kita tinggalkan masalah antara Yesus dan Yohanes agar dipe-cahkan oleh umat Kristen, karena kitab suci mereka me-ngandung banyak ketidak sesuaian yang telah mereka sembunyikan sebagai “pernyataan gelap tentang Yesus”. Kami umat Islam sangat tertarik dengan pertanyaan terakhir yang ditujukan kepada Yohanes Pembaptis oleh orang-or-ang Yahudi, “Engkaukan Nabi itu? Dia menjawab, “Bukan!” (Injil - Yohanes 1: 21)&lt;br /&gt;Tiga Pertanyaan Silahkan perhatikan bahwa terdapat 3 pertanyaan yang jelas dan berbeda, ditujukan kepada Yohanes Pembaptis dan 3 buah jawaban “tidak” yang tegas dari Yohanes. Sebagai ikhtisar: l. Apakah engkau Mesias? 2. Apakah engkau Elia? 3. Apakah engkau nabi itu? Tetapi umat Kristen yang berpengetahuan, entah ba-gaimana hanya melihat 2 pertanyaan diterapkan di sini.Un-tuk menjelaskan keragu-raguan bahwa orang-orang Yahudi benar-benar mempunyai tiga ramalan terpisah dalam fikiran mereka ketika mereka menanyai Yohanes Pembaptis. Mari kita baca bantahan orang-orang Yahudi, pada ayat-ayat berikut: .&lt;br /&gt;“Mereka bertanya kepadanya, katanya, ‘Mengapa engkau membaptis, jika engkau bukan Mesias, bukan Elia dan bukan nabi itu?” (Injil - Yohanes 1: 25) Orang-orang Yahudi sedang menunggu terpenuhinya 3 ramalan yang jelas: Pertama, kedatangan Mesias. Kedua, kedatangan Elia dan ketiga, kedatangan nabi itu. “Nabi Itu” Jika kita lihat Injil manapun yang mempunyai indeks atau referensi silang, maka kita akan menemukan dalam catatan pinggir pada halaman dimana kata-kata “Nabi Ter-sebut” atau “Nabi Itu” dalam Yohanes 1: 25 bahwa kata-ka-ta ini mengacu pada ramalan di ulangan 18:15 dan 18. Dan, bahwa “Nabi Itu” - “Nabi Seperti Musa” - ‘Like unto Thee’ telah dibuktikan dengan bukti yang berlimpah bahwa Ia itu adalah Muhammad dan bukan Yesus!&lt;br /&gt;Kami umat Islam tidak menyangkal bahwa Yesus ada-lah “Mesias”, yang diterjemahkan sebagai “Kristus”. Kami tidak mempertentangkan “ribuan dan satu ramalan” yang banyak dikatakan umat Kristen pada Perjanjian Lama yang meramalkan kedatangan Mesias. Apa yang kami katakan adalah Ulangan 18:18 tidak mengacu pada Yesus tetapi itu adalah sebuah ramalan yang jelas tentang Nabi Suci Muham-mad Shallallahu Alaihi wa Sallam. Dominee, dengan sangat sopan berpisah dengan saya sambil mengatakan bahwa ini adalah diskusi yang sangat me-narik dan dia akan sangat senang jika suatu hari saya datang dan berbicara kepada jamaahnya dengan tema tersebut. Satu setengah dasawarsa telah berlalu sejak itu, tetapi saya masih tetap menunggu hak tersebut. Saya yakin Dominee bersung-guh-sungguh sewaktu dia menawarkan, tetapi dia mungkin keras kepala dan siapa yang mau kehilangan domba-dom-banya?&lt;br /&gt;Ujian Pahit Kepada domba-domba kristus saya berkata, “Mengapa tidak menerapkan ujian pahit yang Tuhan kehendaki sendiri agar diterapkan kepada siapa saja yang akan menjadi penuntut kenabian?” Dia telah berkata: “Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik… dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka.” (Injil - Matheus 7: 16-20).&lt;br /&gt;Mengapa Anda takut menerapkan uji coba ini terha-dap ajaran Muhammad? Kamu akan mendapatkan dalam Perjanjian Lama Tuhan - Kitab Suci Al-Qur’an- pemenuhan ajaran Musa dan Yesus yang benar, yang akan membawa kebahagian dan kedamaian yang diinginkan kepada dunia. “Jika seorang manusia seperti Muhammad dianggap kediktatoran dunia modern, dia akan berhasil memecahkan masalah-masalah yang akan membawa dunia kepada kedamaian dan kebahagiaan yang dibutubkan.” (George Bernard Shaw)&lt;br /&gt;Yang Teragung Majalah mingguan “TIME” edisi 15 Juli 1974 memuat opini-opini pilihan dari sejumlah sejarawan, penulis, kaum militer, pengusaha dan lainnya tentang masalah-masalah: “Siapa pemimpin besar dalam sejarah?” Beberapa mengata-kan, Hitler; lainnya mengatakan, Gandhi, Budha, Lincoln dan yang disenangi lainnya. Tetapi Jules Masserman, se-orang psikoanalis Amerika, membuat batas yang tegas dan memberi kriteria yang benar untuk menilai. Dia berkata, “Pemimpin harus memenuhi 3 fungsi: 1. Menyediakan petunjuk yang mensejahterakan, 2. Menyediakan sebuah organisasi sosial di mana rakyat merasa relatif aman, dan 3. Menyediakan mereka satu set keyakinan.”&lt;br /&gt;Dengan 3 kriteria di atas dia meneliti sejarah dan meng-analisanya: Hitler, Pasteur, Caesar, Musa, Confucius dan banyak lagi dan akhirnya menyimpulkan: “Orang-orang seperti Pasteur dan Salk adalah pemim-pin pada pengertian pertama. Orang-orang seperti Gandhi dan Confucius pada satu sisi serta Alexander, Caesar dan Hitler pada sisi lain adalah pemimpin pada pengertian yang kedua dan mungkin yang ketiga. Yesus dan Budha hanya masuk pada kategori ketiga saja. Bolehjadi pemimpin terbe-sar sepanjang masa adalah Muhammad, seorang yang meng-gabungkan ketiga fungsi tersebut, sedangkan untuk tingkatan yang lebih rendah adalah Musa.&lt;br /&gt;Berdasarkan standar obyektif yang dibuat Profesor Universitas Chicago, yang saya yakin adalah seorang Yahudi, Yesus dan Budha tidak termasuk dalam gambaran “Pemim-pin-pemimpin besar umat manusia”, tetapi dengan sebuah kebetulah yang aneh, grup Musa dan Muhammad bersama–sama menambah bobot lebih jauh terhadap argumen bahwa Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa: Ulangan 18: 18 Like unto Thee -Seperti Musa! Yang terhormat Pendeta James L. Dow dalam Collins Dictionary of the Bible memberi bukti lebih jauh, bahwa Yesus tidak seperti Musa, tetapi Muhammad seperti Musa: “Sebagai negarawan dan pemberi hukum, Musa adalah pencipta orang-orang Yahudi. Dia menemukan percampur-an yang tidak tepat dari bangsa Semit, tidak ada satu pun dari…. “Satu-satunya orang dalam sejarah yang dapat dibandingkan kepadanya adalah Muhammad.” (Pendeta James L. Dow)&lt;br /&gt;Sebagai kesimpulan, saya akhiri dengan sebuah kutipan dari seorang pendeta Kristen, komentator Injil, yang kemudian diikuti perkataan Tuhannya: “Kriteria utama dari nabi yang benar adalah karakter moral pengajarannya.” (Prof. Dummelow ) “Dari buahnya kita akan mengetahui mereka.” (Yesus Kristus) Marilah Kita Bermusyawarah Bersama-sama “Katakanlah, ‘Hai Ahli kitab, marilah (berpegang) ke-pada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesutu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang Iain sebagai sesembahan selain Allah’. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mere-ka: ‘Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)’.” (QS. Ali ‘Imran:64)&lt;br /&gt;“Ahli kitab” adalah sebutan penghormatan yang dibe-rikan kepada orang-orang Yahudi dan Kristen di dalam Kitab Suci Al-Qur’an. Di sini umat Islam diperintahkan untuk mengajak -”Hai Ahli kitab!”- Hai orang-orang yang berilmu! Hai orang-orang yang menyatakan sebagai penerima wahyu, kitab suci; Marilah bermusyawarah bersama-sama mencapai konsep yang sama - “bahwa kita beribadah tidak kepada yang lain kecuali Allah, karena tidak ada selain Allah yang layak untuk disembah, bukan karena “…Tuhan, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan Bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku.” (Injil - Keluaran 20:5) Tetapi karena dia Tuhan dan pemberi harapan kita, penyu-sun dan pendukung kita, patut untuk semua pujian, doa dan ketaatan.&lt;br /&gt;Secara abstrak orang-orang Yahudi dan Kristen akan setuju terhadap ketiga hal di dalam ayat Al Qur’an itu. Dalam prakteknya mereka gagal. Terlepas dari penyelewengan ajar-an dari kesatuan atas satu Tuhan yang benar (Allah Subha-nahu wa Ta’ala) ada pertanyaan tentang kependetaan suci, (hal inijuga diturunkan di antara kaum Yahudi), seperti jika seorang manusia belaka -Cohen, atau Paus, atau Pendeta, atau Brahma- dapat menyatakan keunggulan terpisah dari pengetahuan dan kemurnian hidupnya, atau dapat berdiri di antara manusia dan Tuhan dalam beberapa pengertian khusus. Islam tidak mengenal kependetaan.&lt;br /&gt;Keyakinan Islam diberikan kepada kita di sini dalam sebuah bentuk singkat: “Katakanlah (hai orang orang mu’min), ‘Kami ber iman kepada Allah dan apa yang drhuunkan kepada kami, dan apa yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’i1, Ishak, Ya’qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikan kepada Musa dan ‘Isa serta apa yang diberi-kan kepada nabi-nabi dari Rabbnya. Kami tidak mem-beda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepadaNya’.” (QS. Al-Baqarah: 136).&lt;br /&gt;Posisi umat Islam jelas. Seorang Muslim tidak menya-takan mempunyai sebuah agama khusus untuk dirinya sendiri. Islam bukanlah agama suatu golongan atau etnis. Dalam pandangannya semua agama adalah satu, karena ke-benaran adalah satu: Islam adalah agama yang sama dengan agama yang telah disampaikan oleh nabi-nabi terdahulu. (QS. Asy-Syuura: 13). Semua kitab-kitab tersebut mengajar-kan kebenaran. Intinya adalah kesadaran akan kehendak dan rencana Allah serta ikhlas dalam ketaatan atas rencana itu. Jika seseorang menginginkan sebuah agama selain itu, dia menyalahi kodratnya, dan menyalahi keinginan dan rencana Allah. Seperti tidak seorang pun dapat mengharap petunjuk, padahat ia dengan pertimbangan mendalam telah mening-galkan petunjuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-7464337503522923017?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/7464337503522923017/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=7464337503522923017&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7464337503522923017'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7464337503522923017'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/03/kesaksian-injil-tentang-nabi-muhammad.html' title='Kesaksian Injil Tentang Nabi Muhammad Saw'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-4827854637613489257</id><published>2009-03-23T11:22:00.002+07:00</published><updated>2009-03-23T11:23:57.829+07:00</updated><title type='text'>Kitab Suci Budah Beriman Kepada Nabi Muhammad Saw</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Buddha meramalkan kedatangan seorang “Maitreya”:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Hampir semua kitab agama Buddha mengandungi ramalan ini. Di dalam Chakkavatti Sinhnad Suttanta D. 111, 76:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Akan lahir ke dunia ini seorang Buddha yang dikenali dengan nama Maitreya (baik dan murah hati). Maitreya ini ialah seorang yang suci, seorang yang tertinggi dalam kuasa, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, yang bertuah dan yang mengenali alam ini dan apa yang Maitreya ini dapat daripada alam ghaib beliau akan sebarkan risalah ini keseluruh alam. Maitreya ini akan dakwahkan agama beliau yang agung ini daripada awal hingga keakhir. Buddha berkata bahawa Maitreya ini akan memperkanalkan satu cara hidup yang sempurna dan suci sebagaimana aku (Buddha) memperkenalkan agama aku. Pengikut Maitreya ini lebih ramai daripada pengikut aku (Buddha)”.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Di dalam buku ini (Sacred Books of the East jilid 35 muka surat 225&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku bukanlah satu-satunya Buddha sahaja. Selepas aku akan lahir seorang Buddha lagi yang dikenali dengan nama Maitreya. Dia akan memiliki banyak sifat-sifat yang mulia dan utama. Kalau anak murid aku beratus-ratus anak murid, Maitreya tersebut beribu-ribu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Satu Iagi ramalan tentang Maitreya (Kitab Agama Buddha oleh Carus muka surat 217 dan 218-dari negara Ceylon (Sri Lanka). “Ananda (anak murid Buddha) bertanya kepada Gautama Buddha, `Siapakah akan mengajar kita semua selepas kamu meninggalkan kami?‘&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gautama Buddha menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya bukanlah Buddha yang pertama atau yang akhir yang didatangkan ke dunia ini. Selepas aku seorang Buddha lagi akan dihantar ke dunia ini. Dialah seorang yang kudus atau suci, yang mempunyai kesedaran yang tinggi, yang dikurniakan dengan kebijaksanaan, mempunyai akhlak yang baik, yang mengenali alam ini, pemimpin manusia yang bijaksana, yang dikasihi oleh malaikat dan makhluk lain. Dia akan mengajar kepada kamu semua satu agama atau kebenaran yang kekal abadi serta yang terpuji. Agama yang diajar oleh Buddha ini akan menjadi satu cara hidup yang sempurna dan suci. Kalau anak murid aku beratus-ratus tetapi anak murid Buddha ini ialah beribu-ribu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ananda bertanya lagi, ‘Bagaimana kami hendak mengenali Buddha ini ?’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab Gautama Buddha: “Dia akan dikenali dengan gelaran Maitreya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Perkataan `Maitreya’ di dalam bahasa Sanskrit atau “Metteyya” di dalam bahasa Pali bererti dia yang memiliki sifat kasih sayang, belas kasihan, baik atau murah hati. Ia juga membawa makna seseorang yang pemurah dan mesra. Satu perkataan Arab yang membawa erti segala sifat yang tersebut ialah ‘Rahmat’. Di dalam Al-Quran (Surah Al Anbiyaa, Surah 21 ayat 107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan tiadalah Kami (Allah) mengutus kamu (Muhammad),melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) dipanggil dengan gelaran “dia yang bersifat kasih sayang atau rahmat atau ‘Maitreya’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Perkataan Belas Kasihan dan dia yang Bersifat Belas Kasihan disebut di dalam Al-Quran tidak kurang daripada 409 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Tiap-tiap Surah di dalam AI Quran bermula dengan perkataan yang amat indah sekali iaitu “Bismillah Hir-Rahman Nir-Rahim” yang bererti “Dengan Nama Allah Yang Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang’.&lt;br /&gt;Hanya Surah At Taubah (Surah 9) tidak bermula dengan perkataan Bismillah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Perkataan Muhammad ada juga di eja “Mahamet” atau “Mahomet” atau ejaan yang lain dalam berbagai bahasa. Perkataan “Maho” di dalam bahasa Pali dan “Maha” di dalam bahasa Sanskrit bererti sangat baik atau besar atau sangat mulia dan masyhur dan perkataan “Metta” bererti belas kasihan. Maka perkataan “Mahamet” atau ”Mahomet” bererti Belas Kasihan Yang Amat Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ajaran agama Buddha untuk semua lapisan masyarakat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut buku Sacred Books of the East, jilid 11, muka surat 36 Maha-Parinibbana Sutta Bab 2 Ayat 32:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha pernah menyebut “Saya sudah menyampaikan keseluruhan agama saya yang benar kepada semua lapisan masyarakat. Wahai Ananda, (anak murid beliau) seorang Tathagata tidak menyimpan sesuatu kebenaran tetapi dia akan sebarkan atau mengajar keseluruhan agama itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) diperintah oleh Allah Tuhan yang Maha Berkuasa untuk menyampaikan keseluruhan agama Islam kepada semua lapisan masyarakat tanpa menyimpan atau menyembunyikan sesuatu kebenaran. Hatta daripada zaman Nabi (Salawatu Alai Wasalam) hingga ke hari ini dan seterusnya Al-Quran dibaca dan di ajar secara terbuka. Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) dengan tegas melarang sesuatu ajaran agama itu disembunyikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Anak Murid Dan Khadam Yang Setia Kepada Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut buku Sacred Books of the East, jilid 11 muka surat 97 Maha-Parinibbana Sutta Bab 5 Ayat 36:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Di dalam satu syarahan Gautama Buddha memberi tahu kepada pengikut beliau, bahawasanya semua Buddha dahulu memiliki anak murid dan khadam yang amat setia kepada mereka. Anak murid dan khadam yang amat setia kepadaku sekarang ialah Ananda. Seterusnya Buddha yang akan datang pun akan ada anak murid dan khadam yang amat setia kepada mereka”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) pun memiliki seorang anak murid dan khadam yang amat setia. Beliau ialah Anas bin Malik (R.A) yang dihadiahkan oleh keluarga beliau kepada Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) semasa Anas (R.A) berumur 8 tahun. Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) amat mengasihi Anas dan mengangap Anas sebagai anak Baginda sendiri. Anas (R.A) sentiasa mendampingi Nabi (Salawatu Alai Wasalam) mahupun masa senang atau susah, masa perang, atau masa damai sampai Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) wafat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Di dalam peperangan Uhud nyawa Nabi dalam keadaan bahaya dan Nabi hampir dibunuh.Walaupun begitu Anas tetap dengan Nabi.Umurnya di masa itu hanya 11 tahun sahaja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Dalam peperangan Hunain Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) dikepong oleh musuh yang terdiri daripada pemanah dan nyawa Baginda (Salawatu Alai Wasalam) terancam tetapi Anas (R.A) walaupun berumur 16 tahun tetap bersama Nabi (Salawatu Alai Wasalam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa yang tersebut di atas membuktikan bahawa Anas (R.A) ialah seorang anak murid dan khadam yang benar-benar setia kepada Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) sama seperti Ananda kepada Gautama Buddha. Di dalam satu peristiwa Buddha di serang oleh seekor gajah yang gila. Walaupun demikian Ananda tetap bersama Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Enam Kriteria Untuk Mengenali Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut Kitab Agama Buddha yang di tulis oleh Carus, muka surat 214:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Buddha pernah berkata: “Terdapat dua peristiwa di mana rupa Tathagata (Buddha) akan jadi amat cerah. Peristiwa yang pertama ialah di waktu malam bila mana beliau sudah sampai ke tahap yang paling tinggi dari segi rohani (Nirvana). Peristiwa yang kedua ialah pada malam Buddha meninggal dunia yang fana ini (dia mati)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut Gautama Buddha ada enam kriteria untuk mengenali seorang Buddha:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Seorang Buddha akan mencapai tahap yang paling tinggi dari segi rohani (Nirvana) di waktu malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Di waktu dia mencapai Nirvana rupanya akan menjadi amat cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Seorang Buddha akan meninggal dunia atau mati dengan sebab yang biasa (natural death).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Seorang Buddha akan meninggal dunia di waktu.malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Sebelum kematian rupanya akan menjadi amat cerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;Selepas kewafatan,seorang Buddha tidak akan wujud atau ada di alam dunia ini lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt; Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) mencapai darjat yang paling tinggi di waktu malam bila mana Baginda (Salawatu Alai Wasalam) di lantik menjadi seorang Rasul.Daripada Al-Quran (Surah Dukhan - Surah 44 Ayat 2-3):“Demi Kitab (Al-Quran) yang menjelaskan, sesungguhnya Kami (Allah) menurunkannya pada suatu malam yang diberkati dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan”. Mengikut satu lagi ayat daripada Al-Quran (Surah Al Qadr (Kemuliaan) Surah 97 Ayat 1).“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Semasa Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) di lantik menjadi seorang Rasul baginda merasa dirinya dan kefahamanya dipenuhi dengan cahaya rohani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) wafat atau meninggal dunia dengan sebab yang biasa (natural death).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Mengikut Siti Aisyah (R.A) Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) wafat atau meninggal dunia di waktu malam. Malam kewafatan Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) tidak ada minyak lampu di rumahnya. Hatta Siti Aisyah (R.A) terpaksa meminjam sedikit minyak untuk menyalakan lampu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Mengikut Anas (R.A) (Anak murid dan khadam setia kepada Nabi) malam kewafatan Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) rupa Nabi (Salawatu Alai Wasalam) amat cerah sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&gt;&gt;Selepas pengkebumian Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam) (jasadnya) tidak dilihat lagi di alam dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Semua Buddha adalah Pendakwah atau memberi Peringatan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut Dhammapada (Sacred Books of East, jilid 10 muka surat 67) “Semua Jathagatas (Buddha) adalah Pendakwah atau memberi peringatan”.Dalam Al Quran Allah (SubhanAllah Wa Taala) menyebut tentang Nabi Muhammad (Salawatu Alai Wasalam).“Maka berilah peringatan, kerana sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka” (Al-Quran, Surah Al-Ghaasyiyah, (Surah 88 Ayat 21-22).6. Ramalan Gautama Buddha Untuk Mengenali Seorang Maitreya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut Dhammapada, Mattaya Sutta, 151: Maitreya yang di tunggu akan memiliki sifat-sifat yang terpuji seperti yang tersebut dibawah:Perasaan belas kasihan untuk semua makhluk. Seorang utusan keamanan dan seorang pendamai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang paling berjaya di alam ini. Maitreya sebagai pendakwah moral adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Seorang yang sentiasa bercakap benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Yang berbudi bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Yang bersifat lemah lembut dan dari keturunan bangsawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Tidak sombong atau angkuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Sebagai raja atau pemimpin kepada makhluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· Sebagai contoh ikutan (dalam amalan dan perkataan atau percakapan) untuk semua manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-4827854637613489257?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/4827854637613489257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=4827854637613489257&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/4827854637613489257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/4827854637613489257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/03/kitab-suci-budah-beriman-kepada-nabi.html' title='Kitab Suci Budah Beriman Kepada Nabi Muhammad Saw'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-9135531251895149697</id><published>2009-03-19T14:28:00.000+07:00</published><updated>2009-03-19T14:31:41.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Nasehat bijak</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua :&lt;br /&gt;"Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Kenapa kita merasa bosan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua :"Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Bagaimana menghilangkan kebosanan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua:"Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua :"Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua :&lt;br /&gt;"Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tamu itu pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua :"Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :"Contohnya? "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak Tua :"Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tamu itu pun pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tamu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain&lt;br /&gt;sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi.&lt;br /&gt;Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum Pak Tua berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-9135531251895149697?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/9135531251895149697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=9135531251895149697&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/9135531251895149697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/9135531251895149697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/03/nasehat-bijak.html' title='Nasehat bijak'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-5793657605800472009</id><published>2009-03-19T14:27:00.001+07:00</published><updated>2009-03-19T14:31:59.999+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Sahatku, hadiah untuk-ku</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teman adalah hadiah dari yang di atas buat kita.&lt;br /&gt;Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek. Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik. Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek. Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam, saling bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa bersama. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.&lt;br /&gt;Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka. Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan cinta dalam hidupnya. Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.&lt;br /&gt;Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba menghindar dari mereka. Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKAN-lah karena mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang memasung jiwanya.&lt;br /&gt;Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau mereka "takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll. Itulah cara mereka mempertahankan diri.&lt;br /&gt;Mereka akan bilang:&lt;br /&gt;"Menari itu tidak menarik"&lt;br /&gt;"Tidak ada yang cocok denganku"&lt;br /&gt;"Teman-temanku sudah lulus semua"&lt;br /&gt;"Aku ini buruk siapa yang bakal tahan denganku"&lt;br /&gt;"Kisah hidupku membosankan"&lt;br /&gt;Mereka tidak akan bilang:&lt;br /&gt;"Aku tidak bisa menari"&lt;br /&gt;"Aku membutuhkan kamu denganku"&lt;br /&gt;"Aku kesepian"&lt;br /&gt;"Aku butuh diterima"&lt;br /&gt;"Aku ingin didengarkan"&lt;br /&gt;Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan. Hanya ketika kita bertemu jiwa dengan jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-5793657605800472009?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/5793657605800472009/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=5793657605800472009&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/5793657605800472009'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/5793657605800472009'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/03/sahatku-hadiah-untuk-ku.html' title='Sahatku, hadiah untuk-ku'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-3167043481868549372</id><published>2009-01-25T15:17:00.008+07:00</published><updated>2009-02-20T14:05:00.569+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Sang idola</title><content type='html'>&lt;blink&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_HMdJSChS7no/SZPp682SPrI/AAAAAAAAAGo/aV4U2kyXuys/s1600-h/kover2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 100px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_HMdJSChS7no/SZPp682SPrI/AAAAAAAAAGo/aV4U2kyXuys/s200/kover2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5301838385320705714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/blink&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Anas bin malik, Rasulullah shollallahu 'alahi wa sallam bersabda, "Alangkah rindunya aku untuk berjumpa dengan saudara-saudaraku." Lalu seorang sahabat bertanya, "Bukankah kami-kami ini saudaramu ya Rasul?" Rasul menjawab, "Benar, kalian adalah sahabat-sahabat/saudaraku. Adapun yang kumaksud adalah dengan saudara-saudaraku itu adalah kaum yang datang sesudahku dan beriman kepadaku padahal mereka tidak pernah berjumpa denganku."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SubhanAllah... Dari ucapannya melalui hadits di atas, beliau sebegitu rindunya pada kita-kita ini ummatnya yang hidup jauh dari masanya dan rindunya itu menurut saya adalah sebuah penghargaan untuk kita. Beliau menghargai kita karena sampai saat ini kita masih beriman padanya walau tanpa pernah sekalipun berjumpa secara langsung menatap wajahnya. Begitulah Rasulullah manusia special yang dimulaikan Allah dengan segala budi pekertinya yang amat luhur dan terpuji, sesuai dengan namanya "Muhammad" yang memiliki arti "insan yang terpuji".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain beliau juga tidak hanya rindu pada kita ummatnya, tapi sangat peduli. Coba saja kita ingat cerita pada akhir hidupnya ketika ajal menjelang, beliau amat mempedulikan ummatnya. Pada detik-detik terakhir ruh akan lepas dari raga, lisannya berucap "ummati...ummati...ummati". Sungguh peristiwa itu sebuah pemandangan diluar kebiasaan manusia umum, disela-sela rasa sakit, beliau Nabi shollallahu 'alahi wa sallam. masih sempat terfikir akan keadaan ummatnya selepas beliau wafat. Bayangkan...andai kita saat itu sempat menyaksikan peristiwa tsb, sudah pasti itu akan menjadi salah satu peristiwa yang amat mengharukan dalam sejarah hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam keadaan sakaratul mautnya, dari peristiwa itu juga kita bisa lihat kecintaan Rasulullah pada ummatnya. Saat badan mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi, dari bibir yang senantiasa basah menyebut asma-Nya, terucap sebuah permohonan yang amat memilukan hati "Ya...Allah, dasyat nian maut ini. Timpakan saja semua maut ini (baca:rasa sakitnya) kepadaku, jangan pada ummatku". SubhanAllah...sungguh terpuji akhlaqmu ya rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi apa yang terjadi saat ini ?! mungkin di antara kita masih ada yang biasa-biasa saja terhadap Rasulullah. Sholawat jarang terlantun dari lisan dan kerap kali meninggalkan sunnah-sunnahnya. Bukan kah sejatinya kita pun merasa rindu dan berterima kasih padanya dengan memperbanyak sholawat dan selalu berusaha menjalankan sunnah-sunnahnya dengan baik. Karena bisa dibayangkan keadaan kita saat ini tanpa Rasulullah hadir di dunia ini, pastinya kita akan hidup dalam kegelapan, arah tujuan hidup tidak jelas dan akhlaq kita pun akan jauh dari nilai-nilai kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hadits lain Rasulullah shollallahu 'alahi wa sallam bersabda : "Manusia yang paling mengabaikan aku, adalah orang yang apabila disebut namaku dihadapannya, dia tidak bershawat kepadaku. Shalawat kepadaku dan kepada keluargaku menghilangkan kemunafikan". Oleh karena itu mari kita perbanyak bersholawat pada Rasulullah ! seperti yang sudah sama-sama kita tau bahwa sholawat akan mendatangkan syafa'at di Yaumil Akhir nanti ?! jelasnya syafa'at itu adalah pertolongan. Nanti di kala amal baik kita kurang dan karena sebab itu kita tidak memenuhi syarat untuk masuk ke syurga. Tapi bila kita mendapat syafa'atnya, keadaannya akan lain...kita akan menjadi orang yang beruntung bisa terhindar dari jilatan api neraka yang amat panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali pada hadits yang pertama tadi di atas. Ketika pertama kali saya mengetahui hal itu, rasa kagum kian bertambah pada Rasulullah dan tak berhenti hanya di situ, banyak lagi kisah-kisah dari perjalanan hidup beliau yang amat memukau. Salah satunya sekelumit kisah yang akan saya ceritakan ini, yaitu perjalanan Isra Mi'raj baginda Nabi Muhammad S.A.W dimana kala itu Nabi berjumpa dengan Allah S.W.T. dan berdialog langsung dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dialog tsb diabadikan di dalam bacaan Sholat pada bacaan Tahiyyat. Berikut ini potongan cerita perjalanan nabi pergi menuju langit ke Tujuh (Sidratul Muntaha). Perjalanan beliau kesana mengendarai Buraq dan pada akhir perjalanan nabi menjadi hanya seorang diri untuk masuk menuju ke Sidratul Muntaha, pasalnya para malaikat tidak mampu lagi mengantarkannya, bahkan ketika malaikat Jibril diminta untuk mengantar, ia berkata "Aku tidak mau ikut lagi, sebab kalau aku ikut, sayapku akan terbakar".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum rasulullah sampai ke tempat itu, beliau menyaksikan kebesaran Allah yang meliputi Langit dan Bumi. Lalu setibanya rasul disana, beliau pun melakukan penghormatan dengan berucap "Attahiyyatul mubarakatush showatuth thayyibatul lillah" artinya : "Segala Kehormatan, Keberkahan, Kebahagian dan Kebaikan hanya milik Allah saja. Lalu Allah berkata pada rasulullah "Assalamu'alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh" artinya : "Salam Rahmat dan Berkah-Nya aku tujukan kepadamu wahai nabi (nabi muhammad)". Bisa kita bayangkan, betapa bahagianya nabi muhammad mendapat salam langsung dari Allah SWT.&lt;br /&gt;Tapi setelah Rasulullah mendengar salam dari Allah, apa yang terjadi selanjutnya...??? ini yang membuat saya terkagum-kagum, ketika Allah memberikan salam-Nya pada Nabi dengan salam itu tadi, Nabi tidak begitu saja ingin berbahagia sendiri, tapi ia ingat pada ummat-ummatnya. Lalu Nabi pun berucap pada Allah "Assalamu'alaina wa'ala ibadillahi sholihin" artinya : "Salam Keselamatan semoga tetap tercurah untuk hamba-hamba yang Sholeh", melalui jawabannya itu Rasulullah tidak menginginkan kesejahteraan dari salam Allah tadi dilimpahkan hanya pada dirinya saja, tapi ia ingin menyebarkan kesejahteraan itu kepada semua hamba-hamba Allah yang sholeh. SubhanAllah....begitulah kecintaan Rasulullah pada ummat-ummatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah-kisah di atas dan kisah-kisah lain dari perjalanan hidup Rasulullah, sebagai manusia yang masih mau mendengarkan hati nurani, pastilah akan terkagum-kagum. Terutama kita sebagai seorang muslim harus merasa berterima kasih pada baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alahi wa sallam dengan memperbanyak sholawat serta selalu berusaha menjalankan sunnah-sunnahnya dengan baik, dengan harapan akan mendapat syafa'atnya kelak nanti di yaumil akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila diluar sana ada sekian banyak orang yang melecehkan dan menghina Rasulullah, saya yakin mereka sedang melawan hati nuraninya yang dengan sengaja menegatifkan (negative thinking) cara pandang dan berfikirnya ! kenapa begitu, pastinya mereka memang membaca kisah yang sebenarnya dan secara hati nurani, awalnya mereka juga terkagum akan pribadi yang menawan dari Rasulullah. Tetapi karena ada faktor-faktor tertentu hingga membuat mereka berlaku tidak senonoh seperti itu terhadap kanjeng Nabi Muhammad shollallahu 'alahi wa sallam dan tentu saja atas tindakan mereka itu ummat muslim diberbagai belahan dunia yang menyaksikan hal tsb menjadi amat berang - marah sekali tidak terima sang panutannya itu dihina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun saya sama dengan ummat muslim lainnya amat kesal dan marah sekali pada mereka yang telah menghina baginda Nabi Muhammad shollallahu 'alahi wa sallam dan dalam suasana hati yang panas, saya inginnya Allah S.W.T mengutuk dan melaknat mereka ! tapi bila masih mungkin, terangilah hati nurani mereka ya Allah dengan cahaya-Mu agar mereka teguh dalam melihat kebenaran, aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian bila toh Nabi Muhammad hidup dimasa kini dan mendengar atau bahkan melihat sendiri dihinaan yang ditujukan padanya, kekasih Allah yang mulia itu (baca:Nabi Muhammad) pastinya akan sangat arif sekali menyikapi hal itu. Seperti kisah ini, ketika itu nabi shollallahu 'alahi wa sallam dilempari dengan kotoran hewan dan beliau dikatai dengan sebutan "gila". Malaikat jibril yang mendengar hinaan itu, membuatnya marah besar, konon sampai berkata pada Rasulullah...ia akan memindahkan gunung untuk ditimpakan pada mereka yang telah mengina Nabi ! tapi Rasulullah tidak tertarik dengan tawaran itu dan dengan tersenyum beliau berkata "sudahlah jibril, tidak apa-apa aku ikhlas. Mereka bersikap seperti itu, hanya karena tidak mengerti".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SubhanAllah...begitu luhur budi pekertinya ! sampai dunia berakhir nanti, niscaya tidak akan ada orang yang mampu menandinginya. Mari kita bersholawat padanya "Allahumma sholli wassalim 'ala saidina Muhammadin wa 'ala ali saidina Muhammad".&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-3167043481868549372?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/3167043481868549372/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=3167043481868549372&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3167043481868549372'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3167043481868549372'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/01/sang-idola.html' title='Sang idola'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_HMdJSChS7no/SZPp682SPrI/AAAAAAAAAGo/aV4U2kyXuys/s72-c/kover2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8188180690089659114</id><published>2009-01-23T16:41:00.003+07:00</published><updated>2009-01-25T15:26:28.071+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Abad Kebangkitan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kita saat ini berada pada penghujung abad 15 yang konon menurut analisa teoritis dan mungkin observasi oleh para ilmuan muslim, adalah awal kebangkitan ummat islam kembali setelah ”mati suri” &lt;span class="fullpost"&gt;sekian abad sejak runtuhnya kerajaan Dinasti Turki Usmani pada tahun 1923 H sekaligus runtuhnya kekhalifahan Turki pada tahun 1925 H. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak indikasi yang ditemukan para pengamat dunia islam yang berhasil merangkum gejala-gejala yang timbul pada masyarakat dunia terutama masyarakat Islam,  yang diyakini merupakan indikator sebuah kebangkitan islam. Indonesia yang diprediksi menjadi pusat awal kebangkitan tersebut pun tak luput dari euforia kebangkitan abad 15. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diyakininya Indonesia sebagai poros kebangkitan ummat islam, menurut para ahli selain karena sebagai negera berpenduduk muslim terbesar di dunia tetapi juga pada realita kehidupan kebinekaan masyarakatnya yang religius, moderat dan  penuh teleransi adalah pondasi awal kebangkitan, hal tersebut bila kita berpijak pada teori kebangkitan, dimana sikap dan keberpihakan masyarakatnya telah berjalan pada alur yang berbeda dan damai tetapi dengan tujuan yang sama. Negara yang berasaskan pancasila ini memiliki 5 agama yang dianut oleh masyarakatnya dan hingga saat ini keharmonisan masih terjaga. Kalaupun ada gejolak-gejolak pertentangan yang timbul, mungkin hanya sebatas percikan api kebersamaan dan dianggap wajar terjadi dalam keberagaman (multiple disverse).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realita kekinian yang terjadi dibelahan dunia, khususnya sektor-sektor yang berbasiskan masyarakat muslim, Irak di bom bardir oleh Amerika Serikat dengan dalih yang tidak jelas hingga kini dan menelan korban sangat mengerikan dari kalangan muslim. Palestina yang hingga kini terus tertekan dan menderita akibat agresor Israel yang direstui oleh  saudara sesama Negara Agresor lainnya, yakni Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus akui, bahwa saat ini, semua kita, berada dalam penjajahan musuh-musuh islam, mungkin tidak dijajah dengan tank-tank canggih, peluru-peluru kendali yang katanya selalu tepat sasaran, dan sebagainya. Kita saat ini dijajah lewat intervensi-intervensi di segala bidang yang membuat bangsa ini nyaris bertekuk lutut tak berdaya (uninventive).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan-kenyataan yang kita rasakan saat ini memberikan satu pemikiran bernada sedikit pesimistis terhadap harapan kebangkitan abad 15 yang akhir-akhir ini sejenak menumbuhkan harapan-harapan yang idealistis. Mungkinkah harapan itu tinggal harapan? Atau apakah sebenarnya kita saat ini masih berada pada jalur kebangkitan dan hampir berapa pada tujuan akhir?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita mau mengkaji dan memperhatikan arus transportmatif Islam yang berkembang saat ini, di Indonesia, maka penulis berkeyakinan bahwa kita semua sepakat tentang kemajuan-kemajuan yang dicapai ummat Islam Indonesia dalam segala bidang, khususnya kesadaran dan kebutuhan akan pentingnya hidup dalam prinsip-prinsip ketuhanan yang semakin hari semakin menunjukkan identitasnya di tengah masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamas Memenangkan Peperangan Dengan Israel&lt;br /&gt;Setelah 800 syahid yang gugur dalam pembantain Gaza, dan tidak kurang dari 3900 korban luka, apa yang sudah diraih Israel dari seluruh pembantaian ini? &lt;br /&gt;Jawabannya jelas, nol besar! Semua orang tahu bahwa taktik “hitung mayat” (body counts) yang diterapkan oleh Israel kini pernah dipraktikkan oleh AS pada saat menyerang Vietnam. Dan hasil akhirnya, AS kalah secara memalukan, lantaran korban yang begitu banyak di pihak musuh tidak bisa dijadikan pijakan untuk memenangkan pertarungan.&lt;br /&gt;Sebenarnya, sejak tahun 70-an itu, ada perubahan besar dalam paradigma perang: senjata canggih yang mampu melakukan perusakan dan pembunuhan besar-besaran belum tentu bisa mengalahkan musuh. Fakta yang sama bisa kita lihat pula pada perang delapan tahun antara Iran dan Irak. &lt;br /&gt;Sejauh ini, militer Israel juga hanya bisa membantai dan menyalurkan dendam kesumat zionis Israel dan sebagian rezim Arab pada Hamas secara khusus dan warga Gaza secara umum. Namun, dari segi militer, Israel yang disanjung-sanjung sebagai pasukan terkuat di Timur Tengah itu semakin memperlihatkan diri sebagai macan ompong. &lt;br /&gt;Banyak pengamat militer yang sejak sekarang memastikan bahwa Israel akan sekali lagi duduk di bangku pecundang. Tapi, bedanya dengan tahun 2006, kali ini dia menghadapi Hamas yang secara militer lebih lemah. Apalagi, Hamas sudah dicekik embargo darat, udara dan laut lebih dari setahun.&lt;br /&gt;Kalau status quo ini berlanjut, maka semangat perlawanan bangsa Arab terhadap Israel, dengan berbagai motif yang berbeda-beda, bakal kian menggelora. Sepanjang eksistensinya, Israel berhasil mempertahankan citranya sebagai pasukan yang tak terkalahkan. Dengan citra itulah Israel mempertahankan ketakutan lawan-lawan yang mengurungnya untuk menyerang, bahkan untuk berhadap-hadapan. &lt;br /&gt;Jeffrey Goldberg, wartawan senior zionis yang pernah menjadi prajurit Angkatan Bersenjata Israel di berbagai perang, pernah menulis liputan sepanjang 12 halaman di majalah bulanan The Atlantic edisi Mei 2008 untuk menguji kemungkinan bertahannya entitas Israel di kawasan Timur Tengah. Goldberg memulai tulisannya dengan rangkaian pertanyaan: “Bagaimana Israel bisa bertahan hidup 60 tahun lagi di belahan dunia yang sudah membesarkan kelompok-kelompok perlawanan seperti Hamas? Bagaimana Israel bisa berkembang bila angkatan bersenjatanya tak bisa mengalahkan gang kecil para peluncur roket? Bukankah penumpukan begitu banyak Yahudi di tempat sangat kecil yang klaustrofobik di kawasan dunia paling bergejolak itu justru melemahkan daya tahan masyarakat Yahudi?”&lt;br /&gt;Tambah Godlberg, “Saya benar-benar khawatir dengan 10 sampai 15 tahun Israel di depan. Saya khawatir dengan delegitimasi, dan delegitimasi adalah proses yang (masyarakat) Israel sendiri bisa ikut serta melakukannya.” &lt;br /&gt;Golberg menandaskan, “Hati saya hancur. Saya merasa kelam, tapi saya pikir kita memang telah merusak (peluang) yang ada.” Pendiri majalah Moment itu meneruskan, “Sementara saya menghargai kemajuan ekonomi dan sumbangan-sumbangan ilmiah [Israel], saya miris meramalkan apa yang akan terjadi pada 60 tahun mendatang…”&lt;br /&gt;Nah, dengan demikian maka terkabullah pernyatan Ahmad Dinejad, Presiden Republik Iran, bahwa Israel seharusnya dihilangkan dari peta dunia. Sekarang hal tersebut menurut analisis penulis justru orang Israel sendiri yang akan menghilangkan jatidiri dan eksistensinya akibat dari ulahnya yang tidak bersahabat dan kejam.&lt;br /&gt;Mungkin pembaca akan sedikit tersenyum dengan raut muka yang sinis membaca analisis ini, tapi mari kita memberikan tanggapan masing-masing menurut logika berpikir kita. Saat ini bangsa sekuat Israel yang katanya memiliki pasukan paling kuat di daerah timur tengah, sampai saat ini belum terlihat tanda-tanda memenangkan pertempuran mengahadapi sekelompok kecil orang palestina ” Hamas” yang hanya bermodalkan roket. Kita tunggu saja waktu kehancurannya. &lt;br /&gt;Eropa &amp; Amerika Kehilangan Wibawa &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8188180690089659114?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8188180690089659114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8188180690089659114&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8188180690089659114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8188180690089659114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2009/01/abad-kebangkitan.html' title='Abad Kebangkitan'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-567807788941481933</id><published>2008-05-12T10:48:00.003+07:00</published><updated>2009-03-19T14:25:31.455+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Hijab, Memuliakan kaum hawa</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hijab atau ħijāb (bahasa arab: حجاب ) adalah kata dalam bahasa arab yang berarti penghalang.&lt;br /&gt;Pada beberapa negara berbahasa arab serta negara-negara barat, kata hijab lebih sering merujuk kepada kerudung yang digunakan oleh wanita muslim (lihat jilbab). Namun dalam keilmuan Islam, hijab lebih tepat merujuk kepada tatacara berpakaian yang pantas sesuai dengan tuntunan agama.&lt;br /&gt;Qur'an&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Dalam Al Qur'an surat Al-Ahzab ayat 59 disebutkan : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&lt;br /&gt;2. Kemudian dalam surat An-Nur ayat 31 : ...Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya...&lt;br /&gt;Kriteria hijab yang benar&lt;br /&gt;Menurut Muhammad Nashiruddin Al-Albany kriteria jilbab yang benar hendaklah menutup seluruh badan, kecuali wajah dan dua telapak , jilbab bukan merupakan perhiasan, tidak tipis, tidak ketat sehingga menampakkan bentuk tubuh, tidak disemprot parfum, tidak menyerupai pakaian kaum pria atau pakaian wanita-wanita kafir dan bukan merupakan pakaian untuk mencari popularitas. [1]&lt;br /&gt;Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam, shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan Rasul terakhir Muhammad SAW.&lt;br /&gt;Sesungguhnya perhatian islam terhadap  wanita muslimah akan menemukan dalam hukum Islam perhatian sangat besar agar mereka dapat menjaga kesuciannya, serta supaya menjadi wanita yang mulia dan memiliki kedudukan yang tinggi. Dan syarat-syarat yang diwajibkan pada pakaian dan perhiasannya tidak lain adalah untuk mencegah kerusakan yang timbul akibat tabarruj (berhias diri). Inipun bukan untuk mengekang kebebasannya akan tetapi sebagai pelindung baginya agar tidak tergelincir pada lumpur kehinaan atau menjadi sorotan mata.&lt;br /&gt;Keutamaan Hijab&lt;br /&gt;   •   Hijab itu adalah merupakan  ketaatan kepada Allah dan Rasul.&lt;br /&gt;Allah SWT telah mewajibkan ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya berdasarkan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;} وَمَا كَانَ لمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إذاَ قَضَى اللهُ وَرَسُولُهُ أمْرًا أنْ يَكُونَ لهُمُ الخِيَرَةُ مِنْ أمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا {&lt;br /&gt;“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu’min dan tidak pula bagi perempuan yang mu’minah, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.”                     (Q.S. Al-Ahzab: 36)&lt;br /&gt;Allah SWT juga memerintahkan kaum wanita untuk menggunakan hijab sebagaimana firman Allah SWT:&lt;br /&gt;} وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلاَ يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا {&lt;br /&gt;“Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluan-nya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.”  (Q.S An-Nur: 31)&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى {&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.”                                (Q.S. Al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ {&lt;br /&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”    (Q.S. Al-Ahzab: 53)&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} يَا أيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ {&lt;br /&gt;“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.”    (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Wanita itu aurat” maksudnya adalah bahwa wanita harus menutupi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT menjadikan kewajiban menggunakan hijab sebagai tanda ‘Iffah (menahan diri dari maksiat).&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} ياَ أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ المُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلاَبِيبِهِنَّ ذَلِكَ أدْنَى أنْ يُعْرَفْنَ فَلاَ يُؤْذَيْنَ {&lt;br /&gt;“Hai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu.”         (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;Itu karena mereka menutupi tubuh mereka untuk menghindari dan menahan diri dari perbuatan buruk (dosa), “karena itu mereka tidak diganggu”. Maka orang-orang fasik tidak akan mengganggu mereka. Dan pada firman Allah “karena itu mereka tidak diganggu” sebagai isyarat bahwa mengetahui keindahan tubuh wanita adalah suatu bentuk gangguan berupa fitnah dan kejahatan bagi mereka.&lt;br /&gt;   •   Hijab itu kesucian&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} وَإذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ {&lt;br /&gt;“Apabila kamu meminta suatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.”    (Q.S. Al-Ahzab: 53)&lt;br /&gt;Allah SWT menyifati hijab sebagai simbol kesucian bagi hati orang-orang mu’min, laki-laki maupun perempuan. Karena mata bila tidak melihat maka hatipun tidak berhasrat. Pada saat seperti ini, maka hati yang tidak melihat akan lebih suci. Ketiadaan fitnah pada saat itu lebih nampak, karena hijab itu menghancurkan keinginan orang-orang yang ada penyakit di dalam hatinya, Allah SWT berfirman: &lt;br /&gt;} فَلاَ تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ {&lt;br /&gt;“Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.”  (Q.S. Al-Ahzab: 32)&lt;br /&gt;  •  Hijab itu pelindung&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;((إنَّ اللهَ حَيِيٌّ سَتِيرٌ يُحِبُّ الحَيَاءَ وَالسِّتْرَ))&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah itu Malu dan Melindungi serta Menyukai rasa malu dan perlindungan”&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain:&lt;br /&gt;(( أيَّمَا اِمْرَأَةٍ نَزَعَتْ ثِيَابَهَا في غَيْرِ بَيْتِهَا خَرَقَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا سِتْرَهُ))&lt;br /&gt;“Siapa saja di antara wanita yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya, maka Allah Azza wa Jalla telah mengoyak perlindungan rumah itu dari padanya.”&lt;br /&gt;Jadi balasannya setimpal dengan perbuatannya.&lt;br /&gt;  •  Hijab itu taqwa&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} ياَ بَنِي آدَمَ قَدْ أنْزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْءَاتِكُمْ وَرِيشًا وَلِبَاسُ التَّقْوَى ذَلِكَ خَيْرٌ {&lt;br /&gt;“Hai anak Adam! Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutupi auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian taqwa itulah yang paling baik.”                         (Q.S. Al-A’raaf: 26)&lt;br /&gt;   •   Hijab itu iman&lt;br /&gt;Allah SWT tidak berfirman kecuali kepada wanita-wanita beriman: “Dan katakanlah kepada wanita yang beriman.” (Q.S. An-Nur: 31). Allah SWT juga berfirman: “Dan istri-istri orang beriman.” (Q.S. Al-Ahzab: 59)&lt;br /&gt;Dan ketika wanita-wanita dari Bani Tamim menemui Ummul Mu’minin, Aisyah ra dengan pakaian tipis, beliau berkata: “Jika kalian wanita-wanita beriman, maka (ketahuilah) bahwa ini bukanlah pakaian wanita-wanita beriman, dan jika kalian bukan wanita beriman, maka silahkan nikmati pakaian itu.”&lt;br /&gt;   •   Hijab itu haya’ (rasa malu)&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;((إنَّ لِكُلِّ دِينٍ خُلُقًا ، وَإنَّ خُلُقَ الإسْلاَمِ الحَيَاءُ))&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setiap agama itu memiliki akhlak dan akhlak Islam itu adalah rasa malu.”&lt;br /&gt;Sabda beliau yang lain:&lt;br /&gt;“Malu itu adalah bagian dari iman dan iman itu di surga.”&lt;br /&gt;Sabda Rasul yang lain:&lt;br /&gt;((الحَيَاءُ وَالإيمَانُ قُرِنَا جَمِيعًا ، فَإنْ رُفِعَ أحَدُهُمَا رُفِعَ الآخَرُ))&lt;br /&gt;“Malu dan iman itu bergandengan bersama, bila salah satunya di angkat maka yang lainpun akan terangkat.”&lt;br /&gt;  •  Hijab itu ghirah (perasaan cemburu)&lt;br /&gt;Hijab itu selaras dengan perasaan cemburu yang merupakan fitrah seorang laki-laki sempurna yang tidak senang dengan pandangan-pandangan khianat yang tertuju kepada istri dan anak wanitanya. Berapa banyak peperangan terjadi pada masa Jahiliyah dan masa Islam akibat cemburu atas seorang wanita dan untuk menjaga kehormatannya. Ali bin Abi Thalib ra berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa wanita-wanita kalian berdesak-desakan dengan laki-laki kafir orang ‘ajam (non Arab) di pasar-pasar, tidakkah kalian merasa cemburu? Sesungguhnya tidak ada kebaikan pada seseorang yang tidak memiliki perasaan cemburu.”&lt;br /&gt;Keburukan Tabarruj (memamerkan aurat)&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah maksiat kepada Allah dan Rasul.&lt;br /&gt;Barangsiapa yang maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya maka ia hanya akan mencelakakan dirinya sendiri dan tidak akan mencelakakan Allah sedikitpun. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;((كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الجَنَّةَ إلاَّ مَنْ أبَى ، قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ وَمَنْ يَأْبَى ؟ قَالَ : مَنْ أطَاعَنِي دَخَلَ الجَنَّةَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أبَى))&lt;br /&gt;“Semua umatku akan masuk surga kecuali orang yang menolak” Mereka bertanya: “Ya Rasulullah! Siapakah orang yang menolak itu? Beliau menjawab: “Siapa yang taat kepadaku akan masuk surga dan siapa yang maksiat kepadaku maka ia telah menolak.”&lt;br /&gt;  •  Tabarruj menyebabkan laknat dan dijauhkan dari rahmat Allah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;((سَيَكُونُ فِي آخِرِ أُمَّتِي نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ، عَلَى رُؤُوسِهِنَّ كَأَسْنِمَةِ البَخْتِ ، اِلْعَنُوهُنَّ فَإنَّهُنَّ مَلْعُونَاتٌ))&lt;br /&gt;“Akan ada pada akhir umatku nanti wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang, kepala mereka bagaikan punuk unta, laknatlah mereka karena mereka  adalah wanita-wanita yang  pantas dilaknat.”&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah sifat penghuni neraka.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;((صِنْفَانِ مِنْ أهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا : قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأذْنَابِ البَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ ... ))&lt;br /&gt;“Ada dua golongan penghuni neraka yang belum pernah saya lihat; kaum yang membawa cemeti bagai ekor sapi yang digunakan memukul menusia dan wanita-wanita yang berpakaian tapi telanjang...”&lt;br /&gt;  •  Tabarruj penyebab hitam dan gelap di hari kiamat.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Nabi SAW, beliau bersabda: &lt;br /&gt;((مَثَلُ الرَّافِلَةِ في الزِّينَةِ في غَيْرِ أهْلِهَا ، كَمَثَلِ ظُلْمَةٍ يَوْمَ القِيَامَةِ لاَ نُورَ لهَا))&lt;br /&gt;“Permisalan wanita yang berhias untuk selain suaminya, adalah bagaikan kegelapan pada hari kiamat, tidak ada cahaya baginya.”&lt;br /&gt;Maksudnya adalah wanita yang berlenggak-lenggok ketika berjalan dengan menarik pakaiannya, akan datang pada hari kiamat dalam keadaan hitam dan gelap, bagaikan berlenggak-lenggok dalam kegelapan. Dan hadits ini walaupun lemah, tetapi artinya benar, karena kenikmatan dalam maksiat adalah siksaan, wangi-wangian akan menjadi busuk dan cahaya menjadi kegelapan. Kebalikan dari taat, bahwa bau mulut orang yang berpuasa dan darah orang yang mati syahid lebih harum di sisi Allah dari bau minyak kesturi.&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah kemunafikan.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;((خَيْرُ نِسَائِكُمُ الوَدُودُ الوَلُودُ ، المُوَاسِيَةُ ، المُوَاتِيَةُ ، إذَا اتَّقَيْنَ اللهَ، وَشَرُّ نِسَائِكُمُ المُتَبَرِّجَاتُ المُتَخَيِّلاَتُ وَهُنَّ المُنَافِقَاتُ ، لاَ يَدْخُلْنَ الجَنَّةَ إلاَّ مِثْلَ الغُرَابِ الأعْصَمِ))        &lt;br /&gt;“Sebaik-baik wanita kalian adalah yang memiliki kasih sayang, subur (banyak anak), suka menghibur dan siap melayani, bila mereka bertakwa kepada Allah. Dan sejelek-jelek wanita kalian adalah wanita pesolek dan penghayal mereka itu adalah wanita-wanita munafik, mereka tidak akan masuk surga kecuali seperti ghurab a’sham.”&lt;br /&gt;Yang dimaksud ghurab a’sham adalah burung gagak yang memiliki cakar dan kaki merah, pertanda minimnya wanita masuk surga, karena burung gagak yang memiliki sifat  seperti ini sangat jarang ditemukan.&lt;br /&gt;  •  Tabarruj mengoyak tirai pelindung dan membuka aib.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: &lt;br /&gt;((أيَّمَا امْرَأَةٍ وَضَعَتْ ثِيَابَهَا فِي غَيْرِ بَيْتِ زَوْجِهَا، فَقَدْ هَتَكَتْ سِتْرَ مَا بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ))&lt;br /&gt;“Siapa saja di antara wanita yang menanggalkan pakaian-nya di selain rumah suaminya, maka ia telah mengoyak tirai pelindung antara dirinya dan Allah Azza wa Jalla.”&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah perbuatan keji.&lt;br /&gt;Wanita itu adalah aurat, dan membuka aurat adalah keji dan dibenci. Allah SAW berfirman:&lt;br /&gt;} وَإذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً قَالُوا وَجَدْنَا عَلَيْهَا آبَاءَنَا وَاللهُ أَمَرَنَا بِهَا قُلْ إنَّ اللهَ لاَ يَأْمُرُ بِالفَحْشَاءِ {&lt;br /&gt;“Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: “Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakan-nya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.”        &lt;br /&gt;Sebenarnya setanlah yang memerintahkan manusia melakukan perbuatan keji itu, sebagaimana firman Allah:&lt;br /&gt;} الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالفَحْشَاءِ {&lt;br /&gt;“Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).” (Q.S. Al-Baqorah: 268)&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah ajaran iblis. &lt;br /&gt;Sesungguhnya kisah Adam dengan Iblis memberikan gambaran kepada kita bagaimana musuh Allah, Iblis membuka peluang untuk melakukan perbuatan dosa dan mengoyak tirai pelindung dan bahwa Tabarruj itulah tujuan asasi baginya. Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} يَا بَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَاتِهِمَا {&lt;br /&gt;“Hai anak Adam! Janganlah kamu sekali-kali dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya.”                                          (Q.S. Al-A’raf: 27)&lt;br /&gt;Jadi iblislah yang mengajak kepada Tabarruj dan membuka aurat mereka. Dialah pemimpin utama bagi para pencetus apa yang dikenal dengan istilah Tahrirul Mar’ah (pembebasan wanita).&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah jalan hidup orang-orang Yahudi.&lt;br /&gt;Orang-orang Yahudi memiliki peran yang sangat besar dalam menghancurkan umat ini melalui wanita, dan kaum wanita sejak dulu memiliki pengalaman di bidang ini, di mana Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;((فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ ، فَإنَّ أوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إسْرَائِيلَ كَانَتْ في النِّسَاءِ))&lt;br /&gt;“Takutlah pada dunia dan takutlah pada wanita karena fitnah pertama pada Bani Israel adalah pada wanita.”&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah Jahiliyah busuk.&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman:&lt;br /&gt;} وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلاَ تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الجَاهِلِيَّةِ الأُولَى {&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah.”                                (Q.S. Al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;Nabi SAW telah menyifati ajakan Jahiliyah sebagai ajakan busuk dan kotor. Jadi ajakan Jahiliyah adalah saudara kandung Tabarruj Jahiliyah. Rasulullah SAW bersabda:&lt;br /&gt;((كُلُّ شَيْءٍ مِنْ أمْرِ الجَاهِلِيَّةِ مَوْضُوعٌ تَحْتَ قَدَمِي))&lt;br /&gt;“Semua yang merupakan perkara Jahiliyah tersimpan di bawah telapak kakiku.”&lt;br /&gt;Baik itu bernama Tabarruj Jahiliyah, ajakan Jahiliyah ataupun kesombongan Jahiliyah.&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah keterbelakangan.&lt;br /&gt;Memamerkan aurat dan telanjang adalah perilaku binatang,  tidak seorangpun yang condong kepadanya kecuali dia akan terperosok jatuh ke derajat yang paling rendah dari pada derajat manusia yang telah dimuliakan Allah. Dari sini nampaklah bahwa Tabarruj adalah tanda kerusakan fitrah, ketiadaan ghirah dan mati rasa:&lt;br /&gt;Anda mengangkat baju hingga lutut&lt;br /&gt;Demi Tuhanmu, sungai apa yang akan anda seberangi&lt;br /&gt;Baju itu bagaikan naungan di waktu pagi&lt;br /&gt;Yang semakin pendek, waktu demi waktu&lt;br /&gt;Anda mengira bahwa laki-laki itu tidak memiliki perasaan&lt;br /&gt;Padahal anda sendiri yang mungkin tidak punya perasaan&lt;br /&gt;  •  Tabarruj adalah pintu adzab yang merata.&lt;br /&gt;Seseorang yang memperhatikan nash-nash syare’at dan sejarah (Islam) akan meyakini adanya kerusakan yang ditimbulkan oleh Tabarruj dan bahayanya atas agama dan dunia, apalagi bila diperparah dengan Ikhtilath (percampurbauran antara laki-laki dan wanita).&lt;br /&gt;Akibat dan bahaya Tabarruj &lt;br /&gt;yang menakutkan &lt;br /&gt;Wanita-wanita yang melakukan Tabarruj berlomba-lomba menggunakan perhiasan yang diharamkan untuk menarik perhatian kepadanya. Sesuatu yang justru akan merusak akhlak dan harta serta menjadikan wanita sebagai barang hina yang diperjualbelikan, dan di antara bahayanya adalah:&lt;br /&gt;1.Rusaknya akhlak kaum lelaki khususnya para pemuda yang terdorong melakukan zina yang diharamkan.&lt;br /&gt;2.Memperdagangkan wanita sebagai sarana promosi atau untuk meningkatkan usaha perdagangan dan sebagainya.&lt;br /&gt;3.Mencelakan diri wanita sendiri, karena Tabarruj itu menunjukkan niat jelek dari apa yang ia suguhkan untuk menggoda orang-orang jahat dan bodoh.&lt;br /&gt;4.Tersebarnya penyakit, seperti sabda Rasulullah SAW:&lt;br /&gt;(( لَمْ تَظْهَرِ الفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إلاَّ فَشَا فِيهِمُ الطَّاعُونُ وَالأوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ فِي أسْلاَفِهِمُ الَّذِينَ مَضَوْا ))&lt;br /&gt;“Tidaklah suatu perbuatan zina itu nampak pada suatu kaum hingga mereka mengumumkannya kecuali akan tersebar di antara mereka penyakit menular dan penyakit-penyakit lain yang belum pernah ada pada orang-orang dulu.”&lt;br /&gt;5.Mempermudah mata melakukan maksiat, Rasulullah SAW bersabda: “Kedua mata zinanya adalah melihat.” Serta menyulitkan ketaatan ghadhul bashar (menundukkan pandangan) yang merupakan sesuatu yang lebih berbahaya dari ledakan bom atom dan gempa bumi. Allah SWT berfirman: “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu dengan sehancur-hancurnya.” (Q.S. Al-Isra’: 16)&lt;br /&gt;   Dalam hadits juga disebutkan: &lt;br /&gt;     ((إنَّ النَّاسَ إذَا رَأَوْا المُنْكَرَ فَلَمْ يُغَيِّرُوهُ أوْشَكَ أنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ بِعَذَابٍ))&lt;br /&gt;“Sesungguhnya manusia bila melihat kemungkaran dan tidak merubahnya, dikhawatirkan Allah akan menimpakan mereka adzab.”&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah! Tidakkah anda memperhatikan hadits Nabi SAW: “Buanglah duri dari jalan kaum muslimin.” Dan bila membuang duri dari jalan termasuk cabang iman, maka duri manakah yang lebih berat, batu di jalan atau fitnah yang merusak hati, menerbangkan akal dan menyebarkan kekejian di antara orang-orang mu’min.&lt;br /&gt;Sesungguhnya tidaklah seorang lelaki muslim terkena fitnah pada hari ini karena anda yang telah memalingkannya dari mengingat Allah dan menghalanginya dari jalan yang lurus -padahal anda sanggup mencegahnya dari fitnah itu- kecuali di hari esok nanti Allah akan menghukum anda dengan adzab yang sangat pedih.&lt;br /&gt;Segeralah taat kepada Allah, tinggalkan kritikan dan ejekan manusia, karena perhitungan Allah kelak sangat ketat.&lt;br /&gt;Beberapa syarat hijab yang harus terpenuhi:&lt;br /&gt;1.Menutupi seluruh anggota tubuh wanita -berdasarkan pendapat yang paling rojih.&lt;br /&gt;2.Hijab itu sendiri pada dasarnya bukan perhiasan.&lt;br /&gt;3.Tebal dan tidak tipis atau trasparan.&lt;br /&gt;4.Longgar dan tidak sempit atau ketat.&lt;br /&gt;5.Tidak memakai wangi-wangian.&lt;br /&gt;6.Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir.&lt;br /&gt;7.Tidak menyerupai pakaian laki-laki.&lt;br /&gt;8.Tidak bermaksud memamerkannya kepada orang-orang.&lt;br /&gt;Jangan berhias terlalu berlebihan&lt;br /&gt;Bila anda memperhatikan syarat-syarat tersebut di atas akan nampak bagi anda bahwa banyak di antara wanita-wanita  sekarang ini yang menamakan diri sebagai wanita berjilbab, padahal pada hakekatnya mereka belum berjilbab. Mereka tidak menamakan jilbab dengan nama yang sebenarnya. Mereka menamakan Tabarruj sebagai hijab dan menamakan maksiat sebagai ketaatan.&lt;br /&gt;Musuh-musuh kebangkitan Islam berusaha dengan sekuat tenaga menggelincirkan wanita muslimah, lalu Allah menggagalkan tipu daya mereka dan meneguhkan orang-orang Mu’min di atas ketaatan kepada Tuhannya. Mereka memanfaatkan wanita itu dengan cara-cara kotor untuk memalingkannya dari jalan Tuhan dengan memproduksi jilbab dalam berbagai bentuk dan menamakannya sebagai “jalan tengah” yang dengan itu ia akan mendapatkan ridha Tuhannya -sebagaimana pengakuan mereka- dan pada saat yang sama ia dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan tetap menjaga kecantikannya.&lt;br /&gt;Kami dengar dan kami taat&lt;br /&gt;Seorang muslim yang jujur akan menerima perintah Tuhannya dan segera menerjemahkannya dalam amal nyata, karena cinta dan perhomatannya terhadap Islam, bangga dengan syariat-Nya, mendengar dan taat kepada sunnah Nabi-Nya dan tidak peduli dengan keadaan orang-orang sesat yang berpaling dari kenyataan yang sebenarnya, serta lalai akan tempat kembali yang ia nantikan.&lt;br /&gt;Allah menafikan keimanan orang yang berpaling dari ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya:&lt;br /&gt;} وَيَقُولُونَ آمَنَّا بِاللهِ وَبِالرَّسُولِ وَأَطَعْنَا ثُمَّ يَتَوَلَّى فَرْيقٌ مِنْهُمْ مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَمَا أُولَئِكَ بِالمُؤْمِنِينَ (47) وَإذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ إذَا فَرِيقٌ مِنْهُمْ مُعْرِضُونَ (48) {&lt;br /&gt;“Dan mereka berkata: “Kami telah beriman kepada Allah dan Rasul, dan kami menaati (keduanya).” Kemudian sebagian dari mereka berpaling sesudah itu, sekali-kali mereka itu bukanlah orang-orang yang beriman. Dan apabila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya, agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka, tiba-tiba sebagian dari mereka menolak untuk datang.”                  (Q.S. An-Nur: 47-48)&lt;br /&gt;Firman Allah yang lain:&lt;br /&gt;} إنَّمَا كاَنَ قَوْلَ المُؤْمِنِينَ إذَا دُعُوا إلَى اللهِ وَرَسُولِهِ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أنْ يَقُولُوا سَمِعْنَا وَأطَعْنَا وَأُولَئِكَ هُمُ المُفْلِحُونَ (51) وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُولَهُ وَيَخْشَ اللهَ وَيَتَّقِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الفَائِزُونَ (52) {&lt;br /&gt;“Sesungguhnya jawaban orang-orang mu’min, bila mereka dipanggil kepada Allah dan Rasul-Nya agar Rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan: “Kami mendengar dan kami patuh.” Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapatkan kemenangan.”         (Q.S. An-Nur: 51-52)&lt;br /&gt;Dari Shofiyah binti Syaibah berkata: “Ketika kami bersama Aisyah ra, beliau berkata: “Saya teringat akan wanita-wanita Quraisy dan keutamaan mereka.” Aisyah berkata: “Sesungguhnya wanita-wanita Quraisy memiliki keutamaan, dan demi Allah, saya tidak melihat wanita yang lebih percaya kepada kitab Allah dan lebih meyakini ayat-ayat-Nya melebihi wanita-wanita Anshor. Ketika turun kepada mereka ayat: “Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya.” (Q.S. An-Nur: 31) Maka para suami segera mendatangi istri-istri mereka dan membacakan apa yang diturunkan Allah kepada mereka. Mereka membacakan ayat itu kepada istri, anak wanita, saudara wanita dan kaum kerabatnya. Dan tidak seorangpun di antara wanita itu kecuali segera berdiri mengambil kain gorden (tirai) dan menutupi kepala dan wajahnya, karena percaya dan beriman kepada apa yang diturunkan Allah dalam kitab-Nya. Sehingga mereka (berjalan) di belakang Rasulullah SAW dengan kain penutup seakan-akan di atas kepalanya terdapat burung gagak.”&lt;br /&gt;          Sholawat dan salam semoga tercurah atas Nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-567807788941481933?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/567807788941481933/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=567807788941481933&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/567807788941481933'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/567807788941481933'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2008/05/hijab-memuliakan-kaum-hawa.html' title='Hijab, Memuliakan kaum hawa'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8033211061898006718</id><published>2008-05-08T08:58:00.000+07:00</published><updated>2009-01-28T15:17:47.314+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='politik'/><title type='text'>Pemilu 2009</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Assalamu'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum Muslimin dimana saja berada. pemilihan umum tahun 2009 akan segera meramaikan duni perpolitikan Indonesia. kita sebagai masyarakat Islam yang konsisten dengan Da'wah dan aturan Allah SWT dan Rasul-Nya harus segera mempersiapkan diri dan mengantisipasi segala kemungkinan yang terburuk sekalipun agar pemimpin dan partai-partai yang berkuasa nantinya adalah orang-orang yang peduli dan paham dengan Aqidah Islam. berikut nama-nama partai yang akan meramaikan pemilu 2009. cermati dan pahami siapakah diantara mereka yang layak mendapat amanah memimpin negeri ini. Ingat !! pilihan kita akan dipertanggungjawabkan dihadapan Allah SWT. makanya Janan salah pilih...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PARTAI GENERASI &lt;br /&gt;K : WALI YUNUS, SR&lt;br /&gt;S : H.JUMALA&lt;br /&gt;B : belum tercantum dalam susunan pengurus.&lt;br /&gt;Jl. Kayumanis Raya No. 6 Condet - Balekambang Jakarta Timur 13530&lt;br /&gt;Telp.80871873 Fax.80871873&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. PARTAI INDONESIA MUDA BANGKIT &lt;br /&gt;K : Ir. MOHAMAD DJATI AJIS&lt;br /&gt;S : DARONO PROJO SOETIKSNO, SE&lt;br /&gt;B : Ir. PUNGKI PURNOMO SLAMET M. ENG&lt;br /&gt;MENARA SUPRA, Lantai 8 Jl. Letjen. S. Parman Kav. 76 Slipi Jakarta Barat.11411&lt;br /&gt;Telp. (021)35666028 Fax. (021)53666030&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. PARTAI INDONESIA MAJU &lt;br /&gt;K : Prof.DR.KH. NURULLAH MARZUKI, Phd&lt;br /&gt;S : H. JUMALA&lt;br /&gt;B : H. ASNAWI AZIS&lt;br /&gt;JL. Satria Raya No. 88 Pulo Gadung Jakarta Timur,&lt;br /&gt;TELP. (021) 4713180,4896949, FAX (021)4786616 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. PARTAI NUSANTARA INDONESIA &lt;br /&gt;K : IIM SARKIM, MSc&lt;br /&gt;S : MOHAMMAD GOLAM ADITIA&lt;br /&gt;B : Ir. NUR CHOLIS &lt;br /&gt;Jl. Tanah Abang I No.12 Jakarta Pusat Telp. / Fax : (021) 3860587&lt;br /&gt;Sekretariat : Jl. Abdul Muis No. 68 Telp. (021) 3505046&lt;br /&gt;Pindah alamat :&lt;br /&gt;Jl. Andong Raya No. 1 RT5/RW 7 Kelurahan Kotabambu Selatan, Kec Palmerah&lt;br /&gt;Jakarta Barat, Telp. 021-5689136&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PARTAI ISLAM PERSATUAN &lt;br /&gt;K : Prof.Dr. KH. JAILANI SITOHANG, SH&lt;br /&gt;S : Drs. H.J. HAMZAH&lt;br /&gt;B : DASRIL SYAMSUDIN&lt;br /&gt;Jalan Duyung III / IIA Rawamangun Jakarta Timur 13220&lt;br /&gt;Telp. 021-47869642, HP. 081317688306 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PARTAI SOLIDARITAS BURUH &lt;br /&gt;K : SAMUEL EJ MINTJE, M.MIN&lt;br /&gt;S : Drg. DIAH INDRIASTUTI, Sp. RKG&lt;br /&gt;B : JOHN SUKANTO SIDAURUK, SH&lt;br /&gt;Jalan Manggarai Selatan VIII No. 181 C Manggarai , Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. 021-70382213, 9178192, Fax 021-9178192&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PARTAI BURUH &lt;br /&gt;K : DR. MUCHTAR PAKPAHAN, SH. MA&lt;br /&gt;S : SONNY PUDJISASONO, SH. MM&lt;br /&gt;B : SYAIFUL ANWAR '&lt;br /&gt;Jl. Tanah Tinggi II No.44 B Kec. Johar Baru Jakarta Pusat,&lt;br /&gt;Telp. 021- 42802561, Fax 021- 4280257&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. PARTAI REPUBLIKU &lt;br /&gt;K : LAKSDYA TNI Purn WAHYU SASONGKO, S.Sos, MM&lt;br /&gt;S : DR. TONY P. TAMBUNAN, SE, MBA&lt;br /&gt;B : Ir. WIDOYOKO HEKSANTO&lt;br /&gt;Jl. Letjen Suprapto No. 38, Cempaka Putih, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp. (021) 4288 3860, Fax. (021) 4288 3861 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PARTAI MURBA INDONESIA &lt;br /&gt;K : Drs. H. KUSRIN, SH. MA&lt;br /&gt;S : Ir. MATHIAS J LADO&lt;br /&gt;B : SRI WIDODO SUROSO&lt;br /&gt;Jalan Condet Raya No. 101 Kel. Bale Kambang RT. 06/02 Kec. Kramat Jati Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp.8002285, 87706921, HP. 081513887840&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. PNI MASSA MARHAEN &lt;br /&gt;K : MOH GEMPAR SOEKARNOPUTRA, SH&lt;br /&gt;S : Drs. WING ISKANDAR&lt;br /&gt;B : REAPELT AHARISTIAN KAIRUPAN&lt;br /&gt;Jl. Menteng No. 1 E Kelurahan Jagakarsa Lenteng Agung Jakarta Selatan- 16210&lt;br /&gt;Telp. 021- 78886178 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. PNI MARHAEN &lt;br /&gt;K :ANDI BASO AMIR, MBA&lt;br /&gt;S : DAVID PESTAMEN NAPITUPULU&lt;br /&gt;B : REAPELA KAIRUPAN&lt;br /&gt;Jl. Kalisari, Caraka Buana II No. 6 Cijantung IV Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp/ Fax : 021-8711142 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. PARTAI PEDULI RAKYAT NASIONAL &lt;br /&gt;K : BRIGJEN (PURN) TARIDA HASAHATAN SINAMBELA&lt;br /&gt;S : ANTON ODJAK SIHOTANG&lt;br /&gt;B : DOKTOR SIHAR SITORUS&lt;br /&gt;Jl. Pahlawan Revolusi No. 147 Pondok Bambu, Jakarta Timur&lt;br /&gt;Tel. 86600230- 86600284 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. PARTAI SOLIDARITAS NASIONAL &lt;br /&gt;K : HARSONO BADAI SAMODRA&lt;br /&gt;S : DRS. ACHMAD HAFIED&lt;br /&gt;B : ENDANG ASTUTIK, SE&lt;br /&gt;Jl. Lenteng Agung RayaNo-41B Jakarta Selatan 12610&lt;br /&gt;Telp(021)78888161Fax(021)78888337 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. PARTAI BELA NEGARA &lt;br /&gt;K : EDDY HARTAWAN SISWONO&lt;br /&gt;S : HERMANSYAH M. NOOR&lt;br /&gt;B : HENGKY WIJAYA&lt;br /&gt;Jl. Raya Pintu Air Raya No28A Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Tlp.(021)3504247Fax.(021)3810548 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. PARTAI KRISTEN DEMOKRAT &lt;br /&gt;K : MICHAEL H LUMANAUW&lt;br /&gt;S : SONNY WUISAN&lt;br /&gt;B : ROBERT ROLLIES PURBA&lt;br /&gt;Jl. Letjen. Soeprapto No. 100 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp.(021)4262119 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. PARTAI ORDE BARU &lt;br /&gt;K : Drs. H. ZAUFI LUBIS&lt;br /&gt;S : Mhd. DEDE HERDIANSYAH Nst, SH&lt;br /&gt;B : JAMILAH&lt;br /&gt;Jl. Perdatam Raya No. 54 C Jakarta 12770&lt;br /&gt;Telp. 7943075 Fax. 7943236 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. PARTAI SATRIA PININGIT &lt;br /&gt;K : DR. ACHMAD SAEFUDINNUR&lt;br /&gt;S : Prof. DR. HARYONO, MBA&lt;br /&gt;B : H. ASEP CHAERUDIN&lt;br /&gt;Jl. Buncit Raya Ujung No. 1A Ragunan Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Tlp.(62-21)7807647, 78841533, Fax.(62-21)78832290 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. PARTAI DEMOKRASI PEMBARUAN &lt;br /&gt;K : H. ROY BB JANIS, SH, MH&lt;br /&gt;S : KRHT. H. DIDI SUPRIYANTO, SH&lt;br /&gt;B : TJIANDRA WIDJAJA&lt;br /&gt;Jl. Sisingamangarja No. 21 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12120,&lt;br /&gt;Tlp.(62-21)7264705, 7253151, 7208J Fax.(62-21)7208374, 7262867&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. PARTAI BINTANG BULAN &lt;br /&gt;K : HAMDAN ZOELVA, SH, MH&lt;br /&gt;S : YASIN ARDHY, SH&lt;br /&gt;B : NOOR MUHAMMAD, SE&lt;br /&gt;Jl. Raya Pasar Minggu KM. 18 No. 18 Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Tlp.(021)79180734 Fax. (021)79180765 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. PARTAI KRISTIANI INDONESIA &lt;br /&gt;K : PADMONO SASTROKASMOJO, S.Th&lt;br /&gt;S : MALKAN BOUW, SH&lt;br /&gt;B : WAHAB WAHYUDI&lt;br /&gt;Komplek Sinar Kasih Rt.001/002 Blok A Jalan Agape No. 19 Jatimakmur Pondok Cede&lt;br /&gt;Telp.(021)8460986Fax.(021)4206553&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. PARTAI NASIONAL &lt;br /&gt;K : DAVID PESTAMAN NAPITUPULU&lt;br /&gt;S : JAK TUMEWAN, SE&lt;br /&gt;B : ANDI ASLINA&lt;br /&gt;Patra Office Tower 15th Floor, Suite 150B, Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34 Jakarta 12950&lt;br /&gt;Telp. 62-21.70043119 Fax. 62-21.52906871&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. PARTAI DAMAI SEJAHTERA INDONESIA &lt;br /&gt;K : GIDEON MAMAHIT, SH&lt;br /&gt;S : HERMANUS B GINTING&lt;br /&gt;B : ARTHABAN ARIANTO&lt;br /&gt;Jl. Pondok Kelapa LA Blok A.3/24 RT.001/04 Kel. Pondc Kelapa Duren Sawit - Jakarta Timur &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA &lt;br /&gt;K : Drs. JOES PRANANTO&lt;br /&gt;Wakil Sek : Ir. H. ENDANG SULISTYORINI&lt;br /&gt;B : HENDRA JUSTIAN, MBA&lt;br /&gt;Jl. Letjen Soeprapto No. 22 - G Cempaka Putih Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp.(021)42803281 Fax. (021) 4200838&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. PARTAI PEMBAHARUAN DAMAI SEJAHTERA &lt;br /&gt;K : VICTOR E. SAERANG&lt;br /&gt;S : BAMBANG GINTING, SH&lt;br /&gt;B : LUKAS WAHYU UTOMO&lt;br /&gt;Jl. Tole Iskandar Raya, Ruko Sukmajaya No. 11 Depok II Tengah, Kota Depok 16412&lt;br /&gt;TeIp.(+6221)77829276Fax.(+6221)77829277&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. PARTAI RAKYAT MERDEKA &lt;br /&gt;K : H. ABD. AZIS HALID, SE, MM&lt;br /&gt;S : HASANNUDIN M. KHOLIL, SIP&lt;br /&gt;B : HJ. DIANA DEWI, SE&lt;br /&gt;Jl. Mampang Prapatan XII No. 6 Jakarta Selatan 12790&lt;br /&gt;Telp./Fax. (021)7991439 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. PARTAI DEMOKRAT SEJAHTERA &lt;br /&gt;K : HENDRIK AJOB RURU&lt;br /&gt;S : JERNIHMAN GULO&lt;br /&gt;B : SJANE DUMALANG&lt;br /&gt;Jl. H. Kamang No. 28 Pondok Labu Cilandak - Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp./Fax. (021)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. PARTAI KEMERDEKAAN RAKYAT&lt;br /&gt;K : ALMA SHEPARD SUPIT&lt;br /&gt;S : BAMBANG SUSANTO&lt;br /&gt;B : MICHAEL TJAHJADI&lt;br /&gt;1. Jl. Gajah Mada No. 153 (Lt II) Jakarta Barat&lt;br /&gt;2. Jl. Pilin No. 5 R Jembatan Dua Jakarta Utara&lt;br /&gt;Telp. (021) 68642428, 6612288, Fax (021) 6616317&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. PARTAI KARANG BAJA SEJAHTERA&lt;br /&gt;K : ANTORI DASIHAN SH.,MH&lt;br /&gt;S : SURYANSYAH&lt;br /&gt;B : FREDDIANSYAH HARAHAP&lt;br /&gt;JL. Masjid Al-Khairot No. 02. Rt.16 Rw.03 Batu Ampar III Kelurahan Batu Ampar. Kecamatan Kramat Jati-Jakarta Timur .&lt;br /&gt;Tlp./ Fax : (021) 9234697, Email : Karang baja sejahtera@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. PARTAI INDONESIA SEJAHTERA&lt;br /&gt;K : H. BUDIYANTO DARMASTONO, SE&lt;br /&gt;S : Drs. ROY H. RITONGA, S.Th&lt;br /&gt;B : ZAKARIANI SANTOSO&lt;br /&gt;JL. Slamet Riyadi Raya No. 19 Matraman, Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp. (021) 8513890, 8512690, 8512686, Fax (021) 8512686&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. PARTAI KEDAULATAN&lt;br /&gt;K : H. IBRAHIM BASRAH, SH&lt;br /&gt;S : SHIRATO SYAFEI&lt;br /&gt;B : MALIK ABDUL KADIR, MM&lt;br /&gt;JL. Cempaka Raya No. 1 Cempaka Putih, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp. (021) 4209032; Fax. (021) 4209032&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. PARTAI KARYA PELITA SOEHARTO&lt;br /&gt;K : PANDARA HR&lt;br /&gt;S : SALADIN PADANTA RANGKUTI&lt;br /&gt;B : MURSIN&lt;br /&gt;Bekasi Regensi II, Jl. Cermai V No. 9, Cibitung- Bekasi&lt;br /&gt;Telp/HP : 081585456095, 08161633235&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. PARTAI KEBANGKITAN NASIONAL ULAMA&lt;br /&gt;K : DRS. H. CHOIRUL ANAM&lt;br /&gt;S : H. IDHAM CHOLIED&lt;br /&gt;B : RIDWAN ZAI&lt;br /&gt;Jl. Kramat VI No. 8 Jakarta Pusat 10430&lt;br /&gt;Telp. (021) 31923717, Fax (021) 3905686&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. PARTAI KEBANGSAAN&lt;br /&gt;K : DR. KRH. SUPRAYITNO K. MBA&lt;br /&gt;S : JAK T.W. TUMEWAN, SE&lt;br /&gt;B : SRI SULARTINI, SE., Ak &lt;br /&gt;Jl. Gatot Subroto Kav. 32-34 Jakarta 12950&lt;br /&gt;Phone: 62-21-70043119, Fax : 62-21-52906871, Hp: 081806561426/ 08159549409&lt;br /&gt;E-Mail : kebangsaan@telkom.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. PARTAI NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA (NKRI)&lt;br /&gt;K : RMH. HEROE SYSWANTO Ns. (Sys Ns)&lt;br /&gt;Wakil Sekjen : BUDI SANTOSO&lt;br /&gt;B : DODI PREMADI &lt;br /&gt;Jl. Cipaku V No. 15 Rt. 006 Rw. 005, Kel. Petogogan, Kec. Kebayoran Baru. Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. (021) 70 993 187, Fax : (021) 70 233 187&lt;br /&gt;E-mail : dpp@partainkri.or.id&lt;br /&gt;www.partainkri.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35. PARTAI PERHIMPUNAN KEBANGSAAN Berubah nama menjadi PARTAI HATI NURANI RAKYAT (HANURA)&lt;br /&gt;K : JEND TNI (PURN) H. WIRANTO, SH&lt;br /&gt;S : H. YUS USMAN SUMANEGARA, SE.,MBA.&lt;br /&gt;B : BAMBANG SUJAGAD, SE.,MM&lt;br /&gt;Jl. Proklamasi No : 69 Menteng Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telpon / Fax : 021-3921785 – Fax 021-3921790 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permohonan perubahan nama Tgl. 7 Desember 2006 No. 64/Sek-DPP/P4/PK/XII-06 &lt;br /&gt;Berubah Alamat :&lt;br /&gt;Jl. P Diponegoro No. 1 Kel Menteng , Kec Menteng, Jakarta Pusat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36. PARTAI INDONESIA MADANI&lt;br /&gt;K : H. EDY SUSANTO, SH.,MH,MM&lt;br /&gt;S : Ir. H. SYAIFUL AZRI, MM&lt;br /&gt;B : FD WIDODO, SE&lt;br /&gt;Jl. Kramat Raya No. 25 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp. (021) 3200228; Fax (021) 39835606&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37. PARTAI GARUDA&lt;br /&gt;K : Drs. H. ABDUL MALIK MOHAMAD RAZIF&lt;br /&gt;S : Ir. TUBAGUS SUFYAN&lt;br /&gt;B : DR. H . MOHAMMAD NASRUN&lt;br /&gt;Jl. Tebet Timur Dalam VII No. 8 RT 006 RW 006 Kel Tebet Timur, Kec Tebet Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp/ Fax (021) 8290080&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38. PARTAI KEMAKMURAN&lt;br /&gt;P : ABDUL BASIT H. YUSUF, SH&lt;br /&gt;S : RACHMAT IMANUDIN, BSc&lt;br /&gt;B : JHONY BAHTERA, SH&lt;br /&gt;Jl. Berlian II No. 7 Jakarta 10640&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39. PARTAI AMANAT PERJUANGAN RAKYAT (AMPERRA)&lt;br /&gt;K : DJABROS DJABARIN&lt;br /&gt;S : IKHSAN ALIAN&lt;br /&gt;B : AMIR SIREGAR&lt;br /&gt;Jl. Swadarma Raya No. 24 Rt. 018/003 Kel. Ulujami, Kec Pesanggrahan, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp (021) 585-3777&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40. PARTAI NASIONALIS BERSATU (PNB)&lt;br /&gt;K : EDDY TOEGINO&lt;br /&gt;S : DIDIN SYAEPUDIN, SE&lt;br /&gt;B : Ir. WAHYU INDAYATI&lt;br /&gt;Komp. R.S. Fatmawati Flat III No. 8 B, RT. 004/09, Kel. Cilandak Barat, Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. (021) 7669945-75915606, Fax. 7503460&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41. PARTAI PENGAMAL THAREQAT ISLAM NEGARA ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;P : MASYKUR LOAMENA, S. Ag. M. Ag, SH&lt;br /&gt;S : AMRULLAH SP&lt;br /&gt;Jl. Setuwisata Citayam Kampung Lio Rt. 001/08 No. 25 Kel. Pondok Terong Kec. Pancoran Mas Depok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. PARTAI PERSERIKATAN RAKYAT&lt;br /&gt;K : SYAIFUL BAHARI&lt;br /&gt;S : SUDARNO&lt;br /&gt;B : TEDDY WIBISANA&lt;br /&gt;Jl. Prof DR. Supomo No. 28 Tebet Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. /Fax : (021) 8370 5011&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. PARTAI AMAN SEJAHTERA &lt;br /&gt;Jl. Raden Inten No. 8, Raden Inten Centre, Malaka Sari, Duren Sawit Jakarta Timur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA&lt;br /&gt;K : H HARTONO HARSONO TJOKROAMINOTO, SH&lt;br /&gt;S : Ir. RIDZALUDDIN IMBAN&lt;br /&gt;B : SITI HAWA MAYUTI AMIN&lt;br /&gt;Jl.. Taman Amir Hamzah No. 2 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp. (021) 3904101&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45. PARTAI MATAHARI BANGSA&lt;br /&gt;K : IMAM ADDARUQUTNI&lt;br /&gt;S : AHMAD ROFIQ&lt;br /&gt;B : ARMYN GULTOM&lt;br /&gt;Jl. Bukit Duri Tanjakan Kav. 7 Tebet Jakarta Seltan&lt;br /&gt;Telp. (021) 68860381, 83785159; Fax (021) 83785159&lt;br /&gt;www.mataharibangsa.org&lt;br /&gt;pmb_pusat@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46. PARTAI KEMAKMURAN RAKYAT&lt;br /&gt;K : Ir. KOMARDIN&lt;br /&gt;S : ABDULLAH DJAMALUDDIN, S.Si&lt;br /&gt;B : FIRMAN, SP&lt;br /&gt;Jl. Perserikatan No. 4 D Lt. 2 RT. 002/ 08 Rawamangun Kec. Pulo Gadung Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp. (021) 4892312; Fax (021) 4758235&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47. PARTAI PERMATA NUSANTARA&lt;br /&gt;K : AGUNG YULIANTO, SE&lt;br /&gt;S : SIGIT BUDI NUGROHO, S.Kom&lt;br /&gt;B : NANDOR, SE&lt;br /&gt;Jl. Pala 3 No 191 Kel Lubang Buaya Kec Cipayung Jakarta Timur 13810&lt;br /&gt;Telp. (021) 8412222 Fax (021) 8416262&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48. PARTAI SOLIDARITAS PEKERJA SE-INDONESIA&lt;br /&gt;Presiden Partai : Dr. H. RASYIDI&lt;br /&gt;S : LEONI BR&lt;br /&gt;B : Dra. SURTIKA YUDHAPRAJA&lt;br /&gt;Jl. Kayu Putih Utara IV No. 162, Pulomas Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp/ Fax : (021) 4898988 HP. 02170780237&lt;br /&gt;E-mail : dara-rasyidi@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49. PARTAI PEMUDA INDONESIA&lt;br /&gt;K : HASANUDDIN YUSUF&lt;br /&gt;S : M. RIFAI DARUS&lt;br /&gt;B : MILA OKYAVIA&lt;br /&gt;Jl. Bunga Rampai IX No. 76 Duren Sawit Jakarta&lt;br /&gt;E-mail : partaipemudaindonesia@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Telp : (021) 68728868 Fax : 8621179&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50. PARTAI PARADE NUSANTARA (*)&lt;br /&gt;K : H. SUDIR SANTOSO, SH&lt;br /&gt;S : SURJOKOTJO, SE&lt;br /&gt;B : KUMIAYI AGUNG SAPUTRA&lt;br /&gt;Komplek Sentra Pemuda Kav 6 Jl. Pemuda No. 61- Rawamangun, Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp/ Fax : (021)47864978-9/ (021) 47864977&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51. PARTAI RAKYAT INDONESIA (PARI)&lt;br /&gt;K : Drs. PJP GINTING, MM&lt;br /&gt;S : Ir. THOMAS ARIES PURJANTO&lt;br /&gt;B : EDDY SUNARTO, SH&lt;br /&gt;Jl. Moncokerto Raya I No. 30 Utan Kayu Selatan Matraman, Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp. (021) 8581256/ 08176329492 Fax (021) 8581256&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52. PARTAI KONGRES&lt;br /&gt;K : ZAKARIANI SANTOSO&lt;br /&gt;S : Drs. FACHRUDIN HASAN&lt;br /&gt;B : TRINARNI, SH&lt;br /&gt;Jln. Pramuka Raya 137, Jakarta Timur 13120&lt;br /&gt;Telp/ Fax : 021- 85902275 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53. PARTAI KEADILAN RAKYAT (PAKAR)&lt;br /&gt;K : MARAJO ELEON HUTAGAOL, SH&lt;br /&gt;S : Ir. WASHINGTON G. SIRAIT&lt;br /&gt;B : JOSO FIENE JOHAN, SE.,MM&lt;br /&gt;Jl. Pemuda Kav. 721 Rawamangun Jakarta Timur&lt;br /&gt;Telp. : 021- 68813488, Fax 021- 4614282&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54. PARTAI WALISONGO&lt;br /&gt;K : H BAMBANG MULYONO, SSi&lt;br /&gt;S : Ir. ANTO BAMBANGTJIPTO UTOMO&lt;br /&gt;B : IKE CHOERNIA ARISANTI, SE&lt;br /&gt;Taman Bougenville Blok F1 No. 3 Kel. Jati Bening Kec. Pondok Gede Kota Bekasi&lt;br /&gt;Telp. 021-71159644 Fax 021-8645865&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55. PARTAI SOSIAL DEMOKRAT&lt;br /&gt;K : H. A.Z. ARIFIEN SYAFE’I, SH&lt;br /&gt;S : Dr. RM. WAHJOE A. SETIADI, SH.,MH&lt;br /&gt;B : SAIBUN, S.Kom, MBA&lt;br /&gt;Jl. Ciledug Raya No. 71 Kebayoran Lama Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. 021- 72790620, 72798571. 70820965 Fax. 021-72790620&lt;br /&gt;Sekretariat Khusus:&lt;br /&gt;Graha Samali No. 31 B Lt.3 Room 301 Kalibata Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. (021) 7994475,7975639; Fax (021) 7975639&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56. PARTAI PERJUANGAN RAKYAT MISKIN DAN TERTINDAS&lt;br /&gt;K : MUHAMMAD MANSYUR&lt;br /&gt;S : SUBIYANTORO&lt;br /&gt;B : ROBI ANGGARA PUTRA&lt;br /&gt;Perum Bumi Lestari Jl. Cendrawasih 6 Blok H9 Tambun- Bekasi&lt;br /&gt;Telp. 021- 8827071&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57. PARTAI NUSA BANGSA&lt;br /&gt;K : JAMAL MIRDAD&lt;br /&gt;S : AMARNO Y WIYONO&lt;br /&gt;B : SOLO PATI ANDREAS SIMBOLON&lt;br /&gt;Jl. Bendi Besar No. 36 Tanah Kusir Kebayoran Lama Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp (021) 7247174; Fax (021) 7806787&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;58. PARTAI BARISAN NASIONAL&lt;br /&gt;K : Ir. SILO MARBUN&lt;br /&gt;S : Drs. SF REHATTA&lt;br /&gt;B : ANGKY GERUNGAN&lt;br /&gt;Jl. Gunawarman No. 32 Kebayoran Baru Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. 021-72669588 Fax. 021 72669588/ 83791976&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;59. PARTAI PEMBAHARUAN NASIONAL&lt;br /&gt;K : BENNY HANDOKO&lt;br /&gt;S : SUHARNO&lt;br /&gt;B : YOHANES HARYANTO&lt;br /&gt;Jl. M. Saidi Raya No. 20 Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp . 021-71027844&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;60. PARTAI PATRIOT&lt;br /&gt;K : YAPTO SOELISTIO SOERJOSOEMARNO, SH&lt;br /&gt;S : YUSRIL ANDI, SE&lt;br /&gt;B : JEANETTE GANDA TRESNA&lt;br /&gt;Jl. Manggis 12 A Ciganjur Jakarta&lt;br /&gt;Telp/ Fax : 021-7873109&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;61. PARTAI NASIONAL INDONESIA&lt;br /&gt;K : AGUS SUPARTONO&lt;br /&gt;S :TJAHJO HADIANTO&lt;br /&gt;B : FIRDAUS JUVEN&lt;br /&gt;Jl. Sriwijaya II No.19 Kebayoran Baru Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp. (021) 70522073. 70552274; Fax (021) 7220017&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;62. PARTAI INDONESIA RAYA&lt;br /&gt;K : DODOT MULYAWAN DARMOJO POETRO, SH&lt;br /&gt;S : TISNAYA IRAWAN KARTAKUSUMA, SH&lt;br /&gt;B : SETIAWATI FARIDA BUDHININGSIH, SH &lt;br /&gt;Jl. Ceger Raya No. 49 Jakarta Timur 113840&lt;br /&gt;Telp / Fax : 021-8445050&lt;br /&gt;Website : http:/pir.blog.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;63. PARTAI NASIONAL PRIBUMI BERSATU&lt;br /&gt;K : H. SUHARDI SOMOMOE, SH&lt;br /&gt;S : TATAQ HARTJAHJO&lt;br /&gt;B : H. THAMRIN ANANG, SH&lt;br /&gt;Jl. Raden Saleh No. 91F Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp : 021-3919565 Fax : 021-3161569&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;64. PARTAI PEMBAWA DAMAI SEJAHTERA&lt;br /&gt;K : BONAR L SIMANGUNGSONG&lt;br /&gt;S : Brigjend TNI (Purn) ADOLF HERMAN MAMBU&lt;br /&gt;B : DEDY BUDIMAN&lt;br /&gt;Jl. Hayam Wuruk No. 68 Jakarta 11160&lt;br /&gt;Telp 021-6255565 Fax : 021-6255566&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;65. PARTAI ISLAM INDONESIA MASYUMI&lt;br /&gt;K ; UMAR TUASKIKAL, SH&lt;br /&gt;S : Drs. H.T. HASBALLAH ALY, Msi&lt;br /&gt;B : NY. Hj. FATMAH NOOR SANTY&lt;br /&gt;Jl. Tali Raya, No. 10 Lt. 2-3 Slipi, Jakarta Barat – 11410&lt;br /&gt;Telp : (021) 5356783 Fax : (021) 5346713&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;66. PARTAI NASIONAL DEMOKRASI KEADILAN SOSIAL&lt;br /&gt;K : Prof. DR.H.R.P BUDI KELANA SOSROSUBROTO,SH,MH&lt;br /&gt;S : MARCELLO ALEXANDRO PATTINA,SH,MH&lt;br /&gt;B : NINING YUANINGSIH, SE&lt;br /&gt;Jl. Asia Afrika Pintu IX. Gd STC Senayan Lt No. 1062-1063, Gelora Senayan Jakarta&lt;br /&gt;Tel / Fax : (021) 57936124, 71555556 Hp. 081380007666, 081387437777&lt;br /&gt;Email : partainasionaldemokrasikeadilansosial@yahoo.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;67. PARTI BHAKTI PUTRA NUSANTARA&lt;br /&gt;K : SYAMSUDDIN ANGGIR MONDE&lt;br /&gt;S : TATAQ HARTJAHYO&lt;br /&gt;B : ADAM SUGIARTO, S.Pd&lt;br /&gt;Jl. Cikini Raya No. 91 F Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp (021) 3919565, Faz : (021) 3181481&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;68. PARTAI MASYARAKAT MADANI&lt;br /&gt;K :H.Drs. JUWARNO,Ak&lt;br /&gt;S : DEOFAVAN YULIANTO PUTRA, SH&lt;br /&gt;B : SRI WAHYUNI,SE&lt;br /&gt;Jl. Gading Elok Barat II Blok CC 1 No. 12 Kelapa Gading Permai Jakarta Utara&lt;br /&gt;Hp. 08561627504, 08158046018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;69. PARTAI REPUBLIKA NUSANTARA&lt;br /&gt;Presidium : LETJEN (PURN) DRS. H. SYAHRIR,MS.SE&lt;br /&gt;S : Drs. YUS SUDARSO, SH, MM&lt;br /&gt;B : MARIA M.FARIDA BOU&lt;br /&gt;Jl. Wijaya I No. 381 I Blok Q, Kebayoran Baru Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp (021) 7232144, fax (021)7232112&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;70. PARTAI RAKYAT NUSANTARA&lt;br /&gt;Belum dilampirkan kepengurusannya&lt;br /&gt;Jl. Sakti VII No. 2, Slipi Kemanggisan Jakarta Barat.&lt;br /&gt;Telp : (021) 53676736, 5438547&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;71. PARTAI KARYA PERJUANGAN (PAKAR PANGAN)&lt;br /&gt;K : JACKSON W. KIMAAT&lt;br /&gt;S : MUH RODLI KAELANI&lt;br /&gt;B : DWINITA FEBY PURNAMAYANTI&lt;br /&gt;Jl. Proklamasi -45 Jakarta Pusat&lt;br /&gt;Telp ( 021) 98581945, 71116000&lt;br /&gt;Fax ( 021) 3916074&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;72. PARTAI GOLONGAN PEMBERKAT PERSATUAN INDONESIA (PBPPI)&lt;br /&gt;K : Drs. DJAMANUMPAK RADJAGOEGOEK&lt;br /&gt;S : NOLDY SOMPOTAN,S.Th&lt;br /&gt;B : SHERLY TAMPI, SE&lt;br /&gt;Jl. Bima No. 12 RC Veteran Rt/RW 01/001 Kel. Bintaro, Kec Pesanggrahan&lt;br /&gt;Jakarta Selatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;73. PARTAI KASIH&lt;br /&gt;K : WILLIAM HASUNDUNGAN SIRAIT.&lt;br /&gt;S : FRANS J. WENAS, S.Sos&lt;br /&gt;B : DON PETER ROREK&lt;br /&gt;Jl. Baru 2 No. 6 Kebayoran Lama Utara Jakarta Selatan&lt;br /&gt;Telp (021) 7357644, 7395805; Fax (021) 73881877&lt;br /&gt;Email : kasih@centrin.net.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA,&lt;br /&gt;SUB DIREKTORAT HUKUM TATA NEGARA&lt;br /&gt;DIREKTORAT JENDERAL ADMINISTRASI HUKUM UMUM&lt;br /&gt;DEPARTEMEN HUKUM DAN HAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;K : Ketua Umum Partai&lt;br /&gt;S : Sekretaris&lt;br /&gt;B : Bendahara (?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dep. HukHAM - tgl. 8 Des. 2007 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8033211061898006718?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8033211061898006718/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8033211061898006718&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8033211061898006718'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8033211061898006718'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2008/05/pemilu-2009.html' title='Pemilu 2009'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-171169981088319296</id><published>2008-05-07T14:10:00.007+07:00</published><updated>2008-12-18T15:11:52.758+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Pemimpin Partai Islam, " Masuk Neraka"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dinamika perpolitikan di Indonesia akhir-akhir ini banyak menyita perhatian berbagai kalangan. Dimulai dengan pergantian kepala daerah yang dilakukan secara mandiri di daerah masing-masing yang katanya demokratis, sampai kepada ribut-ribut soal partai seperti yang dilakoni oleh Gusdur dan Muhaimin...&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpolitik memang terkadang membawa banyak kebaikan, itu bila berpolitik bertujuan untuk memberikan segala daya demi terwujudnya cita-cita mulia sebagai seorang muslim yakni memaksimalkan bentuk pengabdian kita kepada Allah dan Rasullnya. tetapi terkadang berpolitik cendrung memberikan ruang yang lebih luas untuk terjadinya perselisihan dan bahkan permusuhan dengan saling menjatuhkan satu sama lain.hal yang paling menyedihkan apabila perpecahan dan permusuhan terjadi antara saudara seiman dan seaqidah hanya karena penyakit egosentris yang merasa paling benar dan paling layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita cermati perilaku berpolitik ummat islam yang tercermin dari setiap pergerakan oleh partai-partai yang mengusung label Islam. partai politik yang mengaku sebagai partai islam saat ini banyak bermunculan. sebut saja misalnya, PKS, PPP, PBB, PAN,PKB dan mungkin akan banyak lagi bermunculan di negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat agaran dasar dan anggaran rumah tangga masing-masing partai islam tersebut dapat diyakini terdapat banyak kesamaan walaupun mungkin ada perbedaan yang tidak mencolok. bagaimana tidak, apabila mereka mengusung nama Islam, dengan otomatis akan merujuk kepada sumber Islam itu sendiri yakni Al Qur'an dan Hadist.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh karena kesamaan tersebut seharusnya partai-partai tersebut berada dalam satu meja untuk merundingkan bagaimana solusi yang terbaik untuk mencapai tujuan bersama yakni menegakkan keadilan dan kebenaran atas dasar wahyu Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ponomena yang terjadi saat ini justru berbalik 380 derajat dari yang seharusnya. meraka yang sama-sama berbasiskan orang-orang islam justru saling berhadap-hadapan satu sama lain.kita lihat pilkada yang terjadi di Kalimanatan Barat. ummat islam kala itu terpecah menjadi beberapa segmen sesuai dengan partai islam yang mereka anut. akibat perpecahan itu maka, berakhirlah pilkada Kalimantan Barat itu dengan kemenangan orang Kristen. Na'uzubillah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat keserakahan, egoisme, kesombongan para pemimpin partai islam masing-masing sehingga memecah suara ummat islam dan secara langsung memberi peluang untuk menangnya orang kristen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apa yang salah dengan partai Islam itu. apa benar tujuan mereka berpolitik adalah untuk Islam? lalu mengapa mereka tidak mau saling membantu demi kemenangan islam? atau mereka hanya menggunakan label islam guna meraih suara? hanya mereka yang tahu dan Allah pasti maha tau..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 hapir saja kita jumpai, pemilihan presiden akan kembali di gelar. banyak kemungkinan calon-calon presiden yang merasa layak mencalonkan diri baik dari orang yang beriman maupun yang tidak beriman. tentu saja pergulatan tersebut melibatkan partai-partai politik yang katanya Islam yang digerakkan oleh orang-orang yang sering dipanggil ustdz bahkan kyai sebagai ujung tombaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apabila nanti ada orang yang tidak beriman mencalonkan diri menjadi Presiden, sementara partai politik "Islam" masing-masing mencalonkan jagoannya, yang menimbulkan terpecahnya suara kaum muslimin. dan orang-orang tak beriman tersebut memanfaatkan situasi tersebut untuk memenangkan pertarungan maka, siap-siaplah para pemimpin partai-partai Islam intu mempertanggungjawabkan keegoisan meraka dihadapan Allah Swt, bahkan mungkin masuk neraka karenanya...mau...??? na'uzubillah..&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;by. saihul Islam/Majalah Pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-171169981088319296?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/171169981088319296/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=171169981088319296&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/171169981088319296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/171169981088319296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2008/05/pemimpin-partai-islam-masuk-neraka.html' title='Pemimpin Partai Islam, &quot; Masuk Neraka&quot;'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-2189317442923360600</id><published>2008-05-05T17:02:00.004+07:00</published><updated>2008-05-13T14:09:46.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Istriku, maafkan..</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Telah beberapa bulan kita hidup bersama, mungkin telah banyak hal yang kita ketahui dari diri kita masing-masing.&lt;br /&gt;ingatkah ketika pertama kali kita bertemu? senyum semerbak bak bunga yang harum mewangi  mekar dengan sempurna. terus terang waktu itu aku merasakan betapa bahagia hidup berasama kekasih yang shalihah yang penuh cinta kepada Allah dan Rasull-Nya. aku pernah berjanji dalam hari sanubariku untuk senantiasa memberikan yang terbaik yang kupunya dalam rangka pengabdian kepada Allah dan Rasulullah, walau sampai hari ini terasa belum sempurna keinginan itu aku wujudkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku mengerti bila saat ini istriku sayang mengaharap banyak pada aku agar mampu menjadi imam yang baik dalam rumah tangga. menjadi cermin ketaqwaan, dan penuh kasih sayang.&lt;br /&gt;baiklah aku akan mencoba istriku, doakan aku agar senantiasa mendekat dan menjadi insan yang bertaqwa, menjadikan keluarga sakinah mawadah warahmah.&lt;br /&gt;tapi....&lt;br /&gt;tolonglah pahami istriku, bahwa aku adalah manusia yang hidup di akhir zaman yang penuh dengan liku. aku bukan Rasulullah yang begitu sempurna dihadapan istri-istrinya.aku juga bukan para sahabat yang banyak mendapat keutamaan akan akhlaknya. oleh itu, maafkanlah, wahai istriku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-2189317442923360600?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/2189317442923360600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=2189317442923360600&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2189317442923360600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2189317442923360600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2008/05/istriku-maafkan.html' title='Istriku, maafkan..'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-6966868055206331384</id><published>2007-12-17T16:51:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.401+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'></title><content type='html'>info berlangganan, hubungi : 081806278840&lt;marquee behavior="alternate"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_HMdJSChS7no/R33r_s0nUPI/AAAAAAAAACA/nTDgI4W2SB0/s1600-h/Majalah.bmp"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_HMdJSChS7no/R33r_s0nUPI/AAAAAAAAACA/nTDgI4W2SB0/s320/Majalah.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5151533028377841906" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;blink&gt;New Promotion&lt;/&gt;&lt;/blink&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-6966868055206331384?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/6966868055206331384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=6966868055206331384&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6966868055206331384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6966868055206331384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/12/new-promotion.html' title=''/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_HMdJSChS7no/R33r_s0nUPI/AAAAAAAAACA/nTDgI4W2SB0/s72-c/Majalah.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-7698578642269415902</id><published>2007-12-11T14:45:00.000+07:00</published><updated>2009-03-19T14:25:32.926+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Hakekat Kesempurnaan</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-7698578642269415902?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/7698578642269415902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=7698578642269415902&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7698578642269415902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7698578642269415902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/12/hakekat-kesempurnaan.html' title='Hakekat Kesempurnaan'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-2715369679473176172</id><published>2007-12-07T13:23:00.007+07:00</published><updated>2008-05-13T14:09:46.616+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Cintailah, DIA...</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Mereka yang berteman satu sama lain karena Aku. berhak memperoleh cinta –Ku dan mereka yang saling membantu antara sesamanya karena Aku. berhak memperoleh cinta-Ku… (H.R. Thabrani)”Subhanallah,langkah indahnya kalau seorang suami berani berkata kepada istrinya, seperti berikut ini : ”Wahai istriku, janganlah engkau terlampau mencintaiku. Aku hanyalah sekedar makhluk yang tiada daya dan upaya. Aku tidak akan pernah bisa membelamu, kecuali kalau Allah mengaruniakan kekuatan kepadaku. Aku tidak akan pernah mampu memberi nafkah kepadamu walau satu rupiah, kecuali kalau Allah menitipkan rizki kepadaku.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah Allah pemilik alam semesta ini. Sekiranya Allah mencintaimu, maka niscaya Dia akan memelihara dirimu walaupun aku jauh darimu. Sekiranya Allah menyayangimu, maka Dia pasti akan membela dan mencukupimu walaupun aku tidak berdaya untuk membela dan &lt;br /&gt;mencukupimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cintailah aku sekedar apa yang diperintahkan Allah kepadaku.” Inilah sesungguhnya cerminan dari laa hubba illallaah. Betapa teramat mulianya rumah tangga yang menjadi kan cinta kepada Allah Azza wa Jalla sebagai prioritas utama motivasinya membangun keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak! Rumah Tangga yang bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kesanggupannya untuk tidak mencintai apa dan siapa pun, kecuali hanya Allah, niscaya akan merasakan lezatnya dekat dan bertatapan dengan Dia yang memiliki sifat Rahman -Rahim .&lt;br /&gt;Seorang istri yang hanya mencintai Allah, dia berbakti kepada suami bukan agar suami mencintainya. Tidak heran kalau dia mampu menunjukkan bakti dan kesetiaannya kepada sang suami dengan begitu tulus. Manakala suami pulang dari kantor atau dari bepergian, dia akan senantiasa menyambutnya dengan hati yang indah, yang tersemburat dari wajah dan &lt;br /&gt;penampilan yang sedap dipandang mata sang suami. &lt;br /&gt;Demikian pun ketika suami berangkat dari rumah, ia akan menghantarnya dengan hati dan tatapan yang tidak diselimuti kekhawatiran, apalagi kecurigaan. Sementara dirinya yang tinggal di rumah pun mampu menjaga diri dan harat suaminya dengan sebaik-biknya. Kalau berkata-kata, lisan sang istri akan senantiasa terjaga. Sekali-kali tidak akan pernah terlontar sepatah kata pun yang bisa membuat hati suami susah atau terluka..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-2715369679473176172?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/2715369679473176172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=2715369679473176172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2715369679473176172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2715369679473176172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/12/mereka-yang-berteman-satu-sama-lain.html' title='Cintailah, DIA...'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8685432484585604691</id><published>2007-10-11T08:48:00.002+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Khutbah 'Idul Fitri 1428 H</title><content type='html'>&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3 X&lt;br /&gt;Suatu kali Rasulullah saw melaksanakan shalat idul Fitri lebih siang dari biasanya, bukan karena beliau lupa, apalagi tertidur setelah shalat subuh. Beliau terlambat ke tempat berkumpulnya jama’ah shalat Id karena beberapa saat menjelang keberangkatannya, beliau mendapati seorang anak yang bermurung durja di tengah teman-temannya yang lagi asyik bermain dan bersuka cita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendapati situasi seperti itu beliau menghampiri anak tersebut, lalu didekapnya dan dielus-elus kepalanya. Setelah cukup mendapatkan kehangatan, beliau lalu bertanya, wahai anakku, mengapa kamu bersedih hati di saat teman-temanmu bersuka ria? Di mana rumahmu? Siapa orangtuamu? Dengan mata nanar anak kecil itu menjawab, ayahku telah lama mati dalam suatu peperngan membela agama Islam, sedang ibuku menikah lagi dengan lelaki lain dan tak lagi menghiraukanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw mendekap lebih hangat lagi, lalu bertanya: maukah kau jadikan aku sebagai ayahmu, ‘Aisyah sebagai ibumu, sedang Fathimah dan Ali sebagai bibi dan pamanmu? Beliau lalu membimbing anak itu ke rumah lalu meminta agar ‘Aisyah memandikannya, membersihkan kotorannya, dan memberinya pakaian terbaik yang dimilikinya. Anak kecil yang berpakaian dekil dan berwajah muram itu seketika berubah penampilannya. Ia kini kelihatan bersih dengan rambut yang tersisir rapih. Pakainnya bagus dan wajahnya berubah menjadi ceria. Ia keluar dari rumah Rasulullah saw sambil berteriak-teriak kepada teman-temannya, akulah anak yang hari ini paling bahagia. Muhammad telah menjadi ayahku, ‘Aisyah menjadi ibuku, sedang Fathimah dan Ali menjadi bibi dan pamanku. Sungguh tak terkira bahagianya anak itu. Kebahagiaan yang tak terlukiskan dengan kata-kata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari idul fitri seperti ini seharusnya tak seorangpun bersedih hati. Semua gembira Semua bahagia. Lebih-lebih anak kecil, mestinya mereka semua bersuka cita. Tapi, sejak keberangkatan kita dari rumah hingga ke tempat ini berap banyak kita dapati anak-anak kecil berada di perempatan jalan, di lampu merah, sedang menadahkan tangan meminta-minta? Sebentar lagi mereka akan datang ke tempat ini, bersama ayah dan ibunya, memungut koran bekas shalat kita. Mereka tidak sendiri, bukan satu atau dua. Mereka itu puluhan, ratusan, ribuan, bahkan entah berapa jumlahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau satu anak yatim saja dapat menghentikan langkah Rasulullah saw menuju tempat shalat idul fitri sampai anak tersebut turut berbahagia, lalu mengapa puluhan dan ratusan anak yang mengalami nasib yang sama tidak mampu menggerakkan hati kita untuk peduli, menyantuni, dan membahagiakan mereka?&lt;br /&gt;Apa yang kita pikirkan ketika membelikan baju baru untuk anak-ank kita? Apa yang ada dalam pikiran kita ketika menghadapi aneka makanan lezat tersaji di meja makan kita? Apa yang ada dalam pikiran kita ketika kita bersama-sama keluarga kita melangkah bahagia menuju tempat ini, sekarang ini? Tidakkah terlintas dalam benak kita sekelebat bayangan fakir miskin yang hingga hari ini belum berbuka? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih adakah kapling dalam pikiran kita tentang nasib orang-orang yang kurang beruntung? Hari ini, berapa banyak saudara-saudara kita yang terpaksa merayakan idul fitri di tenda-tenda darurat setelah rumahnya dihancurkan oleh bencana alam? Mereka adalah orang-orang miskin baru yang jumlahnya puluhan ribu.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Aceh, meski sudah hampir tujuh tahun, belum semua korban tsunami mendapatkan tempat tinggal yang layak, pekerjaan yang memadai, dan pendapatan yang mencukupi. Di Jogyakarta, Bantul dan sekitarnya, ribuan orang masih tinggal di atas puing-puing rumahnya hanya dengan atap dan dinding plastik. Jangankan memikirkan untuk membangun kembali rumahnya yang hancur luluh lantak itu, sedang untuk makan sehari-hari saja mereka masih belum mampu. Di Bengkulu, di Mentawai nasib mereka lebih tragis lagi. Untuk mendata korban saja hingga hari ini pemerintah kita masih belum berhasil, apalagi mendistribusikan bantuannya secara adil dan merata.&lt;br /&gt;Di bagian timur Indonesia tak juga ketinggalan. Banjir bandang menelan korban yang tidak sedikit, rumah-rumah hancur, dan sarana prasarana rusak terbawa arus. Rumah ibadah dan sekolah ikut terbawa arus air bercampur lumpur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jawa Timur tidak saja kita dapati ribuan warga yang kehilangan tempat tinggalnya akibat lumpur Lapindo, tiba-tiba kabar baru dari Blitar dan Kediri menyebutkan bahwa gunung Kelut siap memuntahkan laharnya. Setelah diberi status siaga, lagi-lagi ribuan warga harus meninggalkan rumah tempat tinggalnya. Mereka mengungsi tanpa kepastian, kapan bisa kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3X&lt;br /&gt;Allah swt telah mentarbiyah kita selama sebulan penuh melalui ibadah Ramadhan. Melalui puasa kita dididik dan dilatih untu peduli dan berbagi. Puasa tidak saja menahan lapar dan haus di siang hari, tapi di balik haus dan lapar itu kita dihantarkan untuk ikut berempati merasakan langsung sebagian dari penderitaan saudara-saudara kita, para fuqara dan masakin.&lt;br /&gt;Islam adalah agama atau satu satunya agama yang paling banyak mengingatkan ummatnya tentang fuqara dan masakin. Bahkan orang-orang yang tidak peduli kepada mereka tegas-tegas disebutnya sebagai orang yang mendustaan agama. Allah berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?  Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya, Orang-orang yang berbuat riya dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” &lt;br /&gt;(QS Al- Maaun :1- 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedermawanan adalah sikap mulia dan terpuji, sementara kikir adalah perbuatan jahat dan hina. Seorang mukmin tak mungkin menjadi kikir, sebab ia yakin bahwa semua yang diberikan kepadanya adalah amanat dari Allah swt. Rizki dan karunia itu tidak untuk dimakan sendiri, tapi ia senantiasa mengingat ”kanan-kiri”. Ia sadar bahwa di dalam hartanya terdapat hak orang lain yang harus dikeluarkan. Untuk itu ia selalu peduli dan mau berbagi.  &lt;br /&gt;Rasulullah bersabda:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya:&lt;br /&gt;”Maafkanlah kesalahan orang yang murah hati (dermawan). Sesungguhnya Allah menuntun tangannya jika ia terpeleset. Orang yang dermawan dekat kepada Allah, dekat kepada manusia, dan dekat pada surga. Orang yang bodoh tapi dermawan lebih disukai Allah daripada orang alim (ahli ibadah) tapi kikir.”  (HR. Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah bahwa di dunia ini banyak orang yang malang, di antara mereka ada yang malang karena ulah mereka sendiri, tapi tidak sedikit yang malang karena nasib. Mereka menjadi yatim, misalnya bukan karena kemauan mereka sendiri. Mereka yatim karena bapaknya telah dipanggil Allah swt. Tidak ada seorang anakpun yang menginginkan menjadi yatim, tapi taqdir Allah yang menentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak juga orang-orang miskin di antara kita bukan karena mereka menghendaki kemiskinan. Mereka miskin karena lahir di tengah keluarga yang miskin. Mereka sejak kecil tidak bisa bersekolah. Karena tidak sekolah maka ia menjadi kurang terampil. Karena kurang terampil maka ia tidak berkesempatan untuk memasuki lowongan pekerjaan. Karena tidak mendapatkan pekerjaan yang layak maka mereka jadi miskin. Kebodohan dan kemiskinan adalah mata rantai setan yang harus diputus. Di sini harus ada intervensi pemerintah. Pemerintah tidak boleh membiarkan adanya orang miskin tanpa memberi perlindungan, bantuan, dan pemberdayaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya tidak salah jika Undang-undang Dasar  menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak yatim menjadi tanggungjawab negara. Tapi bagaimna prakteknya? Jauh panggang dari api. Jauh harapan dari kenyataan. Yang terjadi justru sebaliknya. Para pelacur dilindungi, sementara fakir miskin digusur, dikejar-kejar, dan disingkirkan.&lt;br /&gt;Sungguh aneh, ketika jumlah orang miskin bertambah DPRD bersama pemerintah DKI Jakarta mengeluarkan Perda (Peraturan Daerah) yang isinya sangat kontroversial. Orang miskin tidak boleh ada di jalanan, berjualan secara asongan atau meminta minta. Mereka bisa diancam hukuman penjara. Demikian juga kepada para pengendara yang berderma, memberi uang recehan kepada mereka. Orang yang memberi maupun yang diberi sama-sama mendapat ancaman hukuman yang berat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Jakarta untuk semua”, hanya semboyan yang laku ketika kampanye. Dalam  prakteknya Jakarta hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang sakit karena Rumah Sakit hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang sekolah karena sekolah hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang bekerja, karena semua jenis pekerjaan hanya untuk orang kaya. Orang miskin dilarang hidup di Jakarta karena Jakarta hanya untuk orang kaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3X&lt;br /&gt;Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita setuju jika aparat menangkapi orang-orang miskin di jalanan dan melarang keras pengendara memberi ”uang recehan” kepada mereka, asal pemerintah benar-benar telah menjalankan amanahnya, yaitu memelihara, melindungi, menyantuni, dan memberdayakan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingin jalanan, perempatan, dan lampu merah bersih dari peminta-minta, tapi kepada mereka, apakah mereka diberi jaminan kehidupan yang layak? Diberi tempat tiggal yang memadai?  Apakah mereka hanya ditangkapi lalu dibuang entah kemana? Itukah arti menertibkan? Itulah arti mengamankan? Sebagai rakyat biasa kita sering dibuat bingung, mana yang namanya ”membina” dan mana yang disebut ”membinasakan”.&lt;br /&gt;Di sini kami hanya mengingatkan bahwa Rasulullah saw pernah bersabda:&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;”Sesungguhnya kalian mendapat pertolongan dan memperoleh rizki karena adanya orang-orang lemah di antara kalian.” (Al-Hadis)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Presiden, siapakah yang memilih Anda? Siapakah yang paing banyak menyumbang suara Anda, orang-orang miskin atau orang-orang kaya?&lt;br /&gt;Wahai para Gubernur, Anda menjabat sebagai kepala daerah atas dukungan siapa?&lt;br /&gt;Wahai para Bupati dan walikota, Anda menempati posisi sekarang karena suaranya siapa?&lt;br /&gt;Wahai para saudagar dan pengusaha, siapakah yang mati-matian bekerja siang malam dengan upah kecil untuk perushaan Anda? Siapakah yang menyopiri mobil mewah Anda, membersihkannya setiap hari sehingga Anda bisa tampil gagah? Siapakah yang menyiapkan makan Anda? Siapakah yang menyemir sepatu dan menyetrika baju Anda? Mereka adalah orang-orang kecil, kaum dhuafa diantara kita. Lalu, apakah jasa-jasa mereka kita lupakan begitu saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu Akbar 3X&lt;br /&gt;Jama’ah kaum muslimin yang berbahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari yang fitri ini kami mengajak kita semua untuk bersilaturrahim, menyambung tali kasih di antara kita. Mari kita kunjungi saudara-saudara kita yang dekat maupun yang jauh, terutama kerabat yang miskin. Mereka biasanya minder mendatangi Anda karena khawatir dikira meminta-minta. &lt;br /&gt;Tanyakan kepada mereka tentang anak-anaknya, apakah mereka semua telah sekolah. Jika Anda mendapati mereka tidak sekolah, angkatlah ia sebagai anak asuh Anda. Tanyakan pula tentang pendidikan agama mereka. Jangan sampai dari lingkungan keluarga kita terdapat orang-orang yang menetang agama.&lt;br /&gt;Silaturrahim kita baru bermakna jika kita tidak sekadar berkunjung, bertemu, dan berttap muka. Silaturrahim kita baru berarti jika di dalamnya kita menjalin tali kasih dan tali sayang. Kita tolong saudara-saudara kita yang kurag mampu. Kita bantu saudara-saudara kita yang perlu bantuan. Kita hormati orang yang lebih tua. Kita sayangi saudara-saudara kita yang lebih muda.&lt;br /&gt;Dalam al-Qur’an banyak kita dapati perintah bersilaturrahim, di antaranya Allah berfirman:&lt;br /&gt;         • &lt;br /&gt;”Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga dekat akan haknya, (juga kepada) orang miskin dan orang-orang dalam perjalanan dan janganah kamu menghambur-hamburkan hartamu (secara boros).” (QS Al-Isra: 26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain Allah berfirman:&lt;br /&gt; •       •     &lt;br /&gt;”Dan bertaqwalah kepada Allah, dimana kamu saling meminta antara satu dengan yang lain dengan (menyebut nama)-Nya, dan (peliharalah hubungan) keluarga, sesungguhnya Allah mengawasi kalian semua.” (An-Nisaa: 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh banyak manfaat bersilaturrahim. Selain mendatangkan kebahagiaan, silaturrahim juga mendatangkan rizki dan memperpanjang usia. Membangun silaturrahim tak ubahnya seperti membangun jejaring bisnis. Dari silaturrahim lahirlah koneksi, dari koneksi muncullah oportunity (kesempatan). Dari oportunity itu akan melahirkan rizki. Razki itu bisa berupa uang, kebahagiaan, juga kesehatan atau umur panjang.&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya silaturrahim ini, maka jangan sekali-kali kita mencoba untuk memutuskannya. Allah tidak menyukainya. &lt;br /&gt;                      &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang-orang yang merusak perjanjian Allah setelah dikokohkannya, dan memutus sesuatu yang Allah telah memerintahkan untuk menyambungnya, dan berbuat kerusakan di muka bumi, mereka itulah orang-orang yang rugi. (Al-Baqarah: 27)&lt;br /&gt;Sebagai bagian akhir dari khutbah ini kami ingin menukil sebuah hadits Qudsi berikut ini: &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dari Abdurrahman bin Auf ia berkata, saya mendengar rasulullah saw bersabda bahwa Allah berfirman (dalam hadits Qudsy): ”Aku adalah Allah. Aku adalah Ar-Rahim (maha Pengasih). Aku ciptakan kerabat dan aku keluarkan untuknya nma dari nama-Ku. Maka barangsiapa menyambungnya, Aku akan menyambungnya. Barangsiapa yang memutuskannya, maka Aku akan memutuskannya pula.” (HR. Abu dawud dan Turmudzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah mengampuni segala dosa kita, menerima seluruh amal ibadah shaum kita, meridhai kita, dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya. Wassalamu’alaikum wr wb.&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8685432484585604691?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8685432484585604691/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8685432484585604691&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8685432484585604691'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8685432484585604691'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/10/khutbah-idul-fitri-1428-h.html' title='Khutbah &apos;Idul Fitri 1428 H'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-6634527309678351835</id><published>2007-07-27T14:54:00.001+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.403+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Puasa itu...</title><content type='html'>Oya, kenapa kita nggak mau dengan sesuatu yang “biasa”? Ehm, menurut kamus bahasa Indonesia, biasa itu artinya lazim atau umum. Itu sebabnya, kenapa kalo ada yang nggak umum atau nggak lazim kita nyebutnya luar biasa. Bisa untuk nunjukkin positif, bisa juga negatif.&lt;span class="fullpost"&gt; Bergantung tema yang lagi dibahas. Misalnya, untuk menggambarkan betapa pinternya, bisa ditulis: luar biasa pinter. Begitu juga untuk ngejelasin betapa bodohnya, suka ditulisin: luar biasa bodoh. Hehehe.. sori ye bukan maksud diskriminasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang akan kita bahas tentu sisi positifnya dong ya. Kalo bukan puasa biasa, berarti bukan puasa yang lazimnya kita lakuin saban Ramadhan yang udah-udah. Cuma nahan lapar dan haus di siang hari (termasuk nahan untuk nggak berhubungan seks di siang hari bagi yang udah married). Kegiatannya sambil nunggu buka puasa cuma tidur, buang air besar, buang air kecil. Mungkin ada yang sekolah tapi loyo, ikut tarawih seperlunya aja, ngadain sanlat sekadarnya doang. Idih, sederhana banget, gitu lho. Padahal, sayang kalo Ramadhan dijalani cuma gitu-gitu aja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, bagi kita-kita yang udah segede gini, kayaknya kudu mulai malu deh kalo puasanya biasa-biasa aja. Cuma mindahin jadwal makan doang. Biasanya sarapan pagi, ditarik maju jadi sebelum shubuh, yakni makan sahur. Siang hari nggak makan. Pindah jadwalnya ke sore hari, yakni saat berbuka puasa pas maghrib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suer, pantas malu kalo cuma segitu doang kualitas ibadah puasa kita. Sebab, ngelakuin puasa dengan tidak makan dan minum di siang hari bukan berarti puasa juga dari kegiatan ibadah lainnya. Justru sebaliknya, selama puasa kita semangat ibadah karena dikasih ‘bonus’ banyak sama Allah Swt. untuk beramal sholeh dengan pahala yang berlipat ganda. So, sayang banget kalo dilewatkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Salman al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah saw.berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia, telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berkata: “Wahai Rasulullah saw. Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa?”&lt;br /&gt;Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka. Siapa yang meringankan orang yang dimilikinya, maka Allah mengampuninya dan dibebaskan dari api neraka. Perbanyaklah melakukan 4 hal; dua perkara membuat Allah ridha dan dua perkara Allah tidak butuh dengannya. 2 hal itu adalah; Syahadat Laa ilaaha illallah dan beristighfar kepadaNya. Adapun 2 hal yang Allah tidak butuh adalah engkau meminta surga dan berlindung dari api neraka. Siapa yang membuat kenyang orang berpuasa, Allah akan memberikan minum dari telagaku (Rasul saw.) satu kali minuman yang tidak akan pernah haus sampai masuk surga” (HR al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al- Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waaah, kebayang banget deh gimana senangnya hati kita. Berbunga-bunga kalo membaca hadis ini. Abisnya Allah Swt. udah nunjukkin rasa sayangNya ama kita-kita. Ngasih bonus pahala yang banyak di bulan Ramadhan ini. Lha, kalo kitanya cuek aja, apa pantas jadi hambaNya? Apa pantas juga kalo kita nggak taat sama Allah? Duh, moga kita nyadar ye.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar puasa tak sia-sia&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, sungguh sayang seribu sayang kalo puasa kita cuma nahan lapar dan haus doang. Nggak ada pahala.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-6634527309678351835?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/6634527309678351835/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=6634527309678351835&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6634527309678351835'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6634527309678351835'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/puasa-itu.html' title='Puasa itu...'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-6234085098526834740</id><published>2007-07-27T13:16:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.404+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Islam Agamaku, Jilbab Identitasku</title><content type='html'>Jacques Chirac bikin ulah. Pasalnya, doi merestui lahirnya undang-undang larangan penggu-naan simbol-simbol keagamaan di sekolah negeri atau sarana umum dalam pidatonya pada tanggal 17 Desember 2003. Walhasil, kerudung dan jilbab, topi bundar khas Yahudi (yarmelke), dan tanda salib besar nggak boleh beredar di negeri sekular dengan jumlah penduduk muslim sekitar 5 juta orang ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malah doi mengatakan secara khusus kalo penggunaan jilbab merupakan bentuk agresi. �Mengenakan kerudung, apakah disengaja atau tidak, adalah merupakan jenis agresi yang sulit bagi kami untuk menerimanya,� cetus Chirac ketika berlangsung pertemuan dengan para mahasiswa di Pierre Mendes France School di ibukota Tunisia Sabtu (6/12/2003). ( Eramus-lim.com, 08/12/2003 )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak heran kalo protes terhadap kebijakan Perancis ini mengalir deras bak air bah dari berbagai belahan dunia; mulai dari London, Paris, Lebanon, sampai Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma masalahnya, apa iya jilbab itu cuma simbol doang seperti penilaian mereka? Atau ada udang di balik bakwan atas pelarangan resmi penggunaan jilbab yang lagi rame ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benih kebencian kaum kufar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, tindakan diskrimi-nasi kaum kufar terhadap kaum Muslim sudah sering terjadi. Kali ini kasus pelarangan jilbab di beberapa negara sekular kembali menghiasi media massa. Meski banyak menuai protes, Perancis tetep keukeuh mengatakan negaranya kudu bebas dari simbol keagamaan macam jilbab. Padahal katanya mereka menjunjung tinggi kebebasan menjalankan ajaran agama bagi para pemeluknya. Weh, ini mah sama aja menjilat ludah sendiri. Iih..jijay deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi sayang, mereka antimalu. Itu sebabnya, pola standar ganda diberlakukan untuk mendiskriminasikan dan menjauhkan kaum Muslim dari ajaran Islam. Persis aturan kakak kelas pada saat OSPEK siswa baru. Pasal 1: Kakak kelas selalu benar. Pasal 2: jika kakak kelas berbuat kesalahan, lihatlah pasal 1!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kasus jilbab, orang-orang kafir sampe bela-belain pake wewenang negara untuk melegalisasi larangan penggunaan jilbab. Seperti halnya Perancis, Presiden Jerman, Johannes Rau juga melarang guru Muslimah mengenakan jilbab saat mengajar (jangan-jangan mereka kebingungan juga bedain kerudung ama jilbab?). Oke deh, kita sebut saja pakaian muslimah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Belgia, Menteri Dalam Negeri Patrick Dewael menegaskan keinginannya untuk melarang kerudung dan jilbab serta simbol-simbol agama lainnya tampil di sekolah dan institusi-institusi milik pemerintah sebagai-mana hal itu diterapkan Perancis. ( Eramus-lim.com , 12/01/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Australia, salah seorang anggota parleman dari Partai Demokratik Kristen, Reverend Fred Nile mengusulkan pelarangan terhadap pemakaian penutup aurat dan jilbab bagi warga muslim di Aus-tralia, khususnya di New South Wales (21/11/2002) silam. Menurutnya, dengan pakaian itu bisa dimungkin-kan sebagai kedok para teroris menyimpan bahan peledak atau bom. ( Hidaya-tullah.com , 22/11/2002). Ini namanya paranoid atuh euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara di Singa-pura, PM Lee Hsien Loon �anak dari Lee Kuan Yew, pendiri Singapura Modern� mengatakan dalam harian Berita Harian Malay, edisi 1 Desember 2003, bahwa pelarangan memakai jilbab termasuk dalam upaya perukunan dan penyempur-naan kehidupan masyarakat di Singapura. ( Eramus-lim.com, 09/12/2003 ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak cukup dengan kekuatan negara, pihak sekolah pun bikin larangan serupa. Seper-ti yang terjadi pada Lila dan Alma Levy yang diusir dari sekolah Henri Wallon yang berlokasi di daerah pinggiran utara Aubervilliers, Paris. Kebijakan itu diambil pihak sekolah dengan alasan kedua siswi berjilbab itu mengenakan pakaian �yang memamerkan ekstrimitas agama�. Muslimah itu bisa masuk mengikuti pelajaran di kelasnya, jika mereka mencopot hijabnya. ( Eramuslim.com , 26/09/2003).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, dari paparan fakta di atas, tentu kita sependapat dan tidak ragu dengan kebenaran filman Allah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Tidak akan pernah ridha kepada engkau kaum Yahudi dan Nashrani hingga engkau mengikuti golongan (millah) mereka.� (QS al-Baqarah [2]: 120).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jilbab bukan semata simbol keagamaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jacques Chirac boleh aja menganggap topi bundar Yahudi, atau tanda Salib sebagai simbol keagamaan yang bisa aja sembarangan dilepas. Tapi jilbab, nggak lah yauw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam al-quran surat an-N�r [24]: 31 dan Surat al-Ahzab [33]: 59 Allah telah memerin-tahkan dengan tegas, bahwa muslimah yang sudah aqil baligh (berakal sehat alias nggak gila dan sudah menstruasi) untuk mengenakan jilbab jika keluar rumah. Kewa-jibannya sama dengan perintah shalat lima waktu. Itu artinya, kalo nggak dikerjain, ya dosa. Sumpe lo!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kewajiban ini juga dikuatkan oleh penuturan Ummu �Athiyah : �Rasulu-llah saw telah memerin-tahkan kepada kami untuk keluar (menuju lapangan) pada saat Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha; baik wanita tua, yang sedang haid, maupun perawan. Wanita yang sedang haid menjauh dari kerumunan orang yang shalat, tetapi mereka menyaksikan kebaikan dan seruan yang ditujukan kepada kaum Muslim. Aku lantas berkata, �Ya Rasulullah saw, salah seorang di antara kami tidak memiliki jilbab. �Beliau kemudian bersabda, �Hendaklah salah seorang saudaranya meminjamkan jilbabnya.�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits ini ada 2 point pemahaman yang bisa diambil. Pertama , semua muslimah disunnahkan untuk menghadiri sholat Idhul Adha, tapi harus memakai jilbab. Ditegaskan bahwa jika ada yang tidak memiliki jilbab, maka temannya harus meminjamkannya. Berarti jilbab itu wajib dipakai ketika keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua , hadits di atas menyiratkan tentang jilbab adalah pakaian luar yang dikenakan wanita di atas pakaian kesehariannya (yang biasa digunakan di dalam rumah). Karena ketika Ummu �Athiyah bertanya tentang seseorang yang tidak memiliki jilbab, tentu wanita tersebut bukan dalam keadaan telanjang, melainkan dalam keadaan memakai pakaian yang biasa dipakai di dalam rumah yang tidak boleh dipakai untuk keluar rumah. Dan wanita yang tidak mempunyai jilbab harus meminjam kepada saudaranya. Jika saudaranya tidak bisa meminjamkannya, maka yang bersangkutan tidak boleh keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uraian hadits di atas, kita bisa simpulkan kalo jilbab itu bukan cuma simbol, melainkan kewajiban. Jadi nggak ada yang bisa nyuruh ngelepasin kalo lagi di luar rumah. Walaupun dilegalisasi UU Negara atau peraturan sekolah. Karena tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Setuju kan? Siip dah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melengkapi pengertian khimar dan jilbab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BTW, udah pada tahu kan seperti apa khimar dan jilbab yang syar'i itu? Bukannya kita meragukan, cuma kita takut masih ada yang keliru memahaminya. Soalnya ada yang memahami busana muslimah untuk di luar rumah itu asal menutup aurat. Pake kerudung yang dipadukan tangtop, kaos panjang plus celana jeans ketat. Kayak gitu mah pantasnya cuma di depan suami euy. Hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga yang memadukan kerudungnya dengan baju atas panjang nan longgar, dan bagian bawah berupa rok panjang atau celana panjang longgar yang biasa disebut kulot. Kita nggak menyalahkan, cuma ada baiknya kita sama-sama mencari tahu definisi jilbab itu secara syar'i. Oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kitab al-Mu'jam al-Wasith halaman 128, jilbab diartikan sebagai �Ats tsaubul musytamil �alal jasadi kullihi� (pakaian yang menutupi seluruh tubuh), atau � Ma yulbasu fauqa ats tsiyab kal mil-hafah� (pakaian luar yang dikenakan di atas pakaian (rumah), seperti milhafah /baju terusan), atau � al-Mula`ah tasytamilu biha al mar`ah� (pakaian luar yang digunakan untuk menutupi seluruh tubuh wanita).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan hadits yang diriwayatkan Ummu �Athiyah dan pengertian dalam kamus al-Mu'jam , ternyata yang maksud jilbab adalah kain terusan (dari kepala sampai bawah) (Arab: milhafah-mula`ah ) yang dikenakan sebagai pakaian luar (di bawahnya masih ada pakaian rumah) lalu diulurkan ke bawah hingga menutupi kedua kakinya. Selain itu, jilbab juga harus terbuat dari kain yang tidak transparan dan tidak menampakkan lekuk tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun khimar , syariat telah mewajibkan kerudung atau apa saja yang serupa dengannya yang berfungsi menutupi seluruh kepala, leher, dan 3 lubang baju di dada. Semoga pengertian ini bisa menambah wawasan biar nggak misspersepsi . Maksud hati menutup aurat, ternyata belum sempurna. Sayang kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkin identitas kita!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bener sobat, kita kudu berani tunjukkin identitas kita sebagai muslim dan muslimah. Ngikutin aturan Allah dalam setiap perbuatan maupun omongan yang keluar dari mulut kita. Nggak usah ragu bin malu. Kita kudu takut ama Allah dalam menjalankan perintah manusia, jangan ngeper ama manusia dalam menjalankan perintah-Nya. Oke?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tata cara berpakaian seseorang menjadi salah satu identitas yang paling gampang diliat. Untuk yang satu ini, udah pasti seorang muslimah akan selalu menjaga kehormatannya dengan balutan busana yang menutup aurat nan sempurna. Di tengah hantaman badai trend fashion yang serba terbuka, full fresh body dan irit bahan, dia tetep PD mengenakan khimar dan jilbab di tempat-tempat umum seperti di sekolah, kampus, pasar, kantor, pabrik, di jalanan, de el el.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cemoohan, kata-kata sinis, atau pelecehan sering menghampiri sodari kita hanya karena mereka berjilbab. Bahkan sampai diskriminasi berkedok undang-undang negara dan peraturan sekolah. Nggak sedikit sodari kita yang tetep istiqomah harus mengalami PHK dari tempatnya bekerja, skorsing, termasuk pengusiran oleh pihak sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi jangan takut, Allah akan membayar mahal untuk keisti-qomahan mereka dan setiap muslimah yang mengikuti jejaknya. Sabda Nabi saw.: �Sesung-guhnya di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan kesabaran. Kesabaran pada masa-masa itu bagaikan memegang bara api. Bagi orang yang mengerjakan suatu amalan pada saat itu akan mendapatkan pahala lima puluh orang yang mengerjakan semisal amalan itu. Ada yang berkata,'Hai Rasululah, apakah itu pahala lima puluh di antara mereka ?� Rasululah saw. menjawab,�Bahkan lima puluh orang di antara kalian (para shahabat).� ( HR Abu Dawud, dengan sanad hasan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, mari kita sama-sama mengokohkan keistiqomahan kita dengan aturan Allah. Caranya? Bisa dimulai dengan mengkondisikan lingkungan sekitar kita. Bergaul dengan teman-teman yang mampu mengingat-kan kita saat lengah, memperdalam Islam melalui kajian rutin, ber- taqarrub ilallah dengan ibadah wajib dan sunnah, serta berdoa agar Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk tetep stay tune dengan aturan-Nya sampai ajal menjemput.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lupa juga untuk gencar berdakwah demi tegaknya khilafah yang akan melindungi Islam dan kaum Muslim di seluruh dunia dari makar musuh-musuh Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, kini muslimah SMU kelas tiga diperbolehkan menggunakan foto berkerudung siswi SMU untuk dipajang di STTB yang sebelumnya sering jadi masalah. Kebolehan ini tertuang dalam Surat Edaran Nomor: 1177/C/PP/2002 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Indra Djati Sidi. ( smu-net.com , 09/02/2004).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buat remaja muslimah, �Maju terus pan-tang mundur!� Serukan dengan lantang: �Islam agamaku, Jilbab identitasku!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-6234085098526834740?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/6234085098526834740/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=6234085098526834740&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6234085098526834740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6234085098526834740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/islam-agamaku-jilbab-identitasku.html' title='Islam Agamaku, Jilbab Identitasku'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-8963050578657379204</id><published>2007-07-27T09:39:00.001+07:00</published><updated>2007-07-27T09:39:53.891+07:00</updated><title type='text'>Berawal benci, Berakhir Cinta</title><content type='html'>Meski awalnya “membenci” Islam, gadis IOWA yang tinggal di Connecticut ini pun akhirnya ‘jatuh cinta’ pada Islam. Ia, akhirnya melafazkan syahadat&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sekitar awal September 2006 lalu, kelas Islamic Forum for non Muslims kedatangan seorang gadis bule bermata biru. Duduk di salah satu sudut ruang dengan mata yang tajam, hampir tidak kerkedip dan bahkan memperlihatkan pandangan yang tajam. Beberapa kali lolucen yang saya sampaikan dalam kelas itu, tidak juga menjadikannya tersenyum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sesi tanya jawab dimulai, sang gadis itu mengangkat tangan, dan tanpa tersenyum menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang menjadikan sebagian peserta ternganga, dan bahkan sebagian menyangka kalau saya akan tersinggung dengan pertanyaan-pertanyaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“If Muhammad is a true prophet, then why he robbed and killed?”, tanyanya dengan suara yang lembut tapi tegas. “Why he forced the Jews to leave their homes, while they have been settled in Madinah a long time before Muhammad was born?”, lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil tersenyum saya balik bertanya, “Where did you get this information? I mean, which book did you read”. Dia kemudian memperlihatkan beberapa buku yang dibawanya, termasuk beberapa tulisan/artikel yang diambil dari berbagai sumber di internet. Saya meminta sebagian buku dan artikel tersebut, tapi justru saya tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya balik bertanya, “Where are you from and where do you live?”. Ternyata dia adalah gadis IOWA yang sekarang ini tinggal di Connecticut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil memperkenalkan diri lebih jauh saya memperhatikan “kejujuran” dan “inteligensia” gadis tersebut. Walaupun masih belum bisa memperlihatkan wajah persahabatan, tapi nampaknya dia adalah gadis apa adanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia seorang “saintis” yang bekerja di salah satu lembaga penelitian di New York. Tapi menurutnya lagi, dan sinilah baru nampak sedikit senyum, “I am an IOWAN girl”. Ketika saya tanya apa maksudnya, dia menjawab: “a very country girl”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena memang situasi tidak memungkin bagi saya untuk langsung berdebat dengannya perihal pertanyaan-pertanyaan yang dilemparkan, saya mengusulkan agar pertanyaan-pertanyaannya dikirimkan ke saya melalui email, untuk selanjuntnya bisa berdiskusi lewat email dan juga pada pertemuan berikutnya. Kelas sore itupun bubar, tapi pertanyaan-pertanyaan gadis IOWA ini terus menggelitik benak saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di malam hari, saya buka email sebelum tidur sebagaimana biasa. Gadis IOWA ini pun memenuhi permintaan saya. Ia memperkenalkan diri sebagai Amanda. Ia mengirimkan email dengan lampiran 4 halaman penuh dengan pertanyaan-pertanyaan –khususunya-- mengenai Rasulullah SAW. Saya sekali lagi tidak menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, tapi mengajak untuk datang ke kelas Islamic Forum pada Sabtu berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, mungkin dia sadari sendiri bahwa beberapa peserta Forum pada Sabtu tadi kurang sreg dengan pertanyaan-pertanyaannya yang dianggap terlalu “polos dan tajam”. Maka dia mengusulkan kalau saya bisa menyediakan waktu khusus baginya untuk diskusi. Sayapun menerima usulan itu untuk berdiskusi dengannya setiap Kamis sore setelah jam kerja di Islamic Center.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita pun sepakat bertemu setiap jam 5:30 hingga 7:00 pm. Satu setengah jam menurut saya cukup untuk berdiskusi dengannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa diduga, ternyata bulan Ramadhan juga telah tiba. Maka kedatangannya yang pertama untuk berdialog dengan saya terjadi pada Kamis ketiga bulan September 2006, di saat kita sedang bersiap-siap untuk berbuka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia datang, seperti biasa dengan berkerudung seadanya, tapi kali ini dengan sangat sopan, walau tetap dengan pandangan yang sepertinya curiga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memulai diskusi dengan pertanyaan-pertanyaan yang telah dikirimkan lewat email itu. Ternyata, baru satu masalah yang didiskusikan, sesekali diselingi sedikit perdebatan yang emosional. Adzan buka puasa telah dikumandangkan. Maka dengan sopan saya minta izin Amanda untuk berbuka puasa, tapi tidak lupa menawarkan jika ingin bergabung dengan saya. Ternyata, Amanda senang untuk ikut makan sore (ikut buka) dan nampak menikmati hidangan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berbuka puasa, karena harus mengisi ceramah, saya sampaikan ke Amanda bahwa diskusi kita akan dilanjutkan Kamis selanjutnya. Tapi jika masih berkenan hadir, saya mempesilahkan datang ke Forum hari Sabtu. Dia berjanji untuk datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu berikutnya, dia datang dengan wajah yang lebih ramah. Duduk nampak lebih tenang, tapi seolah masih berat untuk tersenyum. Padahal, diskusi saya itu terkadang penuh dengan candaan. Maklumlah, selain memang dimaksudkan untuk tidak menampilkan Islam dengan penuh “kaku” saya ingin menyampaikan ke mereka bahwa Muslim itu juga sama dengan manusia lain, bisa bercanda (yang baik), tersenyum, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanda nampak serius memperhatikan semua poin-poin yang saya jelaskan hari itu. Kebetulan kita membahas mengenai penciptaan Hawa dalam konteks Al-Qur’an. Intinya menjelaskan bagaimana proses penciptaan Hawa dalam prospektif sejarah, dan juga bagaimana Al-Qur’an mendudukkan Hawa dalam konteks “gender” yang ramai diperdebatkan saat ini. Keseriusan Amanda ini hampir menjadikan saya curiga bahwa dia sedang mencari-cari celah untuk menyampaikan pertanyaan yang menyerang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata sangkaan saya itu salah. Kini Amanda sebelum menyampaikan pertanyaan justeru bertanya dulu, “Is it ok to ask this question?”. Biasanya dengan tegas saya sampaikan, “Nothing is to be hesitant to ask on any thing or any issue in Islam. You may ask any issue range from theological issues up to social ones”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanda pun menanyakan beberapa pertanyaan mengenai wanita, tapi kali ini dengan sopan. Hijab, poligami, konsep “kekuasaan” (yang dia maksudkan adalah qawwamah), dll. Saya hampir tidak percaya, bagaimana Amanda paham semua itu. Dan terkadang dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan itu disertai bukti-bukti yang didapatkan dari buku-buku --yang justeru-- ditulis oleh para ulama terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berusaha menjawab semua itu dengan argumentasi-argumentasi “aqliyah”, karena memang saya melihat Amanda adalah seseorang yang sangat rasional. Alhamdulillah, saya tidak tahu, apakah dia memang puas atau tidak, tapi yang pasti nampak Amanda mengangguk-anggukkan kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa kali pertemuan. Hingga tibalah hari Idul Fitri. Amanda ketika itu saya ajak untuk mengikuti “Open House” di rumah beberapa pejabat RI di kota New York.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena dia masih kerja, dia hanya sempat datang ke kediaman Wakil Dubes RI untuk PBB. Di sanalah, sambil menikmati makanan Indonesia, Amanda kembali menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang tajam. “If Islam respects religious freedom, why Ahmadiyah in Indonesia is banned? Why Lia Aminuddin is arrested?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya justeru terkejut dengan informasi yang Amanda sampaikan. Saya pribadi tidak banyak membaca hal ini, dan tidak terlalu mempedulikan. Maka saya jelaskan, dalam semua Negara tentu ada peraturan-peraturan yang perlu dipatuhi. Ahmadiyah dan Lia Aminuddian, jelas saya, bukan mendirikan agama baru tapi mendistorsi agama Islam. Oleh karena mereka merusak agama yang diyakini oleh masyarakat Muslim banyak, pemerintah perlu menertibkan ini. Kelihatannya penjelasan saya kurang memuaskan, tapi diskusi kekudian berubah haluan kepada makanan dan tradisi halal bihalal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singat cerita, beberapa Minggu kemudian Amanda mengirimkan email dengan bunyi sebagai berikut, “I think I start having my faith in Islam”. Saya hanya mengatakan, “All is in God’s hands and yours. I am here to assist you to find the truth that you are looking for”. Cuma, Amanda mengatakan bahwa perjalanannya untuk belajar Islam ini akan mengambil masa yang panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“When I do some thing, I do it with a commitment. And I truly want to know Islam”. Saya hanya menjawabnya, “Take you time, Amanda”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, setelah mempelajari Islam hampir tujuh bulan, dan setelah membaca berbagai referensi, termasuk tafsir Fii Zilalil Qur’an (Inggris version) dan Tafhimul Qur’an (English), dan beberapa buku hadits, Amanda mulai serius mempelajari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu lalu, ia mengirimkan email ke saya. Isinya begini, “I have decided a very big decision..and I think you know what I mean. I am very scared now. Do you have some words of wisdoms?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menjawab, “Amanda, you have searched it, and now you found it. Why you have to be scared?. You believe in God, and God is there to take your hands. Be confident in what you believe in”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga hari lalu, Amanda mengirimkan kembali emailnya dan mengatakan bahwa dia berniat untuk secara formal mengucapkan “syahahat” pada hari Senin mendatang (tanggal 5 Maret 2007 kemarin). Saya bertanya, kenapa bukan hari Sabtu atau Ahad agar banyak teman-teman yang bisa mengikuti? Dia menjawab bahwa beberapa teman dekatnya hanya punya waktu hari Senin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, disaksikan sekitar 10 teman-teman dekat Amanda (termasuk non Muslim), persis setelah adzan Magrib saya tuntun ia melafazkan “Asy-hadu an laa ilaaha illa Allah-wa asyhadu anna Muhammadan Rasul Allah”, diiringi pekik takbir dan tetesan airmata beberapa temannya yang ikut hadir. Amandapun melakukan shalat pertama sebagai Muslim sore itu diikuti dengan doa bersama semoga Allah menguatkan jalannya menuju ridho Ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amanda, selamat dan semoga Allah SWT selalu menjagamu dan menjadikanmu “pejuang” kebenaran! [www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-8963050578657379204?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/8963050578657379204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=8963050578657379204&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8963050578657379204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/8963050578657379204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/berawal-benci-berakhir-cinta.html' title='Berawal benci, Berakhir Cinta'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-3458862921701497071</id><published>2007-07-27T09:36:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Mamamia, "kasian" Show</title><content type='html'>Acara Mamamia yang digeber saban Selasa malam di stasiun televisi Indosiar ini sebenarnya mirip dengan kontes audisi pencarian bakat lainnya yang udah ada sebelumnya. Diadap-tasi dari Quincianera—ditayangkan televisi berbahasa Spanyol di Amerika—Mamamia mampu menggugah emosi penonton,&lt;span class="fullpost"&gt; termasuk juri vote lock (100 orang juri independen yang nggak ada hubungan kekerabatan atau teman dengan peserta). Apalagi acara ini mirip kayak AFI, yang sering mengekspos latar belakang peserta audisi. Biasanya yang mengharukan gitu deh. Jadinya ya kalo dilihat dari kualitas acara sih biasa-biasa aja. Tapi ada yang membedakan dari segi format acara, yakni peran mama yang biasanya berada di belakang layar, kini tampil bareng dengan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, mama dan anak di acara ini bisa bekerja sama, bahkan mamanya langsung jadi manajer anaknya. Pihak stasiun televisi Indosiar pun mengklaim bahwa acara ini cukup laris. Seperti biasa, yang dijual untuk menggoda pengiklan agar ikut mensponsori acara tersebut adalah dari ‘makhluk’ bernama rating. Ambil contoh pada episode kelima, 15 Juni 2007 lalu, di Balai Sarbini, Jakarta, data AGB Nielsen Media Research mingguan pada 1 Juni - 23 Juni menyebutkan rating 6,5 dengan share penonoton 19,4 persen. Pada minggu berikutnya, rating mingguan meningkat lagi menjadi 8,3 dengan share penonton 25,3 persen. (Koran Tempo, 8 Juli 2007)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya acara seperti ini bukan tanpa sebab lho. Pasti ada banyak alasan dan tentu kepentingan. Gampang aja sih ngelihatnya, orang berbuat itu umumnya disetir oleh kepentingan. Beragam kepentingan tentunya tergantung setiap orang. Sementara kepentingan dari setiap orang biasanya lahir dari sebuah persepsi alias cara pandang yang tentunya saja mempengaruhi sikap. Jadi, berawal dari cara pandang, kemudian melahir-kan sikap, diteruskan dengan kepentingan, dan akhirnya ditumbuhkanlah keinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambil contoh masalah ini, cara pandang terhadap acara pencarian bakat secara instan, apalagi ditambah banyak hadiahnya, maka orang pasti senang. Siapa sih yang nggak ingin populer? Manusia mana yang nggak butuh duit—apalagi nyarinya cepat? Maka, ketika memahami bahwa hal itu menyenangkan, akan tumbuh sikap terhadap hal itu. Misalnya, ingin meraihnya dengan penuh ambisi. Sikap ini tentu saja berbanding lurus dengan kepentingan. Apa kepentingannya? Ya, tadi itu: tenar dan tajir dalam waktu sesingkat mungkin. Akhirnya, keinginan untuk merasakan kesenangan itu tumbuh subur. Itulah sebabnya mengapa acara seperti ini begitu marak dan banyak peminat-nya. Berjubel euy!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukannya kita ngiri apalagi kebakaran jenggot karena nggak bisa ngikutin acara tersebut. Sori lha yauw, kita cuma ngerasa kasian sama temen-temen yang bela-belain meminati acara begituan. Lho kok kasian, bukannya mereka dapetin semua yang mereka inginkan? Bukankah dengan ikut acara tersebut mereka jadi tenar dan dapat duit banyak? Khusus acara Mamamia, kan bisa barengan ngetop mama sama anaknya, kenapa harus kita yang merasa kasian sama mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm jawabnya gampang aja: karena kita ngerasa kasian ngeliat mereka terjerumus dalam budaya yang hedonis dan jauh dari nilai-nilai Islam. Itu aja kok. Sederhana banget kan? Kalo kita cuek mana mungkin cerewet nulis artikel kayak gini. Justru ini sebagai tanda cinta kita kepada saudara yang lain. Biar nggak terlalu jauh melangkah meninggalkan Islam. Itu aja kok. Setuju kan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafahim, maqayis, dan qanaat&lt;br /&gt;Sobat muda muslim, mafahim itu artinya pemahaman. Ya, pemahaman seseorang tentang kehidupan. Bisa juga berarti cara pandang alias persepsi. Sementara maqayis adalah tolok ukur alias standar perbuatan. Ketika kita berbuat pastinya kita dikendalikan oleh pemahaman dan memiliki standar perbuatan sesuai pemahaman tersebut. Nah, kalo qanaat itu adalah kerelaan, ridho. Bisa juga berarti kesenangan dan ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ini dibahas? Sebab, manusia mana pun ketika melakukan sesuatu perbuatan atau mengeluarkan pendapat bisa dilihat dari tiga komponen ini. Nah, sebagai muslim, maka mafahim, maqayis, dan qanaat-nya kudu Islam. Bukan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lha, kalo sekarang? Duh, sedih banget deh. Ternyata banyak di antara kita yang mafahim-nya tentang kehidupan berdasarkan kapitalisme-sekularisme. Cara pandang sebagian besar manusia saat ini dikendalikan oleh idoelogi tersebut. Sadar atau nggak sadar. Kalo yang sadar, berarti dia meyakini kebenaran kapitalisme-sekularisme. Kalo yang nggak sadar, ia masih percaya Islam tapi karena nggak mendalam akhirnya terjebak oleh pola yang diajarkan kapitalisme-sekularisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm.. repot juga ya? Ya, iyalah. Saat ini, sebagian besar kaum muslimin (termasuk yang nonmuslim) sudah tergoda dengan aturan hidup kapitalisme-sekularisme. Oya, kapitalisme itu akidahnya adalah sekularisme. Apa itu sekularisme? Sekularisme itu memisahkan antara kehidupan dunia dengan urusan agama. Misal, kalo lagi shalat mah khusyu’ bukan main. Selesai shalat langsung berdoa dengan penuh pengharapan kepada Allah Swt. But, di luar shalat dan doa, kita liar nggak mau diatur sama Islam. Shalat kuat, ngaji kuat, tapi pacaran dan berzina juga doyan. Halah, itulah sekular, Bro!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, gara-gara cara pandang kita tentang kehidupan menggunakan standar kapitalisme-sekularisme, maka maqayis alias tolok ukur perbuatannya juga ngikutin ideologi ini. Asas kehidupannya adalah asas manfaat menurut ukuran logika dan hawa nafsu manusia. Kalo jualan miras dan narkoba itu bikin untung, ngapain jualan air mineral kemasan dan bubur ayam, misalnya. Kalo menjadi artis di dunia hiburan saat ini bikin terkenal dan banyak duit, ngapain jadi orang berilmu (ustad or ilmuwan) yang saat ini nggak terlalu dihargai, udah gitu hidupnya nggak sejahtera pula. Inilah cara pandang kapitalisme-sekularisme dan tolok ukurnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah mereka rela dan tenang hidup dalam kondisi seperti ini? Sangat boleh jadi mereka menikmati. Tentu saja dong. Sebab, gara-gara cara pandang dan tolok ukur ala kapitalisme-sekularisme, maka qanaat-nya juga ngikutin. Itu sudah satu paket. Nggak bisa dipisah-pisah dan nggak mungkin dipilah-pilah. Orang yang menganggap bahwa jualan miras dan narkoba boleh, maka dia akan melakukan dan merasa ridho serta senang jika udah bisa menjual barang tersebut, apalagi kalo barangnya laku. Sekular itu. Pasti deh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terus gimana dengan acara Mamamia? Sama aja, Bro. Ini cuma beda kasus. Mereka yang menganggap bahwa kehidupan dunia saat ini hanya semata untuk senang-senang dan bebas nilai, maka tolok ukur perbuatannya pun semata ngikutin logika dan hawa nafsu tanpa tuntunan dari Allah Swt. dan RasulNya. Itu sebabnya, bagi mereka yang udah terpola dengan cara pandang ini, ikut acara Mamamia (atau acara audisi sejenis) adalah bagian dari jalan meraih kehidupan yang lebih baik. Untung-ruginya diukur dari manfaat, bukan syariat. Mereka juga qanaat alias rela dan merasa puas serta senang ikut acara itu, apalagi jika berhasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, menurut cara pandang Islam, sebelum kita melakukan suatu perbuatan harus dilihat dulu faktanya. Apakah perbuatan tersebut sesuai dengan ajaran Islam atau malah bertentangan dengan ajaran Islam. Sebab, meraih kehidupan yang lebih baik, bukan berarti menghalalkan segala cara. Islam membolehkan kok umatnya kaya raya, tapi harus diraih dengan cara yang sesuai dengan tuntunan Islam. Bukan yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara Mamamia (termasuk KDI, Indonesian Idol dan sejenisnya) banyak sekali yang bertentangan dengan Islam. Seperti cara berpakaian yang melanggar ajaran Islam (tak menutup aurat), campur-baurnya penonton laki dan perempuan, dan lagu-lagu yang dinyanyikan tak sedikit yang marusak akidah dan bahkan melanggar syariat. Lebih dari itu, acara semacam ini telah mengubah gaya hidup manusia. Celakanya, gaya hidup yang sangat jauh dari nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mama teladan dan pelindung anak&lt;br /&gt;Mama seharusnya menjadi teladan bagi anaknya dan juga pelindung anaknya. Mampu mengarahkan anaknya menjadi anak yang baik dan shaleh/shalihah. Apalagi jika anaknya menjadi pejuang dan pembela Islam. Bukan malah mengarahkan dan membimbing anaknya menuju kehidupan yang lebih rusak. Sungguh malu dan kasihan melihat mama dan anaknya manggung bersama di acara Mamamia. Gemer-lap memang, bertabur pujian memang, terkenal memang, mendapat banyak hadiah memang, tapi sebenarnya itu semua semu belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seleb di dunia hiburan saat ini memang tak lepas dari kehidupan yang hedonis dan permisif. Meski mungkin saja ada seleb yang ‘bersih’, tapi karena kehidupan itu sangat dekat dengan gaya hidup seperti itu, akhirnya ya kena cap juga. Makanya, jangan dekat-dekat atau malah mendekat dan ingin terlibat di dalamnya. Bahaya, Bro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendidik anak itu memang susah. Nggak gampang. Tapi bukan berarti nggak bisa dilakukan. Bisa kok. Asal ada kemauan dan sadar bahwa pendidikan itu sangat berharga. Apalagi pendidikan yang membentuk mafahim, maqayis, dan qanaat yang berlandaskan ajaran Islam. Insya Allah sangat berharga bagi anak. Dan, ibulah yang paling mungkin untuk lebih banyak mengajarkannya kepada anak-anaknya. Meski tentu saja ada peran dari ayahnya juga. Lha, kalo manggung bareng anak di acara Mamamia, berarti sedang mendidik anak untuk jauh dari ajaran Islam. Sudahlah dirinya tak mampu menjadi teladan bagi anak-anaknya sesuai ajaran Islam, eh, malah ngajakin anaknya untuk rusak juga. Halah, menyedihkan sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. bersabda: “”Semua bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, ibu-bapaknya-lah yang menjadikan ia yahudi, nasrani, atau majusi.” (HR Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh, berat banget kan tugasnya? Itu sebabnya, pendidikan harus dimulai sejak usia dini. Bahkah sebelum mentransfer nilai, kedua orangtua harus melaksanakan lebih dulu dalam kehidupan sehari-hari (menjadi teladan). Karena di usia kecil, anak-anak cerdas cenderung meniru dan merekam segala perbuatan orang terdekat.&lt;br /&gt;Selain itu, bersegera mengajarkan dan memotivasi anak untuk menghafal al-Quran. Kegunaannya di samping sejak dini mengenalkan Yang Maha Kuasa pada anak, juga untuk mendasari jiwa dan akalnya sebelum mengenal pengetahuan yang lain. Oya, nggak lupa menjaga lingkungan si anak, harus menciptakan lingkungan yang sesuai dengan ajaran yang diberikan pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nggak heran dong kalo Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyah berkomentar, “Bila terlihat kerusakan pada diri anak-anak, mayoritas penyebabnya adalah bersumber dari orang tuanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu artinya, kalo orangtua ngajarin kebaikan, maka hasilnya juga insya Allah baik. Syaikh Sayyid Quthb memberikan testimoni untuk ayahnya: “Semasa kecilku, ayah tanamkan ketakwaan kepada Allah dan rasa takut akan hari akhirat. Engkau tak pernah memarahiku, namun kehidupan sehari-harimu telah menjadi teladanku, bagaimana prilaku orang yang ingat akan hari akhir”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuh, tentunya kita sangat mendambakan kehidupan yang lebih baik. Yakin deh, orangtua yang baik, terutama ibu, pasti akan mendidik anak-anaknya ke arah yang benar dan baik sesuai ajaran Islam. Bukan ajaran lain. Sesulit apapun, insya Allah akan dilakukannya demi masa depan anak-anaknya. Sebab, insya Allah akan berbuah pahala dan hasil yang bagus. Bagaimana menurutmu? Setuju kan?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-3458862921701497071?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/3458862921701497071/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=3458862921701497071&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3458862921701497071'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3458862921701497071'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/mamamia-kasian-show.html' title='Mamamia, &quot;kasian&quot; Show'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-2240022503894892582</id><published>2007-07-27T08:57:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:09:46.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Persiapan Pra Nikah</title><content type='html'>Artikel ini diambil dari sebuah Kajian Muslimah via YM beberapa waktu yang lalu, tp baru sekarang ada kesempatan buat posting. Semoga bermanfaat bagi yang mau menikah yah…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Wulan sedang bingung. Pasalnya pernikahannya hanya tinggal satu pekan lagi. Seluruh persiapan sudah dilakukan, dari mulai mengurus surat nikah, sampai pernak-pernik pesta perkawinan. Tapi ada yang mengganjal dalam pikiran Wulan. Ada rasa khawatir yang tidak ia ketahui sumbernya. Berbagai masukan dari keluarga tentang tata cara dan perlengkapan pesta perkawinan, yang berbeda dari keinginannya juga sering membuat tensi Wulan naik. Belum lagi, pengetahuannya tentang dunia perkawinan masih sangat terbatas sekali, membuatnya semakin nervous menghadapi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Narti. Setelah sekian lama melajang, akhirnya datanglah sang pangeran untuk melamarnya. Sebenarnya Narti sudah membaca banyak buku tentang perkawinan. Ia juga memiliki banyak teman yang sudah menikah dan memiliki anak juga yang membuat ia faham tentang dunia pernikahan dan pernak-perniknya. Tapi ada sesuatu yang membuatnya khawatir, sanggupkah ia menjadi isteri dan ibu yang baik bagi keluarganya. Apakah ia mampu berbagi segala hal dengan suaminya kelak, sedangkan saat ini ia sudah terbiasa mandiri. Mengurus semuanya sendiri. Tiba-tiba ia jadi takut menghadapi pernikahan yang sudah semakin dekat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang bingung ketika menghadapi pernikahan. Ada yang sibuk mempersiapkan pernak-pernik pernikahan dan pesta pernikahan, tetapi lupa mempersiapkan ilmu, mental dan spiritual dalam menjalaninya. Meskipun setiap orang tahu bahwa pernikahan adalah ibadah, menggenapkan setengah agama, tetapi karena kesibukan persiapan perlengkapan nikah dan pestanya sering membuat nuansa ibadah dalam pernikahan tersebut terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa persiapan yang perlu dihadapi menjelang pernikahan, yaitu persiapan ilmu tentang pernikahan, persiapan mental/psikologis dalam menghadapi pernikahan, persiapan ruhiyyah menjelang pernikahan serta persiapan fisik sebelum menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapan Ilmu tentang pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang perlu dipersiapkan adalah memperjelas visi pernikahan. Untuk apa kita menikah. Visi yang jelas dan juga sama antara calon suami dan isteri insya Allah akan melanggengkan pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang menikah hanya karena cinta, atau mengikuti tradisi masyarakat. Bisa juga karena malu karena sudah cukup umur tetapi masih belum juga menuju pelaminan. Alasan-alasan seperti ini tidak memiliki akar yang jelas. Bisa juga menjadi sangat rapuh ketika memasuki bahtera rumah tangga, dan akhirnya hancur ketika badai rumah tangga datang menerjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai muslim yang memiliki rujukan hidup yang jelas, tentu kita tahu bahwa menikah itu karena ibadah. Visi pernikahan dalam Islam adalah menimba banyak pahala melalui aktivitas berumah tangga. Menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka, dan akhirnya berusaha meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Bila seseorang memiki visi seperti ini insya Allah hari-hari yang dilaluinya setelah menikah akan berusaha dihadapi sesuai dengan hukum-hukum Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu yang lain yang harus diketahui adalah tentang hukum-hukum pernikahan. Seperti tentang rukun nikah, yaitu mempelai pria dan wanita, dua orang saksi, wali dari pihak perempuan dan ijab kabul. Bila sudah terpenuhi semuanya, insya Allah pernikahan menjadi sah secara agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu kewajiban memberi mahar sesuai yang diminta oleh pihak wanita. Lalu masalah walimatul ursy (pesta pernikahan). Tradisi-tradisi daerah bukanlah hal yang wajib untuk dilakukan. Bahkan sebisa mungkin dihindari tradisi yang bertentangan dengan aqidah Islam. Lalu juga mempermudah semua proses pernikahan adalah lebih utama. Juga menyederhanakan pesta pernikahan, tidak bermewah-mewah lebih baik dalam pandangan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Persiapan mental/psikologis menghadapi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan adalah kehidupan baru yang sangat jauh berbeda dari masa-masa sebelumnya. Dalam pernikahan berkumpul dua pribadi yang berbeda yang berasal dari keluarga yang memiliki kebiasaan yang berbeda. Didalamnya terbuka semua sifat-sifat asli masing-masing. Mempersiapkan diri untuk berlapang dada menghadapi segala kekurangan pasangan adalah hal yang mutlak diperlukan. Begitu juga cara-cara mengkomunikasikan pikiran dan perasan kita dengan baik kepada pasangan juga perlu diperhatikan, agar emosi negatif tidak mewarnai rumah tangga kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pernikahan juga diperlukan rasa tanggung jawab untuk untuk memenuhi hak dan kewajiban masing-masing. Sehingga setiap anggota keluarga tidak hanya menuntut hak-haknya saja, tetapi berusaha untuk lebih dulu memenuhi kewajibannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernikahan merupakan perwujudan dari tim kehidupan kita untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat. Oleh karena itu kerja sama, saling mendukung dalam segala hal sangat diperlukan. Termasuk dalam pendidikan anak. Pernikahan juga merupakan sarana untuk terus menerus belajar tentang kehidupan. Ketika memasuki dunia perkawinan seseorang belajar untuk menjadi bagian dari tim kehidupan. Ketika memiliki anak seseorang belajar untuk mendidik anak dengan cara yang baik. Tidak jarang juga orang tua perlu memaksa diri untuk merubah kebiasaan-kebiasaan buruknya agar tidak ditiru oleh anak. Ketika anak-anak menjelang dewasa orang tua belajar untuk menjadikan anak-anaknya sebagai teman, sebagai bagian dari tim kehidupan yang aktif menggerakkan roda kehidupan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Persiapan Ruhiyyah/ spiritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menikah itu ibadah, oleh karena itu seluruh proses yang dilalui dalam pernikahan itu harus dengan nuansa ibadah. Proses sebelum menikah sampai pernikahan itu sendiri juga setelah menikah tidak boleh jauh dari nuansa penghambaan diri kepada Allah. Sebelum menikah peningkatan kualitas diri dan kualitas ibadah mutlak diperlukan. Berdoa kepada Allah untuk mendapatkan suami yang sholih dan anak-anak yang akan menjadi penyejuk mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bergaul dengan orang-orang yang sholih yang dapat menjaga dien kita juga perlu dilakukan. Membaca buku-buku tentang keutamaan pernikahan juga perlu dilakukan untuk menguatkan niat kita dalam menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika pinangan datang, ibadah semakin dikencangkan. Terus memohon kepada Allah untuk mendapatkan yang terbaik sebagai pasangan kita. Saat ini, perlu juga kita membersihkan hati agar niat ibadah dalam pernikahan ini tidak menyimpang. Juga menjaga kesucian hubungan kita dengan calon suami sampai datangnya waktu pernikahan sangat diperlukan, agar tidak terjatuh dalam godaan setan.&lt;br /&gt;Masa-masa antara meminang dan pernikahan ini sebaiknya dipersingkat agar kebersihan niat dan hubungan kedua insan bisa terjaga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Persiapan Fisik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir yang tidak kalah penting dalah mempersiapkan tubuh kita untuk memasuki dunia pernikahan. Mengetahui alat-alat reproduksi wanita dan cara kerjanya sangat penting bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memeriksa kesehatan alat-alat reproduksi juga penting agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan setelah menikah.&lt;br /&gt;Selain itu juga kita harus mengetahui tentang seks yang sehat. Banyak ornag yang sudah menikah tapi tidak tahu bagaimana berhubungan seks dengan sehat dan menyenangkan bagi masing-masing pasangan.&lt;br /&gt;Hal ini penting karena merupakan bagian dari kunci kebahagiaan dalam berumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-2240022503894892582?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/2240022503894892582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=2240022503894892582&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2240022503894892582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2240022503894892582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/persiapan-pra-nikah.html' title='Persiapan Pra Nikah'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-7095511924347823060</id><published>2007-07-27T08:53:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.405+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Dosen Syaria'ah,Merusak Syariah</title><content type='html'>Dosen IAIN Semarang membolehkan menikah ‘tanpa wali’. Pikiran ‘wathon suloyo’ atau ada motiv lain? &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pekan lalu, dalam acara workshop di Semarang, saya mendapatkan kembali sejumlah nomor jurnal yang diterbitkan di Fakultas Syariah IAIN Walisongo Semarang. Jurnal ini beralamat di Fakultas Syariah IAIN Semarang dan terbit atas ijin Dekan Fakultas Syariah. Sudah beberapa kali kita bahas JURNAL ini melalui forum CAP. Namun, setiap membaca edisi jurnal ini, selalu memunculkan ketakjuban dan perasaan aneh, mengapa dari sebuah Fakultas Syariah justru muncul pemikiran-pemikiran yang merusak syariah, bahkan merusak aqidah Islam itu sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang muslim, kita tentu pantas bertanya, untuk apakah Fakultas Syariah didirikan? Bukankah tujuannya untuk mengkaji syariah Islam dan berusaha mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari? Mengapa dunia ini sudah terbalik-balik? Para pejuang Islam terdahulu sibuk mengatasi serangan terhadap Islam yang dilakukan oleh kaum orientalis. Kini, kita dipaksa harus berpikir keras, mengapa anak-anak yang kita didik ilmu syariah justru menjadi anti-syariah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih parah dari itu, justru kini bermunculan dosen-dosen syariah yang aktif menghancurkan syariah Islam. Jika George W. Bush anti-syariah Islam, kita bisa maklum. Kita maklum, kalau Ariel Sharon benci kepada Islam. Kita pun maklum jika setan senantiasa berusaha menyesatkan manusia. Kita sangat paham, jika bertahun-tahun para orientalis Kristen, seperti Peter the Venerable, Arthur Jeffery, dan sebagainya senantiasa berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menyerang kesucian dan keotentikan Al-Quran. Tapi, bagaimana jika semua serangan itu datangnya justru dari dosen-dosen syariah? Kita perlu berteriak-teriak terus sekencang-kencangnya untuk menyadarkan umat kita, agar jangan lengah dan jangan tidur panjang dalam kebodohan dan ketidakpedulian. Kita perlu mengetuk hati dan pikiran para ulama dan pemerintah agar memahami akar masalah yang sedang kita hadapi, dan tidak terjebak ke dalam hal-hal yang superfisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam jurnal dari Fakultas Syariah IAIN Semarang edisi 30/2006, misalnya, terdapat sebuah tulisan dari Prof. Dr. Muhibbin yang berjudul ”Nikah Tanpa Wali”. Dia adalah Dekan Fakultas Syariah IAIN Semarang periode 2002-2006. Profesor ini menyebarkan pendapat bahwa untuk menikah, perempuan tidak memerlukan wali. Sebab, sebagaimana laki-laki, perempuan juga dianggap mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Hukum yang mewajibkan adanya wali bagi wanita dalam hukum perkawinan dianggapnya tidak adil bagi wanita dan bernuansa diskriminasi gender. Bahkan, dia katakan, ”Maka, secara rasional keberadaan wali nikah sangat perlu dipertanyakan dan ditinjau ulang.” Menurut sang profesor IAIN ini, jika keberadaan wali nikah bagi wanita terus dipertahankan dalam hukum Islam, maka perlu dipertanyakan kepada para ulama dan cendekiawan tentang rasa keadilan yang digadaikan demi keberadaan wali nikah. Untuk melegalisasikan pendapatnya yang berbasis pada ide ’kesetaraan gender’ profesor IAIN itu lalu membuat pernyataan yang aneh: ”Sejauh penelitian ulama terdahulu maupun penulis sendiri, Hadits-hadits tentang wali nikah di atas ternyata tidak ada yang shahih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah hadits-hadits tentang wali nikah bagi wanita tidak ada yang shahih? Pendapat ini sangat dulit diterima secara ilmiah. Para ulama hadits dan ulama fiqih telah banyak membahas masalah ini dengan sangat terperinci. Dalam Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq menjelaskan, bahwa hadits ”Tidak sah nikah tanpa wali” disahkan oleh Hakim dan Ibn Hibban. Banyak hadits lain yang maknanya sejenis yang diterima oleh para ulama sebagai hadits shahih atau hasan.  Qurthubi misalnya, juga menyatakan sebuah hadits shahih dalam soal wali nikah bagi wanita: ”Siapa pun diantara wanita yang menikah tanpa seizin walinya, maka nikahnya batal, nikahnya batal, nikahnya batal.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Tirmidzi menyebutkan bahwa hadits ”Tidak sah nikah tanpa wali” diikuti pula oleh golongan ahli ilmu di kalangan para sahabat, seperti Umar, Ali, Abdullah bin Abbas, Abu Hurairah, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud dan Aisyah. Begitu juga para ahli fiqih di kalangan tabi’in seperti Said bin Musayab, Hasan al-Bashri, Syuraih, Ibrahim bin Nakhai, Umar bin Abdul Aziz, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, selama ini, dalam perjalanan hukum Islam di Indonesia, soal wali nikah ini juga tidak menjadi masalah. Kitab-kitab Fiqih pun sudah membahas masalah ini dengan terperinci. Barangkali, si professor dari IAIN Semarang itu pun dulunya menikah dengan istrinya juga dengan wali bagi istrinya. Mungkin, dia nanti juga mau menjadi wali bagi putrinya yang menikah. Atau, jika dia konsisten dengan pendapatnya yang keliru itu, jangan-jangan dia pun akan membiarkan putri-putrinya menikah tanpa wali? Karena dalam pandangannya, kewajiban adanya wali bagi wanita dalam perkawinan dipandang sebagai penistaan derajat wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya pandangan profesor IAIN itu telah meletakkan perspektif gender di atas Al-Quran. Perspektif gender dijadikannya cara untuk melihat hukum-hukum Islam. Dalam perspektif gender, pembedaan peran wanita dan laki-laki dalam aspek sosial-budaya dipandang sebagai produk sosial-budaya yang bias gender. Kaum pengusung gender memang memandang bahwa perbedaan jenis kelamin laki-laki dan wanita tidak membawa akibat apa-apa terhadap peran sosial budaya. Menurut mereka, wanita tidak boleh ditempatkan sebagai makhluk domestik dan laki-laki makhluk di luar. Kepala rumah tangga tidak boleh diserahkan kepada kaum laki-laki, hanya karena dia laki-laki. Laki-laki tidak boleh diberi hak-hak dalam rumah tangga atau di luar ramah tangga. Bagi kaum ini, laki-laki dan wanita harus diberi kesempatan dan hak yang sama, baik di dalam maupun di luar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hukum Islam, memang ada perbedaan antara wanita dan laki-laki. Wanita tidak diwajibkan untuk mencari nafkah, laki-laki wajib menafkahi istrinya. Wanita diizinkan untuk tidak shalat dan puasa karena haid. Laki-laki tidak ada cuti shalat dan puasa karena haid. Faktanya, aurat wanita juga berbeda dengan laki-laki. Perbedaan hukum itu terkait dengan perbedaan peran laki-laki dan wanita di dunia. Semua perbedaan itu bukan menunjukkan tinggi dan rendahnya status seseorang di mata Allah SWT. Jika seorang Ibu bermakmum di belakang anak laki-lakinya dalam shalat, bukan berarti di Ibu dilecehkan oleh anaknya. Jika wanita diberikan hak cuti hamil dan haid, bukanlah itu merupakan bentuk pelecehan oleh kaum laki-laki. Seorang istri yang menyediakan minuman bagi suaminya bukanlah suatu bentuk penindasan laki-laki atas wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, semua itu tergantung dari perspektif mana dia melihat. Syahdan, seorang mahasiswi yang berfaham kesetaraan gender pada sebuah perguruan tinggi Islam di Jakarta merasa tersinggung ketika diberi kesempatan menempati tempat duduk di suatu bus umum oleh temannya yang laki-laki. Baginya, lebih terhormat berdiri berdesak-desakan di suatu bus umum ketimbang menerima belas kasihan kaum laki-laki. Bagi aktivis gender yang dimotivasi ideologi ’kiri baru’ (new left), mereka bahkan memiliki perasaan dendam kepada kaum laki-laki. Bagi mereka, laki-laki adalah kaum penindas wanita. Ulama-ulama mereka tuduh sebagai kaum penindas yang telah menafsirkan Al-Quran untuk kepentingan kaum laki-laki. Karena itulah, mereka aktif menentang berbagai diskriminasi peran sosial berdasarkan gender. Hanya saja, hingga kini, kita belum mendengar protes kaum penganut kesetaraan gender ini tentang pemisahan kamar kecil (WC) bagi laki-laki dan wanita. Malah, di sebuah mal di Lebak Bulus, Jakarta, terlihat sebuah tanda tempat parkir khusus bagi pengemudi wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pandang kaum aktivis gender itu tentu saja sangat berbeda dengan kaum Muslim yang memahami agamanya dengan tenang tanpa perasaan dendam dan memandang hidup ini sebagai ujian dari Allah untuk menjalani peran masing-masing sesuai ketentuan dari Allah. Kaum Muslimah selama ini merasa tenang dan bahagia hidupnya ketika berkutat dalam kehidupan rumah tangga dan mendidik anak-anaknya dengan baik. Seorang Muslimah akan merasa nyaman dan bahagia ketika membersihkan rumah, mencuci baju suami dan anak-anaknya, menyediakan makanan bagi keluarganya. Semua itu dijalani dengan suka cita, karena yakin, bahwa itu adalah suatu ibadah. Konsep pengabdian dan ibadah ini tentu saja luput dari pikiran kaum aktivis gender.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, pendapat yang disebarkan oleh profesor IAIN Semarang dalam soal wali nikah bagi wanita juga merupakan pendangan yang sangat tidak bijak. Sebagai dosen syariah, seyogyanya dia menghormati pendapat para ulama yang jauh lebih alim dari dirinya. Untuk apa dia menyebarkan pendapat seperti itu; apakah sekedar WtS (waton suloyo/asal beda, red)? Atau ada motivasi lain? Bagaimana jika para remaja putri kemudian menganggapnya sebagai pendapat yang benar, lalu mereka beramai-ramai kawin dengan pacarnya, tanpa perlu meminta perwalian dari orang tua? Bukankah ini akan menimbulkan kekacauan di tengah masyarakat? Kita heran dengan mental dan perilaku dosen-dosen syariah semacam ini? Bukankah lebih baik dia mendiskusikan terlebih dahulu pendapatnya tersebut dengan para ulama dan para pakar bidang syariah dan hadits, sebelum menyebarkan pendapatnya yang keliru itu ke tengah masyarakat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang asal-asalan tentang syariah Islam juga ditunjukkan oleh dosen syariah lainnya di IAIN Semarang, yaitu Rokhmadi, MAg. Pada Jurnal yang sama edisi 28/2005, pada rubrik dialog hukum ada pertanyaan kepada dosen syariah tersebut, bahwa di seorang laki-laki asal Minang menikah dengan wanita Minang tanpa harus memberikan mahar. Sebaliknya, justri pihak wanita yang memberikan mahar, karena adat Minang memang begitu. Pertanyaan itu dijawab oleh si dosen, dengan mengatakan, bahwa masalah mahar adalah berkaitan dengan hukum keluarga (al-ahwal al-syakhshiyah) dan bukan ibadah mahdhah, yang harus diterima apa adanya. Maka, katanya, nash-nash dalam masalah ini terkait dengan kondisi sosio-kultural masyarakat pra-Arab dan masyarakat Arab. ”Artinya, ketentuan hukum yang diekspresikan Allah dan Rasul-Nya sangat dipengaruhi situasi dan kondisi setempat, dengan menjadikan unsur budaya lokal saat itu sebagai pertimbangan utama penetapan ajaran Islam. Bahwa Al-Quran dan al-Sunnah sarat dan lengket unsur historisitas. Maka, tidak tepat mengakui (menerima) dan mempertahankan keberadaannya dengan segala konsekuensinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, menurut di dosen syariah itu, karena masyarakat Arab menganut budaya patriarchi, maka wajar jika kewajiban memberikan mahar diwajibkan kepada laki-laki. Karena di daerah Minang yang dominan adalah wanita (matriachat tribe), maka kata si dosen, ”Wajarlah mahar menjadi kewajiban pihak perempuan karena posisinya di atas laki-laki dalam bersikap dan martabat keluarga.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak pendapat dosen-dosen syariah seperti ini, kita tentu saja sangat prihatin, sekaligus geli. Betapa naifnya pendapat ini. Sepanjang sejarah Islam, kita melihat, tata cara perkawinan Islam yang satu di berbagai belahan dunia Islam, tanpa memandang unsur budaya. Jika mahar harus diberikan oleh pihak yang dominan, sesuai sosial budaya, maka akhirnya soal mahar ini tergantung kepada kondisi dan situasi setempat. Padahal, untuk Indonesia saja, ada berbagai budaya yang saling berlainan. Malah, bisa jadi, kondisi personal tiap orang berbeda-beda. Jika keluarga wanitanya yang kaya, sedangkan laki-lakinya miskin, apakah laki-laki tidak harus memberikan mahar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si dosen itu telah melakukan kebohongan atau kebodohan yang luar biasa yang menyatakan bahwa kewajiban mahar bagi laki-laki adalah terkait dengan budaya pra-Arab atau budaya masyarakat Arab. Dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, Rasulullah saw tetap mewajibkan mahar harus diberikan oleh laki-laki, meskipun laki-laki itu sangat miskin, sehingga hanya bisa memberikan mahar berupa bacaan ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran. Bahkan, Abu Thalhah pernah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar ”masuknya dia ke agama Islam”. Karena itulah, masalah kewajiban mahar bagi laki-laki ini adalah masalah sunnah Rasululullah saw, dan bukan urusan budaya Arab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran-pemikiran yang ’nyeleneh’ dan merusak syariah Islam memang sudah bukan hal yang asing lagi di lingkungan Fakultas Syariah IAIN Semarang. Jangankan pemikiran yang menyerang syariah, pemikiran yang menyerang Al-Quran habis-habisan pun dibiarkan saja dengan leluasa diterbitkan dalam Jurnal ini. Pada edisi 30/2006, Jurnal dari Fakultas Syariah IAIN Semarang ini malah menurunkan satu tulisan yang mengusulkan agar dilakukan amandemen terhadap ayat-ayat Al-Quran yang dianggapnya bermasalah. Menurut si penulis, yang juga alumnus Fakultas Syariah IAIN Semarang, di dalam Al-Quran ada ayat ”yang kotor” dan ayat ”yang bersih”. Karena itu, dia mengusulkan, agar umat Islam berani ”menghapus dalam pengertian ”mengamandemen” teks-teks keislaman terutama ayat-ayat Quran yang ”bermasalah” tadi.” (hal. 112-113).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan semakin bertambahnya usia kampus-kampus Islam di Indonesia, kita sebenarnya berharap, dari Fakultas-fakultas syariah akan lahir pemikiran-pemikiran bermutu yang benar dan sehat. Dari kampus ini, kita harapkan lahir ulama atau cendekiawan yang shalih yang menjadi panutan bagi umatnya. Tentu saja merupakan musibah besar bagi umat, jika dari institusi pendidikan Islam, lahir cendekiawan atau pemikiran yang merusak Islam. Ke depan, kita berharap, pihak Departemen Agama lebih berhati-hati dalam mengangkap dosen-dosen syariah. Jangan sampai yang anti Al-Quran justru diangkat menjadi dosen agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, yang membuat kita terheran-heran adalah sikap para pejabat kampus dan para tokoh serta ulama di Semarang yang berdiam diri terhadap tindak kemunkaran yang sudah amat sangat keterlaluan dalam menyerang Islam seperti ini. Kampus ini membawa nama Islam dan menyandang nama Walisongo, para ulama yang sangat berjasa dalam menyebarkan Islam di Tanah Jawa. Konon, kabarnya, semua itu dilihat sebagai ’wacana’ belaka. Padahal, siapa pun tentu akan tersinggung, andaikan anaknya menyebarkan wacana ’perlunya membunuh orang tua masing-masing’. Meskipun itu sekedar wacana. Di dalam Islam ada adab dalam mencari ilmu. Tidak setiap wacana boleh disebarluaskan seenaknya sendiri. Jika masih dalam taraf belajar dan mencari ilmu, sebaiknya para mahasiswa diajar adab mencari ilmu dalam Islam, dan tidak berlaku sombong serta bebas sebebas-bebasnya dalam menyebarkan pendapat yang keliru. Sekali lagi, kita hanya bisa mengingatkan dan berharap, para dosen dan mahasiswa yang menyerang syariah dan Al-Quran agar bertobat dan memperbaiki pemikiran serta akhlak keilmuannya. Wallahu A’lam. [Depok, 7 Juli 2007/www.hidayatullah.com]&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-7095511924347823060?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/7095511924347823060/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=7095511924347823060&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7095511924347823060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7095511924347823060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/dosen-syariaahmerusak-syariah.html' title='Dosen Syaria&apos;ah,Merusak Syariah'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-1800844264241839137</id><published>2007-07-26T14:43:00.001+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Tersenyumlah...</title><content type='html'>Bila kondisi hari ini masih seperti kemarin di mana harapan belum menjelma menjadi nyata. Tetaplah tersenyum. Bukan berarti Allah mengabaikan doa-doa kita. Kita tahu, Allah adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan doa-doa hamba-Nya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Berdoalah kepada-Ku niscaya Aku akan mengabulkannya�� (QS Al mu'min:60).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada yang dapat meragukan janji-Nya. Doa kepada-Nya ibarat sebuah investasi. Tak akan pernah membuat investornya merugi. Karena penjaminnya adalah Dzat Yang Maha Pemurah, Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Dzat Yang Maha Welas Asih itu, tak akan pernah ingkar janji. Tidak akan sia-sia munajat yang kita mohonkan pada-Nya, baik di waktu siang apalagi di sepertiga malam. Ketika lebih banyak makhluk-Nya pulas, dalam dekapan dinginnya malam dan hangatnya selimut tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila belum ada perubahan berarti tentang rencana-rencana kita, tetaplah tersenyum. Allah lebih mengetahui apa-apa yang baik untuk kita. Yakinlah, bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan.� (QS An Nahl:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Maha Mengetahui kapan sesuatu pas untuk kita, baik dalam sisi timing maupun momentnya. Allah, Pencipta alam raya ini, adalah sutradara hebat, yang tidak akan membiarkan kita terpuruk dalam keburukan. Selama kita yakin akan kekuasaan-Nya, yakin akan kasih sayang-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika semua serasa mandeg, tak ada kemajuan berarti. Tetaplah juga tersenyum. Allah punya cara sendiri untuk membuat kita senantiasa dekat dengan-Nya. Mungkin, semua ini dibuat-Nya untuk kita agar kita senantiasa hanyut dalam sujud-sujud panjang di penghujung malam. Senantiasa larut dalam tangis penuh harap, dalam buaian doa-doa panjang nan khuyuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tak akan tersia-sia begitu saja. Allah, mencatat setiap upaya yang kita lakukan dan doa yang kita panjatkan. Segala sesuatu yang kita perbuat, sekecil apa pun itu, akan menuai balasan di sisi-Nya kelak. Niatkan semuanya hanya untuk meraih ridha-Nya, agar perjuangan hebat ini tak hanya bermakna sementara. InsyaAllah kita akan memetik buahnya kelak, di waktu yang telah Ia tentukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia ini fana. Tak ada yang kekal didalamnya. Pun perjuangan ini, pengorbanan ini, juga kesulitan ini. InsyaAllah, suatu hari nanti, harapan akan berbuah kebahagiaan. Akan menjelma menjadi kemudahan. Karena, sekali lagi, Allah telah menjamin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.� (QS Al Insyirah: 5-6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Allah pasti akan memberikan kemenangan atau mengadakan keputusan yang lain dari sisi-Nya.� (QS Al Maidah:52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetaplah berbaik sangka kepada-Nya. Tetaplah berharap sepenuh hati kepada-Nya. Tetaplah gantungkan asa setinggi apa pun itu, hanya kepada-Nya. Sekali lagi, hanya kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Sesungguhnya, rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.� (QS Al A'raf: 56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;��Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.� (QS Yusuf: 87).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, jika akhirnya harapan tidak menjelma seperti yang kita idamkan, tetaplah terus berbaik sangka kepada Tuhan Yang Maha Mengetahui. Karena,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;�Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.� (QS Al Baqarah: 216).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah berjuang. Demi sebuah azzam yang dipancangkan untuk meraih ridho Ilahi Robbi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallohua'lam bishshowwab. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-1800844264241839137?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/1800844264241839137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=1800844264241839137&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1800844264241839137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1800844264241839137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/tersenyumlah.html' title='Tersenyumlah...'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-1250593693786339932</id><published>2007-07-26T14:30:00.001+07:00</published><updated>2008-05-13T14:09:46.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Istriku sayang</title><content type='html'>sma' binti Kahariyah Fazari diriwayatkan telah berkata kepada puterinya dihari pernikahan anaknya itu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai anakku, kini engkau kan keluar dari sarang di mana engkau dibesarkan. Engkau akan berpindah ke sebuah rumah dan hamparan yang belum engkau kenal dan berkawan pula dengan orang yang belum engkau kenali. Itulah suamimu."&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau tanah bagai suamimu (taati perintahnya) dan ia akan menjadi langit bagimu (tempat bernaung). Jadilah engkau sebagai lantai supaya ia dapat menjadi tiangnya. Jangan engkau bebani dia dengan pelbagai kesukaran karena itu akan memungkinkan ia meninggalkanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah engkau terlampau menjauhinya, agar ia tidak melupaimu. Sekiranya dia menjauhimu, maka jauhilah dia dengan baik. Peliharalah suamimu itu dengan baik. Jagalah mata, hidung dan anggotanya yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah kiranya suamimu itu akan mencium sesuatu darimu melainkan yang harum. Jangan pula ia mendengar sesuatu darimu melainkan yang enak dan janganlah ia melihatkan melainkan yang indah sahaja pada dirimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau wanita ingin menjadi isteri yang baik, dipihak lelaki juga berhasrat memiliki wanita yang begitu. Mereka (para suami ) ingin benar punya isteri yang menyambut kepulangan dari tempat kerja dengan wajah yang manis dan ceria, senyum menawan, pakaian yang bersih dan wangi dan rumahtangga pula berada dalam keadaan bersih kemas dan terurus. Bila mata sedap memandang, tenang dan damailah hati suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan itu saja suami juga bercita-cita memiliki seorang isteri yang boleh menjadi penghibur dirinya, boleh berkongsi masalah dengannya, faham apa yang disenangi, tahu mengambil hati suaminya disamping boleh memberi layanan-layanan yang menyenangkan dan mengembirakan suami. Itulah wanita idaman setiap lelaki. Pendek kata bagaimana lelaki akan dilayani oleh bidadari di syurga kelak begitu jugalah keinginan lelaki berhajatkan layanan dari seorang isteri seorang bidadari rumahtangga. Oleh sebab itu dikatakan rumahtangga yang bahagia itu ialah syurga tentulah ada bidadarinya. Siapa lagi kalau bukan isteri yang solehah yang layak menyandang gelaran bidadari dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri yang solehah akan berusaha memberi wajah jernih pada rumahtangga. Kasih sayang yang lahir adalah hasil dari masing-masing hendak mencari keridhaan Allah, bukannya dorongan nafsu semata- mata. Masing-masing suami isteri meletakkan Allah dan akhirat yang lebih besar dan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri yang solehah tidak terasa hina menjadi pelayan suami, malah sebaliknya rasa bangga dan bahagia kalau boleh melakukan tugas-tugas itu dengan baik dan sempurna. Gembira kerana yakin dengan janji Allah sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w yang bermaksud:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila seorang perempuan mencuci pakaian suaminya, maka Allah mencatat baginya seribu kebaikan dan mengampuni dua ribu kesalahan dosanya, bahkan segala sesuatu yang disinari oleh matahari memohon ampun baginya serta Allah mengangkat seribu darjat baginya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fatimah, setiap wanita yang mengeluarkan peluh ketika membuat roti, Allah akan membina tujuh parit antara dirinya dengan api neraka. Jarak antara parit itu ialah sejauh bumi dangan langit."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Wahai Fatimah, setiap wanita yang berair matanya ketika memotong bawang untuk menyediakan makanan keluarganya, Allah akan mencatat untuknya pemberian sebanyak yang diberi kepada mereka yang menangis kerana takutkan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tidak mau kemuliaan ini hanya dengan melakukan tugas yang ringan? Seorang isteri yang solehah akan sentiasa mencari-cari jalan untuk menyenangkan hati suami dan menutupi ruang-ruang untuk menyusahkan dan mencurigakan suami terhadap dirinya. Dia tidak akan membimbangkan suaminya terhadap dirinya. Maruah dirinya sebagai seorang isteri senantiasa dipelihara dan dijaga kerana itu juga yang menjadi syarat untuk dia mendapat keredhaan Allah dan keselamatan di akhirat nanti.Setiap rumahtangga yang dihuni oleh isteri yang solehah bererti rumahtangga itu telah memiliki perbendaharaan yang termahal di dunia dan di sisi Allah rumahtangga itu mendapat perhatianNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah s.a.w yang bermaksud : " Seorang wanita yang solehah itu lebih baik daripada seribu orang lelaki yang tidak soleh dan seorang perempuan yang berkhidmat melayani suaminya selama seminggu maka ditutuplah daripadanya tujuh pintu neraka dan dibukakan lapang pintu syurga dan dia bebas masuk dari pintu mana yang disukainya tanpa hisab."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isteri solehah biasanya menjadi milik lelaki yang soleh. Tetapi ada juga ketikanya isteri solehah bersuamikan lelaki yang toleh (jahat). Bolehkan kedamaian dan keamanan wujud dalam rumahtangga bilamana suami kufur dengan Allah dan buruk akhlak terhadap isterinya?. Isteri yang menghadapi persoalan begini boleh tertekan jiwanya. Ada yang tidak sabar dengan kerenah suami hingga tidak terfikir cara lain untuk menyelamatkan jalan hidup yang dipilihnya melainkan berpisah saja dari suami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal sebegini, si isteri perlu banyak bersabar dan selalu bermunajat pada Allah. Ingatlah mungkin kesusahan yang kita hadapi adalah ujian dari Allah s.w.t. Ada dua maksud Allah mendatangkan ujian yaitu pertamanya ujian itu didatangkan sebagai penghapusan dosa dan keduanya untuk peningkatan drajat disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jika kita boleh bersabar maka terhapuslah dosa-dosa yang lalu. Sebaliknya tidak mustahil juga itu merupakan peningkatan darjat dari Allah. Kalau tidak diuji, mungkin hati kita akan terpaut benar dengan suami, menyayangi suami lebih dari Allah. Jadi untuk melihat sama ada kita membesarkan suami atau membesarkan Allah maka Allah timpakan ujian itu. Kalau benar hati sayang dan takut pada Allah tentu isteri tidak teragak-agak untuk bertindak membesarkan dan menyayangi Allah daripada suaminya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, sejahat-jahat suami kita, tidaklah dia lebih jahat daripada Firaun, sedangkan isteri Firaun, Siti Asiah boleh bersabar menghadapi kesombongan dan keangkuhan Firaun sehinggakan Siti Asiah disenaraikan oleh Allah termasuk di dalam barisan antara wanita-wanita solehah yang dijamin syurga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu kalau suami kita masih belum diberi petunjuk janganlah kita jemu untuk memujuk dan mentarbiah, berlaku baik dan paling penting mohon dan bermunajatlah kepada Allah agar Allah mengubah hatinya untuk tunduk pada perintahNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah s.a.w pernah bersabda : "Wanita yang taat akan suaminya semua burung-burung diudara, ikan- ikan di air, malaikat di langit, matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana ia (isteri) masih taat pada suaminya dan diredhai (serta menjaga sembahyang dan puasanya)." &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-1250593693786339932?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/1250593693786339932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=1250593693786339932&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1250593693786339932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1250593693786339932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/sma-binti-kahariyah-fazari-diriwayatkan.html' title='Istriku sayang'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-735683622290571172</id><published>2007-07-26T14:17:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:09:46.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='keluarga'/><title type='text'>Cintaku,Istriku</title><content type='html'>Kasihku, Pukul 4.05, alert di hpku membangunkan. Kamu ikut bangun. Padahal, aku tahu baru pukul 23.30, kamu bisa tidur setelah berjibaku dengan kerjanya, kerja rumah tangga, urusan dua anakku, dan mengurusi aku sebagai suami. Belum lagi, pukul 01.15 terbangun untuk sebuah interupsi. Ups, rupanya kamu tak lupa menyetrika baju kantorku. Aku mandi dan shalat subuh. Kamu selesai pula menyelesaikan itu. Plus, satu stel pakaian kerjaku telah siap. Aku siap berangkat.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, ada yang tertinggal rupanya. AKu lupa memandangi wajahmu pagi ini. "Nda, kamu cantik sekali hari ini," kataku memuji. Kamu tersenyum. "Bang tebak sudah berapa lama kita menikah?" Aku tergagap sebentar. Melongo. Lho, koq nanya itu. hatiku membatin. Aku berhenti sebentar dan menghitung sudah berapa lama kami bersama. Karena, perasaanku baru kemarin aku datang ke rumahmu bersama seorang ustad untuk meminangmu."Lho, baru kemarin aku datang untuk meminta kamu jadi istriku dan aku nyatakan �aku terima nikahnya dengan mas kawin sebagaimana tersebut tunai." Kataku cuek sembari mengaduk kopi hangat rasa cinta dan perhatian darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemunculan kafein di dalam darahku memancing keluarnya hormon NOREOPHINEPHINE. Entah karenanya atau apa, yang jelas aku merasa bersemangat, senang &amp; siap menghadapi hari. Kamu tertawa. Wuih, manis sekali. Mungkin, bila kopi yang aku sruput tak perlu gula. Cukuplah pandangi wajahnya. "Kita sudah delapan tahun Bang." Katanya memberikan tas kerjaku. "Aku berangkat yah, assalamualaikum," kataku bergeming dari kalimat terakhir yang kamu ajukan. Aku tergesa. "Hati-hati dijalan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejatinya, aku ingin ngobrol terus. sayang, KRL tak bisa menunggu dan pukul 7.00 teng aku harus sudah stand by di ruang studio 95,3RASFM Jakarta. Aku di jalan bersama sejumlah perasaan. Ada sesuatu yang hilang. Mungkin benar kata Dewa, separuh nafasku hilang saat kau tidak bersamaku. Kembali wajahnya menguntit seperti hantu. Hm, cantiknya istriku. Sayang, waktu tidak berpihak kepadaku untuk lebih lama menikmatinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekilas, ketika tatapanku melongok keluar memandang tumbuhan, bangunan dan manusia yang tidak beraturan dan sangat berantakan, menyelinap dedaunan kehidupan delapan tahun lalu. Ketika tarbiyah menyentuh dan menanamkan ke hati sebuah tekad untuk menyempurnakan Dien. Bahwa Allah akan memberikan pertolongan. Bahwa rezeki akan datang walau tak selembar pun kerja kugeluti saat itu. Bahwa tak masalah menerapkan prinsip 3K (Kuliah, Kerja, Kawin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kala itu kupikir hanya wanita bodoh saja yang mau menerimaku, seorang jejaka tanpa harapan dan masa depan. Tanpa kerja, apalagi punya perusahaan. Tanpa deposito dan orang tua mapan. Tanpa selembar modal ijazah sarjana yang saat itu sedang kukejar. Tanpa dukungan dari keluarga besar untuk menanggung biaya-biaya operasional. Subhanallah, nekad sekali wanita satu ini. Mau saja diajak berkelana tanpa bekal di tangan yang cukup oleh seorang laki-laki yang belum kenal betul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan pacarmu. Dia juga bukan pacarku. Ibarat mengarungi lautan, kami hanya punya sampan. Yang ada hanya sejumput tekad untuk menyempurnakan dien dan setangkup keyakinan bahwa Allah pasti akan bersama kita. Keyakinan itu yang semakin hari semakin berevolusi dari absurditas menjadi realitas. Sesuatu yang kalkulatif memang tidak menjadi jaminan. Sesuatu yang terpikir oleh rasio dan sel-sel otak kita tidak selamanya menjadi kenyataan, termasuk ketakutan dan kecemasan. Sungguh, it doesn't make a sense bila berpikir bagaimana kapal itu bisa dikayuh. Ternyata memang bisa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kutarik segepok udara untuk mengisi paru-paruku. Kurasakan syukur mendalam. Walau tanpa kerja dan orang tua mapan, �kapal'ku terus berlabuh. Bahkan, kini sudah mengarung lebih stabil dibanding dua dan tiga tahun pertama. Ternyata, memang benar. Allah akan menjamin rezeki seorang yang menikah. Allah akan memberikan rezeki dari arah yang tidak terduga. Walaupun tetap semua janji itu muncul dengan sunatullah, kerja keras. Dan, Kerja keras itu terasa nikmat dengan doa dan dampingan seorang wanita yang rela dan ikhlas menjadi istriku. Aku berceloteh sendiri dalam diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangku, Semakin hari berganti. Semakin hari pula aku merasakan betapa berharganya dirimu untukku. Di pelupuk mata dan hatiku, kau tidak hanya cantik. Tapi lebih jauh dari itu. Kau juga tegar. Kau mampu menjadi bahan bakar bagiku untuk bisa selalu di jalan-Nya. Dengan segala rasio dan akal, aku mencintaimu. Sayangnya, acap kali aku merasa gagal menerjemahkan substansi cintaku. Aku selalu merasa rapuh ketika menerjemahkan cintaku. Aku selalu berkata, �I Love you More than you know.� Memang kau tak pernah tahu betapa aku mencintaimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika energi perhatian harus diberikan, saat itu pula ia lenyap. Tenggelam oleh kelelahan dan kantuk. Aku selalu tertidur di sisimu. Kelelahan dan kantuk menjadi diktator yang tidak mampu aku lawan ketika aku harus mengeluarkan energi cintaku. Sayang, maafkan aku. Karena aku berpikir, kerja keras merupakan aplikasi efektif sebuah cinta. Aku tak pernah berpikir ia akan menguras dan menyedot energi perhatian dan cinta. Dan itu realitasnya. Aku selalu gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika cinta berjalan dari hati ke tenggorokan, kamu selalu kehabisan nafas dan menyerah oleh kantuk. Maafkan aku yang lupa mengucapkan selamat ulang tahun di hari kelahiranmu. Aku sering lupa mengusap kepalamu ketika berangkat kerja. Aku kerap khilaf tidak memberikan tatapanku ketika kau bicara. Aku juga tidak mengerti mengapa Liputan 6 SCTV lebih menarik syaraf mataku ketimbang retina kamu. Maafkan. Bila selama ini aku berpikir itu tak bermanfaat. Aku memang terlalu rasional, monoton, kurang dimensi, pragmatis dan terlalu realistis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu beralasan etnical background sebagai orang Betawi yang tidak mengajarkanku tentang semua romantisme ini. Aku tahu kau menyimpan kekecewaan. Untunglah, kau bijak. Kekecewaan itu tak pernah membesar. Kamu selalu bisa mengembalikan semua keceriaan itu dengan seulas senyum yang menyelinap dibalik penat dan kelelahan. Kamu selalu berkata, �Bang, I Love You Just the way you are.� Doakan aku untuk bisa mengembalikan kembali puing-puing perhatian yang merepih ini menjadi sebuah kekuatan untuk bisa mencintaimu karena Allah. Please, berikan aku kesempatan untuk bisa terus bersamamu till death do us part. Istriku cantik sekali pagi ini. Maafkan aku tak bisa menemanimu. Namun, doa dan ridhaku selalu bersamamu. Aku akan selalu ingat kata-katamu bahwa perhatian kecil yang diberikan pada saat yang tepat akan menumbuhkan cinta yang besar.Selamat Ulang Tahun ! Maaf telat, macet di jalan. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-735683622290571172?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/735683622290571172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=735683622290571172&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/735683622290571172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/735683622290571172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/cintakuistriku.html' title='Cintaku,Istriku'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-3988384617557154114</id><published>2007-07-26T14:03:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.406+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Pacaran...</title><content type='html'>Bagaimana pandangan Ibnu Qoyyim tentang hal ini ? Kata Ibnu Qoyyim, " Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta. Malah, cinta diantara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan. Karena bila keduanya telah merasakan kenikmatan dan cita rasa cinta, tidak boleh tidak akan timbul keinginan lain yang tidak diperoleh sebelumnya. "&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bohong !" Itulah pandangan mereka guna membela hawa nafsunya yang dimurkai Allah, yakni berpacaran. Karena mereka telah tersosialisasi dengan keadaan seperti ini, seolah-olah mengharuskan adanya pacaran dengan bercintaan secara haram. Bahkan lebih dari itu mereka berani mengikrarkan, bahwa cinta yang dilahirkan bersama dengan sang pacar adalah cinta suci dan bukan cinta birahi. Hal ini didengung-dengungkan, dipublikasikan dalam segala bentuk media, entah cetak maupun elektronika. Entah yang legal maupun ilegal. Padahal yang diistilahkan kesucian dalam islam adalah bukanlah semata-mata kepemudaan, kegadisan dan selaput dara saja. Lebih dari itu, kesucian mata, telinga, hidung, tangan dan sekujur anggota tubuh, bahkan kesucian hati wajib dijaga. Zinanya mata adalah berpandangan dengan lawan jenis yang bukan muhrimnya, zinanya hati adalah� membayangkan dan menghayal, zinannya tangan adalah menyentuh tubuh wanita yang bukan muhrim. Dan pacaran adalah refleksi hubungan intim, dan merupakan ring empuk untuk memberi kesempatan terjadinya segala macam zina ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Telah tertulis atas anak adam nasibnya dari hal zina. Akan bertemu dalam hidupnya, tak dapat tidak. Zinanya mata adalah melihat, zina telinga adalah mendengar, zina lidah adalah berkata, zina tangan adalah menyentuh, zina kaki adalah berjalan, zina hati adalah ingin dan berangan-angan. Dibenarkan hal ini oleh kelaminnya atau didustakannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita sejenak mau introspeksi diri dan mengkaji hadist ini dengan kepala dingin maka dapat dipastikan bahwa segala macam bentuk zina terjadi karena motivasi yang tinggi dari rasa tak pernah puas sebagai watak khas makhluk yang bernama manusia. Dan kapan saja, diman saja, perasaan tak pernah puas itu selalu memegang peranan. Seperti halnya dalam berpacaran ini.� Pacaran adalah sebuah proses ketidakpuasan yang terus berlanjut untuk sebuah pembuktian cinta. Kita lihat secara umum tahapan dalam pacaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Perjumpaan pertama, yaitu perjumpan keduanya yang belum saling kenal. Kemudian berkenalan baik melalui perantara teman atau inisiatif sendiri. hasrat ingin berkenalan ini begitu menggebu karena dirasakan ada sifat2 yang menjadi sebab keduanya merasakan getaran yang lain dalam dada. Hubungan pun berlanjut, penilaian terhadap sang kenalan terasa begitu manis,����� pertama ia nilai dengan daya tarik fisik dan penampilannya, mata sebagai juri. Senyum pun mengiringi, kemudian tertegun akhirnya , akhirnya jantung berdebar, dan hati rindu menggelora. Pertanyaan yang timbul kemudaian adalah kata-kata pujian, kemudian ia tuliskan dalam buku diary, "Akankah ia mencintaiku." Bila bertemu ia akan pandang berlama-lama, ia akan puaskan rasa rindu dalam dadanya.&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pengungkapan diri dan pertalian, disinilah tahap ucapan I Love You, "Aku mencintaimu". Si Juliet akan sebagai penjual akan menawarkan cintanya dengan rasa malu, dan sang Romeo akan membelinya dengan, "I LOve You". Jika Juliet diam dengan tersipu dan tertunduk malu, maka sang Romeo pun telah cukup mengerti dengan sikap itu. Kesepakatan� pun dibuat, ada ijin sang romeo untuk datang kerumah, "Apel Mingguan atau Wakuncar ". Kapan pun sang Romeo pengin datang maka pintu pun terbuka dan di sinilah mereka akan menumpahkan perasaan masing-masing, persoalanmu menjadi persoalannya, sedihmu menjadi sedihnya, sukamu menjadi riangnya, hatimu menjadi hatinya, bahkan jiwamu menjadi hidupnya. Sepakat pengin terus bersama, berjanji sehidup semati, berjanji sampai rumah tangga. Asyik dan syahdu.&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Pembuktian, inilah sebuah pengungkapan diri, rasa cinta yang menggelora pada sang kekasih seakan tak mampu untuk menolak ajakan sang kekasih. " buktikan cintamu sayangku". Hal ini menjadikan perasaan masing-masing saling ketergantungan untuk memenuhi kebutuhan diantara keduanya. Bila sudah seperti ini ajakan ciuman bahkan bersenggama pun sulit untuk ditolak. Na'udzubillah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah akhirnya mereka berdua telah terjerumus dalam nafsu syahwat, tali-tali iblis telah mengikat. Mereka jadi terbiasa jalan berdua bergandengan tangan, canda gurau dengan cubit sayang, senyum tawa sambil bergelayutan,� dan cium sayang melepas abang. Kunjungan kesatu, kedua, ketiga, keseratus, keseribu, dan yang tinggal sekarang adalah suasana usang, bosan, dan menjenuhkan percintaan . Segalanya telah diberikan sang juliet, Juliet pun menuntut sang Romeo bertanggung jawab ? Ternyata sang romeo pergi tanpa pesan walaupun datang dengan kesan. Sungguh malang nasib Juliet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai para Muslimah sadarlah akan lamunan kalian , bayang-bayang cinta yang� suci, bukanlah dengan pacaran , cobalah pikirkan buat kamu muslimah yang masih bergelimang dengan pacaran atau kalian wahai pemuda yang suka gonta-ganti pacar. Cobalah jawab dengan hati jujur pertanyaan-pertanyaan berikut dan renungkan ! Kami tanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Apakah kamu dapat berlaku jujur tentang hal adegan yang pernah kamu kamu lakukan waktu pacaran dengan si A,B,C s/d Z kepada calon pasangan yang akan menjadi istri atau suami kamu yang sesungguhnya ? Kalau tidak kenapa kamu berani mengatakan, pacaran merupakan suatu bentuk pengenalan kepribadian antara dua insan yang saling jatuh cinta dengan dilandasi sikap saling percaya ? Sedangkan kenapa kepada calon pasangan hidup kamu yang sesungguhnya kamu berdusta ? Bukankah sikap keterbukaan merupakan salah satu kunci terbinanya keluarga sakinah?&lt;br /&gt;   2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Mengapa kamu pusing tujuh keliling untuk memutuskan seseorang menjadi pendamping hidupmu ? Apakah kamu takut mendapat pendamping yang setelah sekian kali pindah tangan ? " Aku ingin calon pendamping yang baik-baik" Kamu katakan seperti ini tapi mengapa kamu begitu gemar pacaran, hingga melahirkan korban baru yang siap pindah tangan dengan kondisi " Aku bukan calon pendamping yang baik" , bekas dari tanganmu, sungguh bekas tanganmu ?&lt;br /&gt;   3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jika kamu disuruh memilih diantara dua calon pasangan hidup kamu antara yang satu pernah pacaran dan yang satu begitu teguh memegang syari'at agama, yang mana yang akan kamu pilih ? Tentu yang teguh dalam memegangi agama, ya Khan ? Tapi kenapa kamu berpacaran dengan yang lain sementara kamu menginginkan pendamping yang bersih ?&lt;br /&gt;   4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Bagaimana perasaan kamu jika mengetahui istri/ suami kamu sekarang punya nostalgia berpacaran yang sampai terjadi tidak suci lagi ? Tentu kecewa bukan kepalang. Tetapi mengapa sekarang kamu melakukan itu kepada orang yang itu akan menjadi pendamping hidup orang lain ?&lt;br /&gt;   5.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Kalaupun istri/suami kamu sekarang mau membuka mulut tentang nostalgia berpacaran sebelum menikah dengan kamu. Apakah kamu percaya jika dia bilang kala itu kami berdua hanya bicara biasa-biasa saja dan tidak saling bersentuhan tangan ? Kalau tidak kenapa ketika pacaran bersentuhan tangan dan berciuman kamu bilang sebagai bumbu penyedap ?&lt;br /&gt;   6.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Jika kamu nantinya sudah punya anak apakah rela punya anak yang telah ternoda ? Kalau tidak kenapa kamu tega menyeret Ortu kamu ke dalam neraka Api Allah ? Kamu tuntut mereka di hadapan Allah karena tidak melarang kamu berpacaran dan tidak menganjurkan kamu untuk segera menikah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu wahai muslimah dan kalian para pemuda kembalilah ke fitrah semula. Fitrah yang telah menjadi sunattullah, tidak satupun yang lari daripadanya melainkan akan binasa dan hancur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inti dari pembahasan ini adalah "PACARAN ITU HARAM"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-3988384617557154114?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/3988384617557154114/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=3988384617557154114&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3988384617557154114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3988384617557154114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/pacaran.html' title='Pacaran...'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-6338260643431472579</id><published>2007-07-26T13:58:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.407+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Marhaban yaa Ramadhan</title><content type='html'>Wahai Saudara-saudaraku tercinta,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa terasa waktu terus bergulir..... dari jam ke jam....hari ke hari...dan bulan berganti bulan..... pada akhirnya kita kembali menemukan dan mendapatkan suatu saat, dimana Allah mengundang dan menjamu seluruh Muslim di dalam suatu pesta besar....&lt;span class="fullpost"&gt; Pesta dimana kita semua dapat sepuas-puasnya mereguk rahmat dan ampunan Allah Pesta dimana kita diberi kesempatan besar untuk berjumpa dengan dengan Sang Pencipta Pesta dimana si fakir, si miskin dan si yatim diberi kesempatan untuk merasakan nikmatnya rizki melalui tangan-tangan kita sebagai orang yang berkecukupan.... Oh...betapa meriahnya pesta tersebut, Dialah bulan Ramadhan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tangis haru bercampur gembira meliputi kita semua, sebagai hamba Allah yang selalu merindukan kehadirannya Akankah kita termasuk hamba-Nya yang beruntung? hamba yang menyambut jamuan-Nya dengan penuh persiapan? hamba yang menghadiri jamuan-Nya dengan "Iman" dan "Ihtisab (mengharap ridho-Nya)"?� Semoga Allah mendengar dan meng-ijabah pinta dan harapan kita semua....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku... aku adalah salah satu teman karibmu dan rekan kerjamu, Sekian lama aku telah mengenal, bertemu, bertegur sapa dan berinteraksi denganmu Tawa canda, senda gurau, bahkan perselisihan, sudah sekian kali kita alami bersama. Saat ini aku sangat menyadari, bahwa setiap kali kekhilafan dan kesalahanpahaman yang terjadi adalah semata-mata karena kebodohan, keangkuhan dan kelemahanku sebagai seorang insan biasa, Betapa meruginya diriku, sekiranya di saat aku bersiap mengahadiri jamuan Allah di bulan Ramadhan, masih ada saudara-saudaraku yang terluka hatinya karena kedzaliman tingkah laku dan ucapanku......!!!&lt;br /&gt;Astaghfirullah......, Astaghfirullah......, Astaghfirullah......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, hanya�melalui website �ini.... disertai dengan segala ketulusan dan kerendahan hatiku..... Aku memohon maaf sebesar-besarnya atas segala kedzaliman yang telah aku perbuat, Aku memohon maaf atas segala segala prasangka buruk terhadapmu yang pernah terbersit di hatiku selama ini, Kiranya Saudaraku sekalian berkenan mengabulkan permohonanku, Dan Aku bermohon semoga Allah pun mengampuni dosa kita semua....aamiin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marhaban yaa Ramadhan.... Insya Allah kami semua akan menyambutmu dengan semangat Iman..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wassalaamu 'alaikum Wr.Wb.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-6338260643431472579?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/6338260643431472579/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=6338260643431472579&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6338260643431472579'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/6338260643431472579'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/marhaban-yaa-ramadhan.html' title='Marhaban yaa Ramadhan'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-2377216543571693630</id><published>2007-07-26T13:39:00.001+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Bila hati bercahaya</title><content type='html'>Adakah diantara kita yang merasa mencapai sukses hidup karena telah berhasil meraih segalanya : harta, gelar, pangkat, jabatan, dan kedudukan yang telah menggenggam seluruh isi dunia ini? Marilah kita kaji ulang, seberapa besar sebenarnya nilai dari apa-apa yang telah kita raih selama ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah harian pernah diberitakan tentang penemuan baru berupa teropong yang diberi nama telescope Hubble. Dengan teropong ini berhasil ditemukan sebanyak lima milyar gugusan galaksi. Padahal yang telah kita ketahui selama ini adalah suatu gugusan bernama galaksi bimasakti, yang di dalamnya terdapat planet-planet yang membuat takjub siapa pun yang mencoba bersungguh-sungguh mempelajarinya. Matahari saja merupakan salah satu planet yang sangat kecil, yang berada dalam gugusan galaksi di dalam tata surya kita. Nah, apalagi planet bumi ini sendiri yang besarnya hanya satu noktah. Sungguh tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan lima milyar gugusan galaksi tersebut. Sungguh alangkah dahsyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, seringkali orang yang merasa telah berhasil meraih segala apapun yang dirindukannya di bumi ini - dan dengan demikian merasa telah sukses - suka tergelincir hanya mempergauli dunianya saja. Akibatnya, keberadaannya membuat ia bangga dan pongah, tetapi ketiadaannya serta merta membuat lahir batinnya sengsara dan tersiksa. Manakala berhasil mencapai apa yang diinginkannya, ia merasa semua itu hasil usaha dan kerja kerasnya semata, sedangkan ketika gagal mendapatkannya, ia pun serta merta merasa diri sial. Bahkan tidak jarang kesialannya itu ditimpakan atau dicarikan kambing hitamnya pada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang semacam ini tentu telah lupa bahwa apapun yang diinginkannya dan diusahakan oleh manusia sangat tergantung pada izin Allah Azza wa Jalla. Mati-matian ia berjuang mengejar apa-apa yang dinginkannya, pasti tidak akan dapat dicapai tanpa izin-Nya. Laa haula walaa quwwata illaabillaah! Begitulah kalau orang hanya bergaul, dengan dunia yang ternyata tidak ada apa-apanya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, seharusnya kita bergaul hanya dengan Allah Azza wa Jalla, Zat yang Maha Menguasai jagat raya, sehingga hati kita tidak akan pernah galau oleh dunia yang kecil mungil ini. Laa khaufun alaihim walaa hum yahjanuun! Samasekali tidak ada kecemasan dalam menghadapi urusan apapun di dunia ini. Semua ini tidak lain karena hatinya selalu sibuk dengan Dia, Zat Pemilik Alam Semesta yang begitu hebat dan dahsyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap inilah sesungguhnya yang harus senantiasa kita latih dalam mempergauli kehidupan di dunia ini. Tubuh lekat dengan dunia, tetapi jangan biarkan hati turut lekat dengannya. Ada dan tiadanya segala perkara dunia ini di sisi kita jangan sekali-kali membuat hati goyah karena toh sama pahalanya di sisi Allah. Sekali hati ini lekat dengan dunia, maka adanya akan membuat bangga, sedangkan tiadanya akan membuat kita terluka. Ini berarti kita akan sengsara karenanya, karena ada dan tiada itu akan terus menerus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa tidak! Tabiat dunia itu senantisa dipergilirkan. Datang, tertahan, diambil. Mudah, susah. Sehat, sakit. Dipuji, dicaci. Dihormati, direndahkan. Semuanya terjadi silih berganti. Nah, kalau hati kita hanya akrab dengan kejadian-kejadian seperti itu tanpa krab dengan Zat pemilik kejadiannya, maka letihlah hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya kalau hati kita selalu bersama Allah. Perubahan apa saja dalam episode kehidupan dunia tidak akan ada satu pun yang merugikan kita. Artinya, memang kita harus terus menerus meningkatkan mutu pengenalan kita kepada Allah Azza wa Jalla. Di antara yang penting yang kita perhatikan sekiranya ingin dicintai Allah adalah bahwa kita harus zuhud terhadap dunia ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, "Barangsiapa yang zuhud terhadap dunia, niscaya Allah mencintainya, dan barangsiapa yang zuhud terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya manusia mencintainya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud terhadap dunia bukan berarti tidak mempunyai hal-hal yang bersifat duniawi, melainkan kita lebih yakin dengan apa yang ada di sisi Allah daripada apa yang ada di tangan kita. Bagi orang-orang yang zuhud terhadap dunia, sebanyak apapun yang dimiliki sama sekali tidak akan membuat hati merasa tentram karena ketentraman itu hanyalah apa-apa yang ada di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Melakukan zuhud dalam kehidupan di dunia bukanlah dengan mengharamkan yang halal dan bukan pula memboroskan kekayaan. Zuhud terhadap kehidupan dunia itu ialah tidak menganggap apa yang ada pada dirimu lebih pasti daripada apa yang ada pada Allah." (HR. Ahmad, Mauqufan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata kita merasa lebih tentram dengan sejumlah tabungan di bank, maka berarti kita belum zuhud. Seberapa besar pun uang tabungan kita, seharusnya kita lebih merasa tentram dengan jaminan Allah. Ini dikarenakan apapun yang kita miliki belum tentu menjadi rizki kita kalau tidak ada izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekiranya kita memiliki orang tua atau sahabat yang memiliki kedudukan tertentu, hendaknya kita tidak sampai merasa tentram dengan jaminan mereka atau siapa pun. Karena, semua itu tidak akan datang kepada kita, kecuali dengan izin Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang zuhud terhadap dunia melihat apapun yang dimilikinya tidak menjadi jaminan. Ia lebih suka dengan jaminan Allah karena walaupun tidak tampak dan tidak tertulis, tetapi Dia Mahatahu akan segala kebutuhan kita.jangan ukur kemuliaan seseorang dengan adanya dunia di genggamannya. Sebaliknya jangan pula meremehkan seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita tidak menghormati seseorang karena ia tidak memiliki apa-apa. Kalau kita menghormati seseorang karena kedudukan dan kekayaannya, kalau meremehkan seseorang karena ia papa dan jelata, maka ini berarti kita sudah mulai cinta dunia. Akibatnya akan susah hati ini bercahaya disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa demikian? Karena, hati kita akan dihinggapi sifat sombong dan takabur dengan selalu mudah membeda-bedakan teman atau seseorang yang datang kepada kita. Padahal siapa tahu Allah mendatangkan seseorang yang sederhana itu sebagai isyarat bahwa Dia akan menurunkan pertolongan-Nya kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya dari sekarang mulai diubah sistem kalkulasi kita atas keuntungan-keuntungan. Ketika hendak membeli suatu barang dan kita tahu harga barang tersebut di supermarket lebih murah ketimbang membelinya pada seorang ibu tua yang berjualan dengan bakul sederhananya, sehingga kita mersa perlu untuk menawarnya dengan harga serendah mungkin, maka mulailah merasa beruntung jikalau kita menguntungkan ibu tua berimbang kita mendapatkan untung darinya. Artinya, pilihan membeli tentu akan lebih baik jatuh padanya dan dengan harga yang ditawarkannya daripada membelinya ke supermarket. Walhasil, keuntungan bagi kita justru ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain halnya dengan keuntungan diuniawi. Keuntungan semacam ini baru terasa ketika mendapatkan sesuatu dari orang lain. Sedangkan arti keuntungan bagi kita adalah ketika bisa memberi lebih daripada yang diberikan oleh orang lain. Jelas, akan sangat lain nilai kepuasan batinnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang yang cinta dunia, tampak sekali bahwa keuntungan bagi dirinya adalah ketika ia dihormati, disegani, dipuji, dan dimuliakan. Akan tetapi, bagi orang-orang yang sangat merindukan kedudukan di sisi Allah, justru kelezatan menikmati keuntungan itu ketika berhasil dengan ikhlas menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain. Cukup ini saja! Perkara berterima kasih atau tidak, itu samasekali bukan urusan kita. Dapatnya kita menghargai, memuliakan, dan menolong orang lain pun sudah merupakan keberuntungan yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sangat lain bagi ahli dunia, yang segalanya serba kalkulasi, balas membalas, serta ada imbalan atau tidak ada imbalan. Karenanya, tidak usah heran kalau para ahli dunia itu akan banyak letih karena hari-harinya selalu penuh dengan tuntutan dan penghargaan, pujian, dan lain sebagainya, dari orang lain. Terkadang untuk mendapatkan semua itu ia merekayasa perkataan, penampilan, dan banyak hal demi untuk meraih penghargaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi ahli zuhud tidaklah demikian. Yang penting kita buat tatanan kehidupan ini seproporsional mungkin, dengan menghargai, memuliakan, dan membantu orang lain tanpa mengharapkan imbalan apapun. Inilah keuntungan-keuntungan bagi ahli-ahli zuhud. Lebih merasa aman dan menyukai apa-apa yang terbaik di sisi Allah daripada apa yang didapatkan dari selain Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walhasil, siapapun yang merindukan hatinya bercahaya karena senantiasa dicahayai oleh nuur dari sisi Allah, hendaknya ia berjuang sekuat-kuatnya untuk mengubah diri, mengubah sikap hidup, menjadi orang yang tidak cinta dunia, sehingga jadilah ia ahli zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Adakalanya nuur Illahi itu turun kepadamu", tulis Syaikh Ibnu Atho'illah dalam kitabnya, Al Hikam, "tetapi ternyata hatimu penuh dengan keduniaan, sehingga kembalilah nuur itu ke tempatnya semula. Oleh sebab itu, kosongkanlah hatimu dari segala sesuatu selain Allah, niscaya Allah akan memenuhinya dengan ma'rifat dan rahasia-rahasia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhanallaah, sungguh akan merasakan hakikat kelezatan hidup di dunia ini, yang sangat luar biasa, siapapun yang hatinya telah dipenuhi dengan cahaya dari sisi Allah Azza wa Jalla. "Cahaya di atas cahaya. Allah membimbing (seorang hamba) kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki ..." (QS. An Nuur [24] : 35). .&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-2377216543571693630?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/2377216543571693630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=2377216543571693630&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2377216543571693630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2377216543571693630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/bertahajudlah-sapa-rabbmu_26.html' title='Bila hati bercahaya'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-1050379548100381444</id><published>2007-07-26T13:39:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.408+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Bertahajudlah, sapa Rabbmu</title><content type='html'>"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS Al-Isra’ 17:79-80) Dalam Al Qur’an, terdapat banyak ayat yang menuturkan tentang tahajud, perintah mengerjakannya dan keutamaannya.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata tahajud sendiri dalam bahasa Arab berarti bergadang, sehingga makna tahajud adalah salat sunah di malam hari yang dilakukan sesudah tidur. Tahajud juga bisa disebut sebagai qiyamullail karena pelaksanaan waktunya malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaannya, jika tahajud hanya dilakukan sesudah tidur, qiyamullail bisa dilakukan sebelum maupun sesudah tidur. Selain itu, qiyamullail bisa berupa shalat atau amal ibadah lainnya, seperti tilawah, tasbih atau yang lainnya, sedangkan tahajud hanya berupa shalat saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah mensifati qiyamullail dengan firman-Nya: ”Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan.” (QS Al-Muzzammil 73:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Al Azhar, Prof. Dr. Hamka menjelaskan ayat tersebut sebagai berikut: ”Karena di waktu malam gangguan sangat berkurang. Malam adalah hening, keheningan malam berpengaruh pula kepada keheningan fikiran. Di dalam suatu hadits Qudsi, Allah berfirman, bahwa pada sepertiga malam terakhir Allah turun ke langit dunia untuk mendengarkan keluhan hamba-Nya yang mengeluh, untuk menerima taubat orang yang taubat dan permohonan maghfirah (ampunan) hamba-Nya yang memohonkan ampun. Maksudnya ialah bahwa hubungan kita dengan langit pada waktu malam adalah sangat dekat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahajud maupun qiyamullail merupakan ibadah yang menghubungkan hati kita dengan Allah. Ketika suara-suara telah lenyap dan mata-mata telah terpejam serta orang-orang tertidur lelap di pembaringannya, orang yang melakukan qiyamullail menjauhkan diri mereka dari kasur-kasur empuk dan dipan-dipan mewah lagi nyaman untuk menghidupkan malam dengan berkhalwat berdua dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, Allah menyanjung dan mengistimewakan mereka melalui firman-Nya: ”(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar 39:9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW sendiri selalu menjaga qiyamullail, selalu mengerjakan qiyamullail sampai telapak kaki beliau bengkak. Padahal, beliau telah mendapat jaminan ampunan bagi semua dosanya baik yang telah lewat maupun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ditanyakan kepada beliau, maka jawabnya, ”Tidak pantaskah aku untuk menjadi seorang hamba yang pandai bersyukur.” (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamullail merupakan sunnah muakadah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah dengan sabdanya, "Hendaklah kamu melaksanakan qiyamullail karena qiyamullail itu adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kita, sarana pendekatan kepada Allah, penghapus keburukan, pencegah dosa dan penangkal penyakit di badan." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW juga sangat menganjurkan untuk melakukan qiyamullail karena di dalamnya terkandung kebaikan yang agung dan pahala yang banyak, dengan sabdanya, ”Sesungguhnya ada waktu di malam hari yang tidak seorangpun dari seorang hamba yang berdoa pada saat itu untuk memohon kebaikan kecuali pasti akan Allah kabulkan.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam Al Qur’an: ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong.” (QS Al-Isra’ 17:79-80)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).” (QS Ath-Thuur 52:49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepada-Nya dan bertasbihlah kepada-Nya pada bagian yang panjang dimalam hari.” (QS Al-Insan 76:26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamka menerangkan tentang tafsir ayat tersebut sebagai berikut: “Sholat lima waktu ditambah dengan tahajud di malam yang panjang itu adalah alat penting bagi memperkaya jiwa dan memperteguh hati di dalam menghadapi tugas berat melakukan dakwah. Sebab rasa dekat kepada Tuhan itulah sumber kekuatan sejati bagi manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Qiyamullail merupakan kenikmatan dan karunia dari Allah terhadap hamba-Nya yang shaleh yang Allah mudahkan untuk beribadah kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan qiyamullail, Allah akan memberi kekuatan. Dengan qiyamullail, Allah mengabulkan doa. Dengan qiyamullail, dapat menghapus keburukan, mencegah dosa dan menangkal penyakit. Dengan qiyamullail, dapat semakin mendekatkan kepada Allah. Dengan qiyamullail, Allah akan menggolongkan dalam ibaadurrahman. Dengan qiyamullail, Allah akan mengangkat ke tempat yang terpuji. Dengan qiyamullail, Allah akan memasukkan ke surga-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk tanda cinta kepada Allah adalah bermunajat kepada-Nya di keheningan malam. Sebagaimana ungkapan dari para ulama, ”Di dunia ini tidak ada waktu yang menyerupai waktu yang sangat di surga kecuali apa yang dirasakan oleh orang-orang shaleh di dalam hati mereka akan kenikmatan bermunajat kepada Rabb mereka.”&lt;br /&gt;Apabila malam telah gelap, Syadad bin Aus masuk ke kamar tidurnya, ia merasa gelisah, tidak bisa tidur, membolak-balikkan badannya bagaikan biji-bijian di atas penggorengan. Lalu, ia berkata, "Wahai Rabbku, sesungguhnya panasnya api neraka telah menghilangkan rasa kantukku." Lalu, ia bangun untuk melakukan shalat malam hingga pagi hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila malam telah menjadi gelap gulita mereka bangun untuk shalat Maka, pagi pun datang sedang mereka masih dalam keadaan ruku Rasa takut telah menerbangkan kantuk mereka, maka bangun Saat orang-orang yang merasa aman di dunia tertidur pulas Sedang mereka sujud di kegelapan malam sambil terisak Suara tangis mereka meretakkan tulang-tulang rusuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai orang yang mendamba cinta-Nya, ingatlah bahwa Nabi Muhammad SAW beribadah di malam hari hingga kedua telapak kakinya bengkak. Para salafussaleh dan orang-orang pilihan umat ini pun selalu beribadah di malam hari. Jadikanlah qiyamullail sebagai prioritas kegiatan ibadahmu. Tidakkah Anda senang jika Anda dapat berdampingan dengan mereka di syurga Adn?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang difirmankan-Nya, “Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.” (QS Adz-Dzariyat 51:15-18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya karena Allah-lah orang selalu terjaga di kala malam Hati yang dirundung takut dan pusing karena dosa tidak dapat tertidur Dengan tuangan air mata ia menangisi kesalahannya Dan malam pun tertutup dengan kehiruk-pikukkannya Sebagai penyesalan atas dosa-dosa yang telah dilakukannya Kepada Raja yanga para raja tunduk dan patuh kepada-Nya Wahai Tuhan, tidak ada yang maha memaafkan dosa selain-Mu Hanya kepada-Mu-lah, wahai Tuhanku, orang yang mengosongkan dirinya mencari pengampunan-Mu, Wahai Tuhan, ampunilah hamba-Mu ini.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-1050379548100381444?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/1050379548100381444/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=1050379548100381444&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1050379548100381444'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/1050379548100381444'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/bertahajudlah-sapa-rabbmu.html' title='Bertahajudlah, sapa Rabbmu'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-2018616773091429480</id><published>2007-07-26T13:34:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.409+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Malaikatpun berdo'a untuk kita</title><content type='html'>&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah berikut inilah orang - orang yang didoakan oleh para malaikat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37)&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan&lt;br /&gt;mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" (Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Orang - orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan"&lt;br /&gt;(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Orang - orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang - orang yang menyambung shaf - shaf" (Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa&lt;br /&gt;ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". (Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia&lt;br /&gt;melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang - orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang&lt;br /&gt;ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" (Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan'" (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Orang - orang yang berinfak.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya&lt;br /&gt;berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" (Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Orang yang sedang makan sahur.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang - orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa "sunnah" (Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan&lt;br /&gt;oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Orang yang sedang menjenguk orang sakit.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat&lt;br /&gt;kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" (Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar,"Sanadnya shahih")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" (Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-2018616773091429480?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/2018616773091429480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=2018616773091429480&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2018616773091429480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/2018616773091429480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/malaikatpun-berdoa-untuk-kita.html' title='Malaikatpun berdo&apos;a untuk kita'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-5342404434147046476</id><published>2007-07-13T14:48:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:07:57.410+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Faham Islam Jama'ah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia, setelah Memperhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bahwa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;faham Islam Jama'ah&lt;/span&gt; mulai ada di Indonesia sekitar tahun 70-an. Karena ajarannya sesat clan menyesatkan serta menimbulkan keresahan di masyarakat, faham ini dilarang oleh pemerintah pada tahun 1971. Larangan pemerintah tersebut tidak diacuhkan. Mereka terus beroperasi dengan berbagai nama yang terus berubah hingga memuncak pada sekitar 19771978.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   2. Faham ini menganggap bahwa umat Islam yang tidak termasuk Islam Jama'ah adalah termasuk 72 golongan yang pasti masuk neraka, umat Islam harus mengangkat "Amirul Mukmini" yang menjadi pusat pimpinan dan harus mentaatinya, umat Islam yang masuk golongan ini harus dibai'at dan setia kepada "Amirul Mukminin" dan dijamin masuk surga, ajaran Islam yang sah dan boleh dituruti hanya ajaran Islam yang bersumber dari "Amirul Mukminin".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;   3. Pengikut aliran ini harus memutuskan hubungan dari golongan lain walaupun orang tuanya sendiri, tidak sah shalat di belakang orang yang bukan Islam Jama'ah, pakaian shalat pengikut Islam Jama'ah yang tersentuh oleh orang lain yang bukan pengikutnya harus disucikan, suami harus mengusahakan agar isterinya turut masuk golongan Islam Jama'ah, dan jika tidak mau maka perkawinannya harus diputuskan, perkawinan yang sah adalah perkawinan yang direstui oleh “Amirul Mukminin”, dan khutbah yang sah bila dilafazkan dalam bahasa Arab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MEMUTUSKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyatakan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Bahwa ajaran Islam Jama'ah, Darul Hadits (atau apapun nama yang dipakainya) adalah ajaran yang sangatbertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya dan penyiarannya itu memancing-memancing timbulnya keresahan yang akan mengganggu kestabilan Negara&lt;br /&gt;   2. Menyerukan agar Ummat Islam berusaha mengindahkan saudara-saudara kita yang tersesat itu untuk kembali kepada ajaran agama Islam yang murni dengan dasar niat dan keinginan menyelamatkan sesame hamba Allah yang telah memilih Islam sebagai Agamanya dari kemurkaan Allah SWT.&lt;br /&gt;   3. Agar umat Islam lebih meningkatkan kegiatan dakwah Islamiah melalui media pengajian atau media lainnya, terutama terhadap para remaja, pemuda, pelajar, seniman, dan lain-lain, yang sedang haus terhadap siraman agama Islam yang murni terutama kepada calon-calon pengikut Islam Jama'ah dalam tahap pertama, dengan metode atau cara-cara penyampaian yang lebih sesuai dengan umat yang dihadapi&lt;br /&gt;   4. Agar segera melaporkan kepada Kejaksaan setempat dengan memberikan bukti-bukti yang cukup lengkap manakala gerakan atau kegiatan Islam Jama'ah (atau apapun nama lain yang dipakainya) sampai menimbulkan .keresahan dan kegoncangan rumah tangga dan masyarakat.&lt;/spsn&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-5342404434147046476?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/5342404434147046476/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=5342404434147046476&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/5342404434147046476'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/5342404434147046476'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/faham-islam-jamaah.html' title='Faham Islam Jama&apos;ah'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-4292174058241586622</id><published>2007-07-06T10:55:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:10:32.452+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>"Jangan Menikah"</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berikut ini adalah beberapa alasan ketika akan menikah diantaranya adalah:&lt;br /&gt;1. Jangan menikah karena harta &lt;br /&gt;Tidak ada gunanya hidup bergelimangan harta tanpa cinta. Harta dapat datang dan pergi setiap saat. "Cinta" yang sesat dan sesaat dapat diperoleh setiap saat, tapi cinta yang sejati tidak dapat dibeli dengan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan menikah karena perasaan asmara&lt;br /&gt;Rasa tertarik, simpati, naksir, yang merupakan asmara yang sering disalahartikan sebagai cinta. Asmara itu bukan cinta. Asmara dapat cepat berubah oleh rupa, harta, tempat dan keadaan. Asmara itu buta, tidak tahan lama dan tidak tahan uji . Cinta perlu diuji dalam suka dan duka dengan mata terbuka.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangan menikah karena rupa saja&lt;br /&gt;Kecantikan yang diluar memang indah, tapi dapat luntur termakan umur.Utamakanlah kecantikan yang di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jangan menikah karena iba&lt;br /&gt;Iba (rasa kasihan) memang baik dan harus ada dalam hidup kita, tapi tidak boleh menjadi dasar pernikahan. Kasihan dapat habis,tapi kasih tidak berkesudahan. Dasar pernikahan adalah kasih, bukan kasihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Jangan menikah untuk kepuasan sex saja&lt;br /&gt;Memang sex suci dan penting dalam hubungan suami-istri, namun tidak boleh menjadi tujuan utama dari pernikahan. Sex hanyalah salah satu bagian dari pernikahan. Orang yang hanya mengejar kenikmatan sex akan kecewa dan terjerat oleh kesusahan yang diciptakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Jangan menikah karena paksaan keluarga&lt;br /&gt;Seorang anak harus berbakti kepada keluarga, namun tidak boleh menyerah dalam hal nikah, kalau mereka memang salah dan anda benar. Berdoalah dan berikanlah penjelasan kepada mereka, jangan dengan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jangan menikah karena desakan usia&lt;br /&gt;Bila semakin bertambahnya usia dan rekan-rekan sudah berpasangan, orang akan mulai gelisah (terutama pada wanita). Banyak orang akhimya asal tabrak dan sikat.Hindarilah tindakan tersebut. Sabarlah dan yakinilah bahwa Tuhan sudah menyediakan yang terbaik untuk anda. Jangan takut kehabisan jatah dan kadaluarsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Jangan menikah untuk membalas jasa&lt;br /&gt;Orang yang telah berbuat baik perlu dibalas, tapi jangan dengan pernikahan.&lt;br /&gt;Salah satu hal lain yang tidak boleh dilupakan, dan merupakan yang terpenting adalah Jangan Menikah tanpa Pengertian dan persiapan dengan tindakan yang nyata. Menikahlah menurut pola rencana Allah. Daripada salah dan mengundang derita, lebih Baik menunggu menikah. Jika tidak diteguhkan oleh Allah. Karena Allah yang menciptakan manusia sepasang-sepasang. Tanpa persetujuan Allah, tidak mungkin manusia dapat bersatu &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-4292174058241586622?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/4292174058241586622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=4292174058241586622&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/4292174058241586622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/4292174058241586622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/jangan-menikah.html' title='&quot;Jangan Menikah&quot;'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-3746642357348026154</id><published>2007-07-05T10:17:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:08:41.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Sekolah Hanya untuk Kaum Borju?</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Punya anak kandung memang selalu jadi dambaan setiap keluarga. Apalagi yang baru merit. Biar ketahuan hasilnya. Hehehe...next..&lt;br /&gt;tapi nggak bagi seorang teman kuliah penulis yang udah mo merit dalam waktu dekat. Doi justru agak paranoid untuk punya anak kelak. Apa pasal? Doi bilang, takut kalo entar anaknya nggak bisa sekolah. Kok? Iya, lantaran biaya pendidikan kian hari kian melangit. Daripada nggak bisa penuhi hak pendidikan anaknya, kan dosa, mendingan punya anak entar aja kalo rumah tangganya udah mapan. Nggak sekalian aja daripada nggak punya keturunan, jadi mendingan nggak usah merit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, rasa khawatir yang dirasain temen penulis di atas, juga hadir di hati mayoritas orangtua di negeri ini. Bagi orangtua yang masih bisa berpikir jernih demi memenuhi hak pendidikan anaknya, insya Allah cara halal masih mereka utamakan. Tapi nggak sedikit orangtua yang depresi juga dengan permasalahan pendidikan anaknya.&lt;span class="fullpost"&gt; Hingga mereka kudu berbuat kriminal dengan mencuri, mengutil, mencopet, atau perilaku harian Gerombolan Si Berat lainnya demi membiayai sekolah anaknya. Malah ada yang sampe ‘mengajak’ anak-anaknya mengakhiri hidup lebih cepat, seperti yang pernah terjadi di Malang. Naudzubillah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ongkos pendidikan formal di negeri ini nggak murah. Untuk setiap jenjang pendidikan, kita kudu merogoh kocek dalem banget. Mulai dari TK, SD, SMP, SMA, apalagi pendidikan tinggi. Sementara lebih dari setengah penduduk di negeri ‘kucing garong’ ini hidup di bawah garis kemiskinan. Walhasil, seorang penulis dari Yogyakarta, Eko Prasetyo, coba tuangkan keprihatinannya dalam sebuah buku dengan judul “Orang miskin dilarang sekolah”. Nah lho!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa biaya pendidikan mahal?&lt;br /&gt;Tingginya ongkos pendidikan bisa disebabkan dua faktor. Pertama, faktor internal terkait dengan kebijakan masing-masing sekolah untuk menaikkan biaya pendidikan setiap tahunnya. Dulu, masuk sekolah negeri jadi dambaan lantaran lebih murah biayanya dibanding swasta yang kudu menghidupi keberlangsungan pendidikannya tanpa subsidi pemerintah. Kini, udah nggak ada bedanya euy. Sekolah negeri atawa sekolah swasta, sama mahalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa memaklumi kenapa tiap sekolah menaikkan ‘harga jual’-nya. Mereka mesti menjaga kualitas pendidikan dengan penyediaan sarana dan prasarana memadai dan staf pengajar yang handal. Sementara sumber pendanaan, yang keliatan cuma dari siswa atau investor. Kalo udah gini, ujungnya bakal lari ke komersialisasi pendidikan. Akibatnya, fungsi sekolah pun bergeser. Tadinya sebagai tempat pendidikan yang non profit oriented, menjadi layaknya tukang dagang yang menawarkan produk pendidikan. Kalo setuju dengan harga masuknya, silahkan daftar. Kalo nggak, silahkan cari sekolah lain. Kejem amat ya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, nggak heran, jika tiap sekolah berlomba-lomba berpromosi dengan menonjolkan keunggulan fasilitas yang disediakan bagi siswanya. Dengan harapan bisa menggaet calon pelajar meski biaya pendidikan di tempatnya lumayan tinggi. Kalo udah begini, ortu kita yang setengah hidup mempertahankan stabilitas ekonomi keluarga jadi tambah pusing. Kudu milih antara melanjutkan pendidikan anaknya atau menyelamatkan kondisi keuangan keluarga yang tarikan napasnya udah senen-kemis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, faktor eksternal yang menopang mahalnya biaya pendidikan adalah kebijakan pemerintah yang berpengaruh besar pada keberlangsungan nasib pendidikan formal di masing-masing sekolah. Semenjak pemerintah mencabut subsidi pendidikan, sekolah negeri khususnya tingkat menengah, pontang-panting nyari dana untuk ‘mempertahankan hidup’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi ini diperparah dengan perubahan status perguruan tinggi menjadi PT BHMN (Perguruan Tinggi Badan Hukum Milik Negara) yang diperkuat dengan RUU BHP (Badan Hukum Pendidikan). Agar negara bisa lebih lepas tangan untuk ngurusin pendidikan rakyatnya. Semuanya diserahkan pada rakyat dan pihak swasta. Akibatnya, perguruan tinggi pun kudu ikut-ikutan banting tulang nyari sumber pendanaan biar nggak gulung tikar. Nah, cara paling mudah, ya dengan menaikkan biaya pendidikan. Halah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sobat, kita pasti nggak akan mencak-mencak soal biaya pendidikan yang kian melangit ini kalo aja negara komitmen dengan perannya sebagai pengayom rakyat. Seperti tercantum dalam UUD’45 pasal 31 tentang hak pendidikan rakyat. Ayat (1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan. Dan ayat (2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya. Sayangnya, pemerintah suka pura-pura lupa kalo diingetin aturan di atas. Bukan lupa sih tepatnya, tapi melupakan. Iya tuh, lupa aja nggak baik, apalagi melupakan. Inilah ruginya diatur sistem Kapitalisme! Catet tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskriminasi di alam Kapitalisme&lt;br /&gt;Fenomena “orang miskin dilarang sekolah” hanya sebagian kecil saja bentuk diskriminasi yang terjadi di alam kapitalisme. Walau teorinya bilang kapitalisme ngasih kesempatan dan hak yang sama pada setiap anggota masyarakat, tapi kenyataan menunjukkan sebaliknya. Terutama dalam hal pelayanan publik, orang miskin nggak hanya dilarang sekolah, tapi juga dilarang sakit, lapar, atau malah dilarang hidup. Walah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, inilah yang terjadi ketika pemilik modal (kapitalis) alias yang punya duit banyak bisa bebas beli apa aja (termasuk pulau, hutan, sungai, minyak bumi, sekolah, rumah sakit, atau sumber sembako) dan menguasinya secara pribadi. Kemudian menjualnya kepada masyarakat yang membutuhkan dengan harga tinggi demi meraup keuntungan berlipat. Dasar mata duitan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia pendidikan, kabanyakan hanya para orang kaya yang dengan mudah masuk sekolah unggulan dengan kualitas pendidikan maksimal, yakni sarana yang lengkap mulai dari komputer berikut fasilitas internet, perpustakaan, laboratorium, hingga ruangan kelas yang full AC. Sementara orang miskin, jangankan sekolah, bermimpi biar nggak buta huruf aja mesti mengorbankan jeritan pilu cacing-cacing yang menghuni perut keroncongannya. Kacian banget cih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya, saat ini terdapat sedikitnya 283.990 anak dari 21,7 juta anak di Indonesia yang mengalami buta aksara. Selain itu, data yang diperoleh dari Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), Tahun 2002 juga menunjukkan angka putus sekolah tingkat SD sebesar 1,46 persen, tingkat SLTP/MTs 2,27 persen serta tingkat SLTA yang mencapai 2,48 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data yang masih dianggap mutakhir tersebut juga menyebutkan presentasi tidak terjangkaunya anak-anak usia SD hingga SLTA ke dalam jenjang pendidikannya masing-masing. Sedikitnya 5,50 persen anak usia 7-12 tahun tidak mendapat layanan pendidikan SD/MI, 44,30 persen anak usia 13-15 tahun tak mendapat pendidikan SLTP/MTs, 67,68 persen anak usia 16-18 tahun tak memperoleh pendidikan SLTA serta 72,65 persen anak usia 0-6 tahun tidak mengalami pendidikan usia dini. (www.indonesia.go.id, 07/08/06).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap diskriminatif di alam kapitalisme juga telah memaksa setiap orang untuk menyetujui prinsip hidup “uang adalah segalanya”. Sehingga, orang berlomba-lomba meraup materi sebanyak mungkin meski kudu menghalalkan segala cara. Ini yang bisa memicu konflik dan membidani lahirnya masalah sosial. Kriminalitas, bandar narkoba, prostitusi, atau kerusuhan hanya sebagian kecil saja produk sampingan akibat diterapkannya kapitalisme oleh negara selain pengangguran atau anak putus sekolah. Kalo kondisi ini yang tengah mengepung kita sekarang, masa’ sih kita tetep betah? Ora sudi kita mah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yup, kondisi ini harus segera diakhiri. Cukup sekali saja kita merasa dikadalin ama Kapitalisme. Nggak mau ditipu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini juga urusan kita, Bro...&lt;br /&gt;Sobat, adanya pilih kasih dalam pendidikan kian mensukseskan proses pembodohan massal di tengah kita. Serem ya kedengerannya. Tapi emang ini yang sedang terjadi. Persis kayak jaman penjajahan. Dulu, rakyat jelata banyak yang buta huruf lantaran dilarang sekolah oleh pemerintah penjajah. Hanya golongan ningrat dan keluarga penjajah aja yang bisa mengenyam pendidikan formal. Kondisi ini yang mendorong RA Kartini untuk memperjuangkan kesamaan hak dalam berpendidikan bagi rakyat pribumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bedanya, saat ini tembok pembatas hak pendidikan bukan diciptakan oleh penjajah Barat, melainkan secara tidak langsung oleh kebijakan pendidikan pemerintah sendiri. Ironis emang. Di satu sisi, pemerintah mewajibkan rakyatnya untuk sekolah, tapi di sisi lain justru pemerintah sendiri yang menghalangi rakyat untuk menunaikan kewajibannya. sungguh terlalu! (gayanya Samin di sinetron Entong)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo udah terjadi pembodohan massal dari sekarang, bisa kita bayangin deh gimana nasib negeri ini pada 5 sampai 10 tahun ke depan. Iih... syerem. Kita bakal kekurangan orang-orang yang berpendidikan. Orang-orang yang layak menjadi tumpuan harapan perbaikan kondisi di negeri kita. Orang-orang yang menyadarkan rakyat dari penipuan di balik liberalisasi pendidikan. Dan orang-orang yang bersama rakyat bergerak untuk mengingatkan pemerintah dari penjajahan terselubung di balik pinjaman dan hutang luar negeri. Kalo orang-orang berpendidikan kayak gini kian hari kian langka, alamat penjajahan di negeri kita juga bakal awet. Berabe tuh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah sobat, meski untuk urusan pendidikan, kebanyakan kita masih disubsidi ortu bukan berarti kita cuek bebek dengan kondisi itu. Tetep, biaya pendidikan yang kian mahal kudu jadi urusan kita. Lantaran akibatnya juga bakal kita rasain. Allah swt berfirman: “Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. dan Ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya.” (QS al-Anfâl [8]: 25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib meriwayatkan dari Ibnu Abbas ketika menafsirkan ayat ini dengan, ‘Allah menyuruh kaum Mukminin agar jangan membiarkan orang mungkar di tengah-tengah mereka, maka nanti azab akan meliputi mereka.’ Penafsiran ini ditegaskan oleh Rasul dalam sabdanya, “Sesungguhnya manusia, bila melihat kemungkaran sedangkan tidak berupaya mencegahnya, maka tunggulah saatnya Allah akan menurunkan azabnya secara menyeluruh.” (HR Abu Dawud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, yang bisa kita lakukan adalah seoptimal mungkin menjadi orang-orang berpendidikan seperti harapan umat. Bukan malah asyik kelayapan nggak karuan saat jam pelajaran cuma lantaran diajak teman dan takut dianggap nggak toleran. Kita yang akan menyadarkan umat, mengingatkan pemerintah, dan berjuang untuk mengembalikan negara pada perannya sebagai pengayom rakyat. Bukan malah menjadi pengayom penjajah yang menguras sumber daya alam kita dan memeras keringat dan tenaga kita untuk kepentingan mereka. Saatnya bangkit dengan Islam yang diterapkan sebagai ideologi negara. Yuk! &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-3746642357348026154?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/3746642357348026154/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=3746642357348026154&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3746642357348026154'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/3746642357348026154'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/07/sekolah-hanya-untuk-kaum-borju.html' title='Sekolah Hanya untuk Kaum Borju?'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35941545.post-7004951441427005790</id><published>2007-06-27T15:02:00.000+07:00</published><updated>2008-05-13T14:08:41.200+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='serba serbi'/><title type='text'>Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Ahlan wa sahlan di blog &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Majalah Pribadi&lt;/span&gt;, silahkan nikmati sajian dari kami walau hanya sedikit info dan minim data, namun dengan adanya kunjungan anda ke blog ini semoga akan menambah semangat kami untuk berjuang di dunia maya dalam rangka tegaknya kalimat Allah di bumi ini.&lt;br /&gt;Saran kami bila anda masuk ke blog Majalah Pribadi agar dapat memberikan masukan dan menginformasikan kepada teman sejawat, agar bloq ini dapat kita jadikan sebagai ajang silaturahmi dan pertukaran ilmu dan informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah sketsa fenomena yang dimiliki tiap manusia yang dilahirkan dengan titian fitrah dari Yang Maha Pencipta dalam keadaan suka dan duka. Yang di hatinya tertoreh rasa bahagia ataupun ujian di tiap langkahnya meniti jalan lurus menuju Cinta Illahi suatu hal yang akan dialaminya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia dengan segala ambisi, idealisme dan cita-cita untuk menaklukkan dunia atau sekedar mencari materi, kadang terlalu sombong dan angkuh untuk menyadari bahwa sepenggal episode perjalanan hidupnya didunia adalah serangkaian takdirNya. Mencari hakekat diri, mengais-ngais kelemahan diri dan tiada henti memohon ampunan atas noda-noda kalbunya yang kerap hentikan langkah perjuangan, hingga di akhir hayatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini.. tiada lagi jiwa yang gundah, karena tiap tanya telah terjawab dalam petunjukNya. Walau ujian dan cobaan awalnya, namun semua adalah tanda terbitnya sebuah HARAPAN. Karena harapan adalah masa depan, ia sumber kekuatan. Terutama karena harapan adalah nikmat terindah dan anugerah paling indah yang tidak diberikan Allah pada musuh-musuhNya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35941545-7004951441427005790?l=majalahpribadi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/feeds/7004951441427005790/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35941545&amp;postID=7004951441427005790&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7004951441427005790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35941545/posts/default/7004951441427005790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://majalahpribadi.blogspot.com/2007/06/assalamualaikum-warahmatullahi.html' title='Assalamu&apos;alaikum Warahmatullahi Wabarakatu'/><author><name>Majalah Pribadi</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
